
Terimakasih telah membaca novel author yang abal abal ini dan jangan lupa like, vote dan beri komentar 🤗🙏
Selamat membaca...💕💞
Sementara itu Nayla kini tengah berada di penthousenya.Dia merenung karena merindukan kedua orang tuanya, Alana, dan Davin namun dia memilih menahannya karena sikap egoisnya.
Nayla langsung mengeluarkan ponselnya lalu mengetik nomor sahabatnya Davin kemudian menghubunginya.
"Halo ini siapa ya? " tanya Davin
"Ehm Vin, ini aku Nayla, " balas Nayla dengan ragu ragu
"Astaga Nayla satu bulan ini kamu kemana saja Nay, Aku mencemaskanmu, " ucap Davin dengan raut cemasnya.
"Maaf Davin, aku menenangkan diriku makanya aku tidak berpamitan padamu, " jawab Nayla.
Terdengar suara helaan nafas panjang diujung sana mendengar pengakuan dari Nayla.Sementara Nayla merasa menyesal karena telah membuat Davin mencemaskan dirinya.
"Sekarang kamu ada dimana Nayla? " tanya Davin
"Aku di penthouse jalan xxx Vin, " balas Nayla
Tut Davin memutuskan sambungan teleponnya terlebih dahulu dan Nayla langsung menaruh ponselnya diatas meja.Dia menyandarkan tubuhnya di sofa sambil mengingat kedua orang tuanya dan juga Alana, kakaknya.
__ADS_1
"Aku merindukan mereka semua, " gumam Nayla dengan lirih.
Beberapa menit kemudian tok.. tok.. tok. Suara pintu diketuk dari luar.Nayla bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke pintu.
Sampai disana, Nayla segera membuka pintunya dan terkejut melihat kehadiran Davin yang sudah sampai.Davin merasa lega melihat keadaan Nayla yang baik baik saja dan tanpa babibu dia langsung menarik Nayla lalu membawanya kedalam pelukannya.
"Syukurlah kamu baik baik saja Nayla, " bisik Davin dengan nada cemasnya
"Eh iya Vin, " jawab Nayla dengan gugup.
Davin melepaskan pelukannya lalu mereka berdua berjalan ke ruang tamu dan langsung duduk di sofa.Davin tersenyum sumringah menatap gadis yang dicintainya.
"Lain kali kalau ada masalah hubungi aku ya Nay, " tegur Davin
Nayla terdiam dan kini dia memperhatikan Davin yang sangat mencemaskannya hal itu tentu saja membuatnya senang.Perhatian kecil yang diberikan Davin selama ini membuatnya terharu sekaligus membuatnya berkaca kaca.
Setelah aku berkali kali mematahkan rasa cintamu padaku Vin,kamu masih bisa perhatian dan baik padaku.Segitu besarnya rasa cintamu pada aku Davin hingga kamu masih sangat peduli padaku.Seandainya pria yang aku cintai kamu pasti aku akan sangat bahagia namun kembali lagi hakekatnya cinta tak pernah memandang kapan kita akan jatuh cinta dan kepada siapa cinta kita akan berlabuh dan menjadi pemiliknya.
Maafkan aku ya Davin karena aku belum bisa membalas cintamu.Semua perhatian, sayang dan cinta yang kamu berikan padaku membuatku tersentuh.Aku harap aku bisa melepaskan cinta yang menyakitkan ini dari hatiku lalu menggantikannya dengan cintamu yang tulus dan penuh kebahagiaan.
"Nayla, " panggil Davin.
"Eh iya Vin ada apa? " tanya Nayla yang tersentak dari lamunannya
__ADS_1
Davin tersenyum tipis lalu dia mengenggam salah satu tangan Nayla dan Nayla hanya diam membiarkannya.Davin menghela nafas pelan lalu kembali menatap Nayla.
"Aku mencintaimu Nayla dan sampai kapanpun aku akan menunggumu sampai kamu membuka hatimu untuk aku, " ujar Davin tersenyum tulus.
Nayla hendak membuka suaranya namun jari Davin meletakkannya didepan bibir mungil Nayla.Dia tidak mengizinkan Nayla memprotes ataupun mengucapkan sesuatu sebelum dia selesai berbicara.
"Aku tahu hatimu saat ini terpaut nama pria lain tapi aku akan tetap bersabar sampai kamu menerima aku lebih dari sahabat, " ucap Davin sambil tersenyum tipis.
"Aku akan selalu berada disampingmu dan selalu mendengarkan keluh kesahmu, " ujar Davin dengan tatapan lembutnya.
Davin menurunkan jarinya dan dia tetap tersenyum menatap Nayla.Sementara Nayla sudah berkaca kaca mendengar ucapan dari Davin yang membuatnya tersentuh.
"Kamu sangat bodoh Davin kenapa kamu masih menunggu dan mencintaiku padahal jelas jelas aku mencintai pria lain, " ucap Nayla dengan nada kesalnya.
"Iya Aku memang bodoh Nayla karena aku telah jatuh cinta padamu sejak dulu tapi aku tidak akan menghapus rasa cintaku meskipun kamu selalu menolakku, " sahut Davin sambil tersenyum tipis.
Nayla mencubit pelan paha Davin hingga dia meringis setelah itu Nayla menerjang tubuh Davin dan memeluknya dengan erat.Davin membalas pelukan dari sahabat yang dia cintai tersebut sambil sesekali mengecup puncak kepala Nayla.
"Aku mencintaimu Nayla selamanya, " bisik Davin
"Jika sampai kapanpun aku tidak bisa membalas cintamu bagaimana Vin? " tanya Nayla penasaran.
"Mungkin aku akan menyerah mengejar cintamu Nayla, " balas Davin sambil mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
Nayla terdiam mendengar jawaban dari Davin sahabatnya.Entah kenapa setelah mendengar ucapannya didalam hati kecil Nayla, dia seakan tidak rela jika Davin berhenti berjuang mendapatkan cintanya.
TBC