Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Tenang


__ADS_3

Sementara Daddy Arsa kini menghajar Herone dan menampar Lisa berkali kali guna meluapkan emosinya pada mereka.


"Akan ku pastikan kalian membusuk di penjara dan juga merasakan sakit seperti puteriku rasakan, " desis Daddy Arsa dengan sorot tajamnya.


"Hahaha puterimu sialan itu memang pantas mendapatkannya Tua bangka, " ujar Lisa dengan sarkas.


Daddy Arsa semakin emosi dan hendak menamparnya namun Jonathan langsung menahannya.Dia berjalan mendekati Lisa dan menamparnya dengan keras.


"Masukkan mereka ke penjara Pak polisi, " ujar Daddy Arsa dengan nada datarnya.


"Iya Tuan kalian bisa ikut bersama kami memberikan keterangan, " ujar Polisi.


Polisi segera membawa Lisa dan Herone lalu memasukkannya ke dalan mobil setelah itu pergi menjauh diikuti dari belakang oleh Nathan dan Daddy. Nathan dan Daddy Arsa yang sudah berada di mobil.


.


.


.


💕...💕


Di rumah Sakit..


Dalam ruang Rawat Alana, Edward selesai menyuapi istrinya dengan bubur.Dia merasa lega melihat Alana yang sudah mulai tenang saat ini meskipun masih bersedih.


Edward kembali mengenggam tangan sang istri dengan erat.Alana hanya diam sedari tadi memperhatikan suaminya dengan intens.


"Jangan bersedih sayang masih ada aku dan keluarga besar kita masalah anak kelak kamu pasti akan hamil lagi sayang, " ucap Edward sambil tersenyum.


"Iya Hubby kamu benar lalu bagaimana dengan ingatan kamu sayang? " tanya Alana mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Aku sedikit mengingat saat kamu bersikap dingin padaku dulu di kantor Sayang, " ungkap Edward sambil tersenyum.


"Kemajuan yang bagus sayang dan bagaimana dengan saat kamu melamarku hingga kita honeymoon di Maldives? " tanya Alana penuh harap.


Mendengar ucapan istrinya, Edward terdiam sejenak tiba tiba bayangan samar muncul di kepalanya.Diapun langsung merasakan sakit pada kepalanya dan terlihat beberapa bayangan yang mulai terlihat di kepalanya. Alana panik melihat suaminya kini memegangi kepalanya.


Edward menoleh dan menatap istrinya sambil tersenyum.Sedangkan Alana menatap suaminya dengan raut bingung.


"Lambat laun ingatan ingatan saat kita menikah di gereja sampai honeymoon di Maldives mulai muncul Sayang dan tak sabar aku mengingat semuanya, " ujar Edward dengan semangat.


Alana mengenggam tangan suaminya lalu mengusapnya lembut.Kini tatapan Alana sangat lembut memandang wajah sang suami.


"Jangan terlalu dipaksa Hubby, Aku takutnya nanti kamu malah drop dan sakit, " tegur Alana dengan lembut.


"Iya Sayang kamu benar ya sudah aku pulang dulu ya mau mandi dan berganti pakaian, " pamit Edward.


Alana mengangguk ketika Edward mencium kening dan bibirnya sekilas.Setelah itu Edward kembali berdiri dan bergegas keluar dari ruang rawat istrinya.


Setelah kepergian suaminya, keluarganya masuk ke dalam dan mendekatinya.Mommy Raissa datang sambil membawakan buah untuk menantunya itu.


"Sabar ya sayang tunggu suami kamu dulu dan mau mommy kupasin apelnya? " tawar sang Mertua.


"Iya Mommy, " jawab Alana sambil tersenyum tipis.


Mommy Raissa segera mengupas apelnya seteleah selesai diapun memotongnya kecil kecil lalu menyuapkannya pada menantunya.


Sementara Mommy Keyla sangat lega melihat puterinya kembali tersenyum seperti semula.


Setelah selesai menyuapi menantunya dengan buah Apel.Mommy Raissa dan Mommy Keyla langsung duduk di kanan dan kiri Alana.Mereka berdua menghibur Alana dengan cerita lucu.


.

__ADS_1


.


<----> 🌱


Dilain sisi Nayla dan Davin kini berada di taman.Nayla menghela nafas panjang dan ikut bersedih mengingat kejadian yang menimpa kakaknya Alana.


"Aku enggak sanggup melihat kakakku bersedih karena kehilangan janinnya Davin, " ucap Nayla dengan lirih pada Davin disebelahnya.


"Jadi Apa yang harus aku lakukan supaya kak Alana bahagia lagi Vin? " tanya Nayla gusar.


Davin segera mengenggam tangan Nayla dengan erat dan kini dia tengah menatapnya intens.


"Yang kamu lakukan hanya cukup mendukungnya dan menyayangi kak Alana selain itu lakukan hal hal yang membuatnya terhibur, " ujar Davin dengan bijak.


Nayla menoleh kearah Davin sambil


mengangguk setelah itu diapun langsung memeluk tubuh Davin.Davin terkejut namun dia membalas pelukan Nayla sambil tersenyum.


"Terimakasih ya Vin kamu selalu berada disampingku menguatkankan Aku dan menyemangatiku, " ucap Nayla dengan tulus.


"Sama sama Nayla, " jawab Davin tersenyum tipis.


Drt ponsel bergetar..


Nayla melepaskan pelukannya begitu juga dengan Davin.Dia segera mengambil ponselnya dan membaca pesan dari mommy nya setelah selesai menyimpam kembali ponselnya dalam tas.


"Ada apa Nayla? " tanya Davin penasaran.


"Kak Alana dan Kak Edward dalam perjalanan pulang ke Mansion mereka sebaiknya kita ke sana, " jawab Nayla.


Davin mengangguk lalu mereka beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan taman lalu masuk ke mobil.Davin melajukan mobilnya kencang menuju Mansion calon kakak iparnya.

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMENTAR...


__ADS_2