
🍁...Selamat membaca... 🍁
Alana telah selesai menyuapi suaminya makan dan kini dia tengah memberikan segelas air putih pada Edward.Setelah selesai dia meletakkan kembali gelasnya ke atas meja.Alana menatap suaminya sambil tersenyum manis.
"Bagaimana sayang kamu sudah kenyang belum? " tanya Alana dengan lembut.
"Iya Aku sudah kok Honey, " jawab Edward dengan singkat.
drt.. drt
suara ponsel bergetar.
"Sayang sepertinya ponsel kamu berbunyi, " ucap Edward mengingatkan istrinya.
Alana kembali berdiri dan berjalan menuju ke sofa.Lalu dia membuka tasnya dan meraih ponselnya.Alana segera membuka pesan dan terkejut melihat foto dirinya di peluk seorang pria kemudian diapun membaca pesan dari nomor asing tersebut.
Tanpa babibu Alana segera menghapus pesan tersenyum dan dia mengepalkan kedua tangannya menahan emosi.Edward mengerutkan dahinya melihat raut wajah istrinya yang terlihat gusar dan juga emosi.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Edward dari kejauhan.
Alana menoleh lalu menggelengkan kepalanya kearah sang suami.Setelah itu dia menyimpan ponselnya kedalam tas.Lalu dia menyandarkan tubuhnya di sofa sambil memijit kepalanya.
__ADS_1
Cklek Mommy Raissa dan orang tua Alana masuk kedalam ruangan.Mommy Keyla berjalan mendekati puterinya dan duduk disebelahnya.Alana duduk dengan tegap kemudian menghambur kedalam pelukan sang mommy dan tak lama kemudian terdengar isak tangis Alana.Mommy Keyla langsung mengusap punggung puterinya.
Mommy Raissa beralih menatap puteranya dan langsung menatapnya tajam.Edward menggelengkan kepalanya pertanda bukan dia yang membuat Alana menangis.
"Jelaskan kenapa kamu malah membuat istrimu menangis nak? " cerca mommy Raissa.
"Bukan aku yang membuatnya menangis mom tadi aku lihat Alana memeriksa ponselnya setelah itu dia menangis, " ungkap Edward dengan jujur.
"Baiklah mommy percaya padamu, " ucap Mommy Raissa.
Alana melepaskan pelukannya dari tubuh mommynya dan dia menatap mommy Keyla dengan mata sembabnya.
"Nak, kamu kenapa menangis sayang? " tanya mommy Keyla dengan lembut.
"Astaga nak jadi nomor ini mengancam kamu sayang, " pekik Mommy Keyla dengan raut terkejutnya.
"Iya Mommy dan dia juga berusaha menghancurkan hubunganku dengan
Edward, " ungkap Alana dengan lirih.
Mommy Keyla menghela nafas kasar lalu menyimpan ponsel puterinya kedalam tas Alana.Setelah itu dia menenangkan puterinya yang masih terlihat syok.Mommy Raissa segera menghampiri menantu dan besannya. Dia ikut menenangkan menantunya yang tengah terkejut dengan apa yang dialaminya.
__ADS_1
"Sayang jangan terlalu dipikirkan ya nak kamu sedang hamil dan itu tidak bagus untuk kehamilannya jika kamu stress, " tegur Mommy Raisa dengan lirih.
"Iya mommy terimakasih nasehatnya, " jawab Alana tersenyum tipis.
"Sama sama sayang sebaiknya kamu pulang bersama orang tuamu biar mommy yang menjaga Edward disini, " tutur Mommy Raisa.
Alana menganggguk lalu diapun berdiri dan sebelum pulang dia berpamitan pada suaminya.Dia segera mencium kening dan bibir Edward sekilas setelah itu menjauhkan wajahnya.
"Aku pulang dulu hubby, " pamit Alana.
"Iya Sayang hati hati, " jawab Edward tersenyum tipis.
Alana berbalik dan berjalan keluar dari ruangan rawat Edward disusul Mommy Keyla. Kini tersisa mommy Raisa yang kembali menghampiri puteranya dan menyuruhnya istirahat setelah itu dia mendekat kearah Daddy Arka yang masih berbaring lemah dengan mata tertutup diranjang.
Mommy Raisa langsung duduk disamping Daddy Arka lalu diapun mengenggam tangan pria paruh baya tersebut.Sementara Edward memilih memejamkan matanya karena dia mengantuk dan dia membiarkan Mommynya menemani sang Daddy.
"Daddy tahu kasihan menantu kita Alana yang menghadapi masalah sendirian karena putera kita Edward amnesia selain itu Alana juga di ancam dan diteror orang, " cerocos mommy Raisa.
Mommy Raisa menghela nafas panjang lalu kembali menatap suaminya dengan tatapan sendunya.Dia berharap sang suami segera sadar dan cepat sembuh.
"Aku merindukanmu Dad sangat, merindukan pelukanmu dan ciumanmu dikeningku, " ungkap Mommy Raissa.
__ADS_1
Satu jam kemudian setelah selesai menumpahkan keluh kesahnya, Mommy Raissa memilih tidur di salah satu kamar yang memang ada di dalam ruangan khusus VIP.
TBC