
Lima hari kemudian hari yang di tunggu tunggu telah tiba hari dimana Nayla dan Davin mengucapkan janji suci dalam ikatan pernikahan.
para tamu undangan sudah hadir, kerabat turun hadir dalam acara pernikahan Nayla dan Davin.
Davin terlihat semakin tampan dengan tuxedonya yang berwarna putih dan kini dia tengah menungu sang mempelai wanita yang tengah di rias.
Edward menghampirinya lalu menepuk pundak Davin pelan.
"Jangan gugup Vin aku dulu juga merasakan hal yang sama seperti kamu. "
"Iya Kak Edward. "
Tak lama kemudian Nayla datang di temani orang tuanya dan mereka berjalan menuju ke tempat Davin berdiri.
Daddy Arsa menyerahkan tangan puterinya pada calon menantunya Davin.
"Ingat ya Davin kamu harus jaga puteri Daddy ini. "
"Pasti Daddy. "
Daddy tersenyum lalu berlalu pergi dari sana.Davin mengenggam tangan Nayla dan keduanya menghadap kearah pendeta.
"Saudara Davindra Arkansas apakah kamu bersedia menerima Nayla Amelia sebagai istri Anda dalam suka maupun duka. "
"Ya saya bersedia."
"Saudari Nayla Amelia apakah kamu bersedia menerima Davindra Arkansas sebagai suami Anda dalam suka maupun duka. "
"Ya saya bersedia. " Nayla melirik suaminya sambil tersenyum manis.
"Mulai sekarang kalian resmi menjadi suami istri dan acara selanjutnya memasangkan cincin ke jari pasangan. "
Mommy Keyla maju ke depan dan menyerahka cincinnya.Davin mengambil satu lalu memasangkannya ke jari manis Nayla begitu juga dengan Nayla.
"Sekarang tuan boleh mencium istri Anda. "
Davin menghadap istrinya lalu dia merangkul pinggang sang istri kemudian mencium bibir Nayla di hadapan para tamu undangan.
Prok prok prok suara tepuk tangan meriah dari para tamu.
Davin menyudahi ciumannya lalu memeluk gadis yang dia cintai yang kini resmi menjadi istrinya dan Nayla membalasnya.
__ADS_1
"Love you istriku. "
"Love you too Suamiku. " sambut Nayla lalu melepaskan pelukannya.
Keduanya saling melempar senyum kebahagiaan satu sama lain.Namun tidak dengan Nathan yang berada di kejauhan menatap mereka dengan tatapan nanar.
Keluarga Nayla langsung menghampiri ke dua pengantin untuk mengucapkan selamat begitu juga dengan Nathan dan keluarganya
Satu persatu mereka memeluk Nayla bergantian dan terakhir yang memberi selamat pada Nayla adalah Alana. Keduanya menangis bersama bukan tangis kesedihan namun tangis bahagia.
"Akhirnya Nayla kamu resmi menjadi nyonya Davin. " goda Alana sambil melepaskan pelukan mereka.
"Iya Kak Alana aku sangat bahagia hari ini. " ungkap Nayla dengan senyum mengembang di bibirnya.
Sementara Keluarga Nathan juga memberikan selamat pada Nayla dan Davin atas pernikahan mereka.Nathan berjalan menghampiri gadis yang dia cintai sambil tersenyum palsu.
"Selamat atas pernikahan kamu Nayla dan aku harap kamu akan selalu bahagia. " ucap Nathan sambil tersenyum menutupi luka hatinya.
Mommy Maureen merasa kasihan pada puteranya yang tengah merasakan patah hati di tinggal nikah gadis yang dia cintai.
Nayla tersenyum sambil mengangguk lalu dia memeluk Nathan dan Nathan membalas pelukannya sebentar setelah itu melepaskan nya.
"Iya Nayla. " Nathan segera pergi dari sana tak kuat melihat gadis yang dia cintai menikah dengan pria lain.
Setelah kepergian Nathan, Davin segera memeluk istrinya dari samping sesekali mencium pelipisnya dengan lembut.
Sedangkan para orang tua berbincang bersama sambil duduk di sofa yang berada di sudut ruangan sambil nikmati pestanya.
Beberapa Jam kemudian, Nayla merasakan pegal pada kakinya hal itu di sadari oleh Davin.Dia segera menyuruh Nayla duduk dan Nayla langsung menurutinya.
"Sayang Aku capek banget kapan pestanya usai sih. " keluh Nayla.
"Nanti malam masih ada resepsi sayang ya sudah aku tanya sama mommy dulu ya. " ujar Davin.
Davin langsung pergi menemui orang tua mereka.
tak lama kemudian Davin kembali dan mengajak istrinya pergi ke kamar.Mereka berdua langsung menaiki tangga menuju ke kamar mereka berdua.
Cklek Nayla membuka pintu lalu masuk ke dalam diikuti Davin dari belakang dan tak lupa menutup pintunya.
Davin segera membantu menurunkan resleting gaun sang istri hingga terlihat punggung mulus Nayla.Hal itu sontak membuat Davin menelan ludahnya kasar namun dia menahan gairahnya yang tiba tiba bangkit.
__ADS_1
Nayla langsung pergi ke kamar mandi sementara Davin melepaskan tuxedonya hingga menampilkan dada bidangnya setelah itu mengambil pakaian dalam lemari.
Skip
Nayla sudah berganti pakaian dan merebahkan tubuhnya di ranjang lalu tertidur.
Davin keluar dari kamar mandi dengan sudah berpakaian lengkap dan menyusul istrinya berbaring di atas ranjang.
💕💕
at 07.00 malam
Satu jam kemudian Alana berjalan menuju kamar pengantin baru tersebut.
Tok tok tok suara pintu diketuk dari luar
"Nayla, Davin ayo ini malam resepsi pernikahan kalian. " seru Alana dari luar pintu.
"Iya Kak kami akan menyusul. " teriak
Nayla.
Alana langsung berlalu dari sana kemudian menuruni tangga.
Sementara di dalam kamar Nayla dan Davin telah selesai bersiap.Keduanya tampak serasi dengan pakaian mereka yang tampak senada.Keduanya bergegas keluar dari kamar dan menuruni tangga.
Tap tap tap suara langkah kaki kedua mempelai yang menghampiri para tamu.
Nayla merangkul lengan suaminya sambil tersenyum menatap para tamu yang kini memperhatikan mereka berdua.Nathan terpesona dengan penampilan Nayla saat ini.
"Kamu sangat cantik Nayla. " batin Nathan sambil menatap penuh cinta kearah Nayla.
"Seandainya Aku tidak telat menyadari perasaanku pasti sekarang aku lah yang menjadi suamimu, " gumam Nathan dengan raut penuh penyesalan.
Tatapan Nathan terus terpusat pada Nayla yang kini tersenyum kearah semua orang yang ada di sana.Kiara yang sedari tadi memperhatikan sang kakak hanya bisa menghela nafas panjang lalu menyenggol lengan Nathan.
"Ingat Kak, Nayla sudah menjadi istri kak Davin kakak enggak boleh mencintai istri orang. " cecar Kiara dengan nada tegasnya.
Nathan hanya diam dan memilih memperhatikan Nayla dari kejauhan.Kiara hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang kakak dan dia juga merasa kasihan pada Nathan.
TBC
__ADS_1