Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Sahabat


__ADS_3

Didalam mobil milik Alana, Rudi dan Kinanti terlihat canggung sehingga keheningan melanda keduanya. Kinanti memilih menatap pemandangan luar dari kaca mobil.


"Dimana alamat apartemenmu?" tanya Rudi dengan nada datarnya


"Jalan Melati no 34,"balas Kinanti dengan gugup


Rudi melajukan mobilnya menuju ke alamat yang disebutkan oleh Kinanti.45 menit kemudian mereka telah sampai didepan apartemen milik Kinanti.Kinanti keluar dari mobil dan menatap kearah Rudi.


"Terimakasih telah mengantarku," ucap Kinanti


Drt ponsel Rudi berbunyi dan dia langsung mengangkatnya.


"Aku akan membawa mobilnya ke kediaman nona Alana tuan," ujar Rudi


Tut Rudi mematikan panggilan teleponnya dan measukan nya kedalam saku.Dia langsung mengemudikan mobilnya tanpa membalas ucapan Kinanti.Sementara Kinanti terbengong dengan tingkah dingin dari Rudi.


Kinanti POV


Diantarkan seorang pria didalam mobil membuatku canggung dan gugup.Namun melihat tingakah acuhnya dan juga dingin membuatku merasa kesal.


"Dasar pria dingin," gerutu Kinanti


Kinanti berbalik dan berjalan menuju ke apartemennya.Dia mengambil kuncinya lalu cklek membuka pintu apartemen dan langsung masuk kedalam.

__ADS_1


Sementara Rudi kini sudah sampai didepan Mansion keluarga Alana sesuai Alamat yang diberikan Edward.Rudi keluar dari mobil dan masuk kedalam mansion menemui Alana yang ada diruang tamu.


"Permisi nona ini kuncinya," ucap Rudi sambil memberikan kunci mobil pada Alana


"Iya Rudi bagaimana kamu mengantar Kinan ke apartemennyakan?" tanya Alana penuh selidik


"Tentu saja Nona sesuai perintah tuan Edward tadi," jawab Rudi datar


"Honey aku pulang dulu," ujar Edward sambil tersenyum kearah Alana


Alana tersenyum lalu mengangguk.Alana menerima kuncinya dan Edward mencium kening Alana sekilas lalu dia berpamitan pada keluarga Alana.Setelah itu Edward dan Rudi keluar dari mansion kemudian masuk ke mobil.Rudi melajukan mobil tuannya dengan kecepatan sedang.


"Kak Edward so sweet banget ke kakak bikin aku iri saja," celetuk Nayla sambil tersenyum


"Iya kak Al benar," jawab Nayla


Alana memperhatikan wajah adiknya yang masih terlihat sedih namun dia mengerti dengan perasaan adiknya saat ini.Drt..drt ponsel Nayla bergetar dan dia langsung mengangkat telepon dari sahabatnya itu.


"Selamat sore Nay," sapa Devin


"Sore Vin ada apa?" tanya Nayla penasaran


"Bagaimana kalau besok jam 09.00 pagi kita jalan jalan," ajak Devin

__ADS_1


"Iya aku setuju denganmu Vin," jawab Nayla dengan semangat


"Ya sudah See you," ucap Devin


Tut.. Devin mematikan sambungannya terlebih dahulu dan itu tidak dipermasalahkan oleh Nayla.Nayla tersenyum tipis mengingat Devin yang selalu ada untuknya saat dia sedih ataupun senang.


"Aku beruntung memiliki sahabat seperti kamu Devin," batin Nayla


Alana memperhatikan raut wajah adiknya yang berseri hal itu membuatnya penasaran begitu juga dengan Mommy dan Daddy.


"Telepon dari siapa Nay?" tanya Alana


"Oh ini dari sahabatku Devin kak," jawab Nayla sambil tersenyum


"Sahabat kamu itu sepertinya menyukai kamu sayang," tebak Mommy


Vania hanya tersenyum tipis menanggapi tebakan mommynya.Sementara Alana ikut tersenyum karena adiknya kembali ceria seperti biasanya.Sementara Daddy memilih membaca surat kabar sambil mendengarkan obrolan ketiga perempuan kesayangannya itu. Mommy tersenyum sumringah melihat kedua puterinya yang terlihat akur kembali dan dia berharap keduanya mendapatkan kebahagiaannya masing masing.


"Mommy harap kalian bahagia nak," batin Mommy


Tbc


Jangan lupa vote ya reader

__ADS_1


__ADS_2