Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Khawatir


__ADS_3

Alana tersenyum tipis kearah orang tua Edward.Dia melirik kearah Edward yang memilih membuang muka enggan menatapnya hal itu membuatnya bingung.


"Kamu kenapa Edward kok sedari tadi aku lihat kamu terus membuang muka dariku?" tanya Alana


"Ehem enggak kok aku enggak kenapa kenapa," elak Edward


"Kenapa diriku merasa berdebar melihat senyum manis dari Alana," batin Edward


"Tante, Om sebaiknya aku pamit pulang ya karena besok aku harus kembali bekerja," ujar Alana


"Baiklah sering seringlah kesini dan tante akan mengajakmu membuat kue," ucap Mommy


"Iya tante kapan kapan aku akan kesini," balas Alana


Alana langsung berdiri begitu juga dengan Edward. Mereka berdua berbalik dan melangkahkan kaki mereka meninggalkan ruang tamu.Sementara orang tua Edward tersenyum menatap kepergian keduanya.


"Alana sangat cocok dengan putera kita Daddy," ujar Mommy


"Tapi kita belum tahu mengenai keluarga Alana Mommy," tegur Daddy


"Mommy yakin Alana gadis baik baik Daddy," balas Mommy

__ADS_1


Alana dan Edward masuk kedalam mobil lalu Edward melajukan mobilnya dengan kencang. Didalam mobil Alana memilih menatap pemandangan dari balik kaca mobil.Drt..drt ponsel Alana berbunyi dan dia langsung mengambilnya dari dalam tasnya.Alana mengerutkan dahinya melihat nomor tidak dikenal menghubunginya.Edward melirik Alana yang masih ragu ragu mengangkatnya.


"Angkatlah Al siapa tahu penting," ujar Edward


"Halo ini siapa?" tanya Alana


"Syukurlah kamu mau mengangkat teleponku Alana.Aku merindukanmu Alana dan juga mencintaimu," ucap Jonathan


"Jonathan," panggil Alana dengan lirih


"Halo nona pria yang menghubungi nona saat ini ada di Club xxx no 22 datanglah kesini karena priamu mabuk berat," ucap bartender


Alana mematikan panggilan telepon dan memasukkan kembali ke dalam tasnya.Dia menoleh dan menatap Edward dengan raut paniknya.


"Turunkan aku disini saja Edward," ujar Alana


"Kamu mau kemana Al?" tanya Edward bingung


"Aku mau ke Club xxx no 22," ungkap Alana


"Biar aku antar kamu kesana," ujar Edward dengan tegas

__ADS_1


Alana mengangguk mengiyakan ucapan dari Edward.Edward kembali fokus menyetir hingga 45 menit kemudian mereka sampai didepan Club.Alana langsung keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam Club. Edward keluar dari mobilnya dan menyusul Alana yang terlebih dahulu masuk kedalam. Alana dan Edward berjalan menuju ke tempat Bar mengabaikan pria hidung belang yang ingin mendekati Alana namun Edward melirik tajam kearah mereka.Mereka berdua melangkahkan kaki mereka menghampiri Jonathan yang menaruh kepalnya dimeja bar karena kebanyakan minum.Alana langsung menepuk nepuk pipi Jonathan namun berakhir sia sia.


"Alana menyingkirlah biarkan aku yang memapahnya keluar dan kamu bawa mobil milikku," ujar Edward sambil memberikan kuncinya pada Alana


Alana menerima kuncinya dan mereka keluar dari Club.Edward menaruh Jonathan dikursi disebelahnya setelah itu dia menghampiri Alana.


"Dimana alamat Mansion keluarga Jonathan?" tanya Edward


"Jalan Mawar no xx," jawab Alana singkat


Edward langsung melajukan mobil nathan dengan kecepatan kencang diikuti Alana dari belakang menggunakan mobil Edward. Didalam mobil Edward melirik Jonathan yang pingsan karena mabuk.


"Jadi dia adalah pria yang dicintai oleh Alana sampai sekarang karena yang aku lihat Alana masih mengkhawatirkannya," batin Edward


Setelah itu Edward kembali fokus menyetir.30 menit kemudian mereka sampai di Mansion keluarga Stefanus.Edward keluar dari mobil dan memapah Jonathan. Alana keluar dari mobil milik Edward dan berjalan menuju ke pintu.Tok.tok..tok Alana mengetuk pintu Mansion sambil melirik kearah Jonathan yang pingsan. Cklek Mommy Maureen membuka pintu dan terkejut melihat putera sulungnya dipapah.


"Alana ada apa dengan Jonathan?" tanya Mommy Maureen


Tbc


jangan lupa vote rate dan komen

__ADS_1


__ADS_2