
Selamat Membaca..
đź’•
Beberapa hari kemudian pagi yang cerah Alana memandikan baby Vano dengan tangannya sendiri karena dia sudah memutuskan untuk merawat puteranya bersama sang suami Edward tanpa menggunakan pengasuh.
Selesai mengganti popok dan memakaikan baju, Alana tersenyum lebar melihat puteranya begitu tampan dan sangat memggemaskan.
"Tampannya putera mommy. " Alana menatap baby Vanoa dengan senyum manisnya setelah itu menggendongnya dan membawanya ke luar kamar menuruni tangga dengan sangat hati hati.
Di meja makan Alana Langsung duduk di sebelah puteri kecilnya Tiara.
"Selamat pagi kak Tiara, selamat pagi Daddy. " sapa Alana menirukan suara anak kecil.
"Selamat pagi putera Daddy. " Edward tersenyum melihat istrinya tengah menggendong putera mereka.
Mereka sarapan bersama di meja makan hingga beberapa menit kemudian mereka selesai dengan kegiatan sehari hari mereka itu.
Edward berjalan mendekati istrinya lalu mencium kening dan bibir Alana sambil menutup mata Tiara.Setelah selesai dia melepaskan tangannya yang menutupi mata puterinya.
"Sayang kami berangkat dulu. "
"Iya Hati hati dan Tiara ayo pamit sama adik Vano dulu. " seru Alana dengan lembut.
"Iya Mom.Kakak berangkat sekolah dedek Vano nanti siang kita main lagi. " Tiara mencium sekilas pipi adiknya setelah itu meraih tasnya dan menggandeng tangan Edward dan pergi dari meja makan.
Setelah kepergian suami dan puteri kecil mereka kini tatapannya beralih ke baby Vano yang berada dalam gendongannya.
"Bibi. " panggil Alana.
Seorang wanita paruh baya tergopoh gopoh menghampirinya dan memberi hormat.
__ADS_1
"Tolong bereskan meja makan ya Bi. "
"Iya Nyonya. "Bibi langsung melaksanakan tugas yang diperintahkan majikanya padanya.
Alana beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju pintu depan lalu keluar dari mansion kemudian duduk di kursi yang ada di teras.
Baby Vano berceloteh dengan bahasa bayinya hal itu tentu membuat Alana merasa gemas dengan putera kecilnya. Dia mengenggam tangan mungil baby Vano lalu mengecupnya berulang ulang.
"Terimakasih ya sayang karena kamu telah hadir di hidup mommy dan daddy juga kakakmu Tiara serta kakek dan nenekmu. Mommy harap kelak kamu bisa melindungi kakakmu Tiara ya sayang. " tutur Alana dengan suara lembut.
Tin tin suara mobil masuk ke dalam halaman mansion. Sontak Alana tersenyum lebar melihat adiknya Nayla keluar dari mobil di bantu Davin lalu berjalan menghampiri Alana.
"Pagi kak Alana dan pagi keponakan Aunty yang paling tampan. " sapa Nayla sambil tersenyum.
"Pagi juga aunty. Ayo masuk ke dalam Vin ajak istrimu ke dalam. " seru Alana sambil menggendong baby Vano.
"Iya Kak. " sahut Davin singkat.
"Nay kandunganmu usia berapa? " tanya Alana.
"Masuk bulan delapan kak Alana dan jenis kelaminnya laki laki. " balas Nayla tersenyum sambil menatap sang kakak.
Alana ikut senang mendengar penuturan adiknya barusan setelah itu fokusnya kembali pada putera kecilnya dan mengusapnya sayang. Melihat pemandangan di depannya membuat Nayla semakin tidak sabar menanti buah hatinya bersama Davin.
"Baby boy sehat sehat di perut Mama satu bulan lagi kita bertemu sayang. " seru Nayla sambil mengusap perut buncitnya.
Davin merangkul istrinya dari samping dan melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan istrinya.
"Kak bolehkah aku menggendong baby
Vano? " tanya Nayla.
__ADS_1
"Biarkan Davin yang menggendongnya Nay. "
Alana menyerahkan puteranya pada adik iparnya dan Davin kini yang menggendong baby Vano.Nayla segera memberikan ciuman di kedua pipi keponakannya dan bergantian dengan Davin.
"Kak bagaimana kalau baby Vano aku bawa pulang terus kak Alana buat lagi sama kak Edward. " gurau Nayla sambil tertawa.
"Ada ada aja kamu Nay. " Alana tergelak mendengar candaan adiknya.
Davin ikut tertawa sambil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sang istri barusan.Merasa gemas dengan Nayla, Davin langsung mendaratkan ciuman di bibir istrinya sekilas setelah itu menjauhkan wajahnya.
Alana yang melihatnya berdecak sebal dengan kelakuan adik iparnya yang tidak tahu tempat.
"Davin, jangan nodai puteraku yang polos dengan hal hal mesum. " cebik Alana dengan raut jengkelnya.
Davin tertawa puas melihat wajah kakak iparnya terlihat kesal dan dia kembali mencium Nayla singkat sontak membuat Alana melotot dan menatap tajam Davin. Nayla hanya bisa tersenyum melihat tingkah jahil suaminya pada Alana sambil mengusap perutnya
"Davin. " pekik Alana.
Davin terkekeh lalu memberikan baby Vano pada kakak iparnya dan Alana kembali menggendongnya.Dia tersenyum melihat puteranya tertawa khas bayinya.
"Jangan bilang baby Vano kelak jadi pria mesum dan menyebalkan seperti uncle Davin hemm. " cetus Alana pada puteranya yang tertawa riang.
Alana kembali menciumi wajah puteranya membuat Davin dan Nayla ikut senang melihat keduanya menambah kebahagiaan berlipat ganda.
"Kalian berdua sudah tentukan nama untuk calon putera kalian kelak? " tanya Alana menghentikan aksinya menciumi baby Vano.
"Sudah kak. " jawab Davin sambil tersenyum tipis.
Pelayan datang dan meletakkan minumannya di atas meja setelah itu pergi dari sana. Mereka bertiga kembali mengobrol membahas calon anak Davin dan Nayla.
TBC
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komen