Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Season 3 Kamulah takdirku posesif


__ADS_3

Di kediaman Hudson, Jackson kini berada di ruang tamu sambil menyentuh bibirnya. Entah kenapa setelah berciuman dengan Selena membuat perasaannya menghangat.


"Aku ingin mencicipi bibirnya lagi. " gumamnya sambil tersenyum.


Jackson tersadar dan kini langsung mengenyahkan pikirannya tentang Selena, puteri dari sahabatnya Nathan namun semuanya sia sia. Dia melirik arljinya sekilas kemudian bangkit dan pergi dari ruang tamu.


Jackson menaiki tangga menuju ke kamarnya. Sampai di sana dia langsung membuka kancing kemejanya asal asalan dan meletakkan jam dan ponsel di nakas setelah itu pergi ke kamar mandi dan duduk di bawah guyuran air.



"Sial kenapa aku selalu terbayang bibir mungil menggoda milik Selena. " makinya.


Jackson membiarkan tubuhnya di guyur air supaya menghilangkan pikiran kotornya tentang Selena beserta tubuhnya.


Satu jam kemudian Dia ke luar dari kamar mandi dengan selembar handuk berjalan ke lemari mengambil kaos dan celana panjangnya lalu memakainya.


Kini Jackson duduk di ranjang dan memyambar ponselnya.Dia tersenyum lebar setelah membaca pesan dari Nathan.


"Nanti datanglah ke mansionku makan malam bersama. " seru Nathan.


"Baiklah Nath. " balasnya. Jackson tersenyum menyeringai karena tidak sabar bertemu Selena lagi.


Setelah itu ke luar dari kamar dan menuruni tangga. Dia mengerutkan dahinya melihat sang mommy berada di ruang tamu dan Jackson menghampirinya.


"Untuk apa Anda kemari? " tanya Jakson dengan tampang datarnya menatap wanita paruh baya di depannya.


"Jackson maafin Mami nak. " sesal wanita paruh baya tersebut.


"Maaf. Cih enak sekali anda bicara setelah apa yang kamu lakukan padaku dan mendiang Daddy dulu. " ketus Jackson.


Mami Clara menghela nafas lagi melihat sikap puteranya namun dia memakluminya karena ini adalah salah dirinya.

__ADS_1


"Sebaiknya Anda pergi dari sini sekarang. " usir Jackson.


Mami Clara bangkit dari duduknya lalu pergi dari ruang tamu dan ke luar. Sepeninggal Ibu kandungnya, Jackson kembali mengusap wajahnya kasar lalu memyambar kunci mobilnya kemudian ke luar mansion.


Jackson melajukan mobilnya membelah jalanan menuju ke mansion sahabatnya Nathan.


Skip Malam hari di kediaman keluarga Stefanus. Selena merasa kesal dengan orang tuanya yang menyuruhnya untuk menemani Jackson di ruang tamu.Jackson terkekeh melihat raut kesal tertera di wajah Selena.


"Memangnya Om enggak punya rumah apa ya kok ke sini. " cetus Selena dengan bibir menggerutu kesal.


"Bibirmu minta di cium ya Sel. " goda Jackson sambil tersenyum meledek gadis di sebelahnya.


"Om Mesum. " sengitnya kesal.


Jackson tersenyum geli kemudian meraih pinggang Selena lalu merengkuhnya posesif. Sedangkan Selena mencoba melepaskan namun semuanya percuma.


"Sepertinya makan malam sudah siap sebaiknya kita pergi ke meja makan Om. " ajak Selena.


Di meja makan



Berbagai macam makanan telah tersedia di meja makan.Mereka berempat makan malam bersama sambil membahas keakraban antara Nathan dan Jackson layaknya saudara mungkin sebentar lagi sebagai mertua dan menantu wkwk (^ω^)(´⊙ω⊙`).


Drt drt drt suara ponsel Selena berbunyi


Selena langsung meraihnya kemudian mengangkatnya.


"Halo Ris ada apa? " tanya Selena penasaran.


"Sel, Kita besok diundang di acara ulang tahunnya Axel. " seru Larissa.

__ADS_1


"Oke kita harus ke sana bye. " pekik Selena senang.


Selena mengakhiri sambungannya dengan senyum merekah.Hal itu tak luput dari pandangan orang tuanya dan juga Jackson.


"Mom, Dad besok aku dan Larissa akan pergi ke pestanya Axel. " ungkap Selena sambil tersenyum.


"Axel bukankah pria yang menyukaimu sayang? " tanya Mommy Velly melirik kearah sahabatnya Jackson.


"Ya Mom. " Selena mengangguk sambil tersenyum melanjutkan makannya.


Jackson diam diam mengeraskan rahangnya mendengar Selena akan pergi ke pesta Axel membuat darahnya mendidih.


Hal itu sontak membuatnya merasa bingung dengan perasaannya saat ini. Mommy Velly yang melihat reaksi Jackson hanya bisa mengulum senyumnya.


"Biar aku saja yang bereskan piringnya lebih baik Mommy dan Daddy temani tamu kalian itu. "ucap Selena acuh.


Selena membereskan meja makan lalu membawa piring kotornya ke dapur. Sedangkan orang tua Selena dan Jackson kini berada di ruang tamu lagi.


Jackson kembali menatap Nathan dan Velly secara bergantian setelah itu membuang nafasnya berat.


"Sejak kapan pria bernama Axel menyukai Selena? " tanya Jackson penasaran.


"Sepertinya kamu penasaran sekali Jack. " ledek Nathan sambil tertawa.


"Aku serius Nath. " Jackson langsung menatap tajam sahabatnya tersebut.


"Satu tahun lalu saat kami berada di tokyo. " jawab Nathan santai.


Jackson manggut manggut namun tak lama kemudian sebuah seringai menghiasi bibirnya saat ini. Nathan dan Velly yang melihatnya hanya bisa mendengus keras.


"Tak akan kubiarkan Selena dimiliki oleh pria lain. " ucapnya sambil tersenyum miring.

__ADS_1


TBC


__ADS_2