
Lisa kini memakai kaca mata dan memakai tompel di wajahnya karena dia mendengar kalau Alana masih hidup hal itu tentu saja membuatnya kesal dan makanya dia memutuskan untuk menyamar.
Dia keluar dari rumahnya setelah itu masuk kedalam mobilnya kemudian melajukannya dengan kencang.Beberapa menit kemudian Dia menepikan mobilnya tak jauh dari Mansion keluarga Rajendra dan Lisa benar benar mengawasi Alana juga keluarganya.
"Aku tidak akan membiarkan kamu hidup tenang Alana, " ucap Lisa dengan nada sinisnya.
Sementara Alana dan lainnya kini berada di ruang tamu.Edward kini memperhatikan kekasihnya dengan intens sekaligus masih terkihat khawatir dengan kondisi Alana.Alana yang peka pun langsung mengenggam tangan Edward dengan erat.
"Kamu jangan khawatir sayang aku sudah sehat kok, " ucap Alana meyakinkan kekasihnya.
Edward langsung mendekap Alana dari samping dan Alana memegang tangan kekaishnya yang mendekapnya.Kedua orang tua Alana dan Nayla tersenyum melihat keduanya yang tengah berpelukan.
"Alana, Daddy akan memerintahkan bodyguard untuk berjaga di depan mansion kita juga selalu mengikuti kemana pun kamu pergi, " ujar Daddy dengan tegas.
"Tapi Daddy, " protes Alana.
"Sayang apa yang dikatakan Om Arsa ada benarnya dan ini demi kebaikan kamu, " bujuk Edward.
Alana menghela nafas pelan lalu mengangguk mengiyakan ucapan Daddynya. Sontak kedua orang tuanya merasa lega mendengar ucapan Alana dan Daddy segera menghubungi beberapa orang kepercayaan nya untuk berjaga jaga didepan Mansion dan mengikuti kemanapun kedua putrinya pergi. Mommy beralih menatap puteri keduanya dan mengenggam tangan Nayla.
"Sayang, kamu tinggal disini saja ya Mommy tidak mau jika Lisa ikut menyakiti kamu nak, " ucap Mommy memberi pengertian pada Nayla.
"Iya Mommy aku akan tinggal disini, " jawab Nayla sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Terimakasih nak atas pengertian kamu sayang, " ucap Mommy sambil tersenyum lega
Sementara Alana menelusupkan wajahnya didada bidang sang kekasih dan Edward mendekapnya membiarkan kekasihnya bermanja padanya.Orang tua Alana tersenyum tipis melihat puteri mereka yang sangat manja pada calon suaminya.
"Sayang Kalau kamu mengantuk tidurlah," bisik Edward dengan lembut.
"Aku enggak mengantuk honey, " balas Alana dengan pelan.
Edward melepaskan pelukannya namun dia tetap merangkul Alana dari samping. Sementara Nayla pergi dari ruang tamu dan memilih duduk di teras karena ponselnya berbunyi.Disana dia mengobrol dengan Davin lewat video call.Di ruang tamu, Edward melirik arlojinya menunjukkan angka 09.00 pagi setelah itu kembali memperhatikan calon mertuanya.
"Tante, Om bagaimana kalau pernikahan Aku dan Alana dipercepat?" tanya Edward dengan raut wajah seriusnya.
Mommy Keyla dan Daddy Arsa saling melirik satu sama lain dengan senyuman setelah itu keduanya menatap kembali kearah Edward.
"Terimakasih Om, Tante dan aku janji akan melindungi dan membahagiakan puteri kalian ini, " ucap Edward sambil mengelus pipi Alana, kekasihnya.
"Iya Nak Edward, Tante dan Om percayakan Alana sama kamu jadi kelak saat kamu sudah resmi jadi suaminya kamu harus benar benar melindunginya, " tegur Mommy Keyla dengan bijak.
"Iya Tante, Aku janji, " balas Edward sambil tersenyum tipis.
Edward beralih menatap kekasihnya yang kini juga tengah memandangnya penuh cinta dan tanpa babibu dia mengecup sekilas bibir Alana setelah itu beralih mencium keningnya. kemudian Edward menjauhkan wajahnya dan kembali menatap Alana.
"Sayang kamu sudah siapkan menjadi nyonya muda Edward Alejandro Luther? " tanya Edward dengan senyum terukir dibibirnya.
__ADS_1
"Tentu saja sangat siap honey, " jawab Alana sambil tersenyum manis.
"Ngomong ngomong kita jalan jalan yuk sayang aku bosan nih di Mansion terus, " rengek Alana.
Edward beralih menatap calon daddy mertuanya dan dia mendapat anggukan dari Daddy Arsa.Setelah itu dia kembali menatap Alana sambil tersenyum.
"Ayo sayang kita pergi jalan jalan, " balas Edward tersenyum tipis.
Alana tersenyum lebar mendengarnya lalu dia langsung pergi meninggalkan ruang tamu dan menuju ke kamarnya.Beberapa menit kemudian Alana kembali dan keduanya langsung berpamitan pada Daddy dan Mommy.
"Kalian hati hati dijalan dan ajak bodyguard agar menjaga kalian, " tegur Daddy.
"Iya Daddy, " balas Alana singkat.
Alana dan Edward melangkahkan kakinya menjauh dari ruang tamu dan keduanya keluar dari mansion.Mereka berdua melihat beberapa bodyguard yang ada di depan Mansion dan Edward segera menghampiri mereka.
"Salah satu kalian ikut aku jalan jalan dan awasi sekitar jika ada seorang gadis yang mencurigakan hubungi aku," ucap Edward dengan tegas.
"Siap Tuan Muda, " jawab salah satu bodyguard.
Edward dan Alana langsung masuk ke mobil setelah itu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan diikuti mobil yang dilajukan bodyguard. Kedua mobil keluar dari halaman Mansion dan melaju memecah jalanan.Dari kejauhan Lisa memicingkan matanya kemudian menyeringai melihat mobil Edward keluar dan dia langsung melajukan mobilnya mengikuti mobil Edward.
TBC
__ADS_1