Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Penasaran


__ADS_3

Alana keluar dari ruangannya diikuti Kinanti. Mereka bersama menuju ke ruang meeting dsn langsung masuk kedalam.Alans langsung duduk berjalan menuju ke kursinya dan seorang wanita menghampirinya.


"Apakah anda wanita bernama Alana?" tanya Lisa


"Iya aku Alana," jawab Alana singkat


"Perkenalkan aku Lisa Andara," ucap Lisa sambil memandang sinis Alana


Alana mengabaikannya dan memilih duduk dikursinya.Dia menatap dewan direksi dengan tatapan datarnya begitu juga dengan Lisa.Lisa mengepalkan kedua tangannya dibawah meja sambil melirik sinis Alana.


Lisa POV


Jadi wanita didepanku ini adalah kekasih dari Edward sekarang.Aku merasa sainganku bukan gadis sembarangan dan aku akan berusaha menghancurkan Alana.Dia berjanji akan merebut Edward kembali apapun caranya.


"Ada apa nona Lisa yang terhormat mau datang ke perusahaan ini?" tanya Alana


"Saya ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan anda nona Alana," ucap Lisa sambil tersenyum palsu


"Memangnya perusahaan anda mampu membawa keuntungan perusahaan saya nona?" tanya Alana


"Tentu saja nona dan saya akan memberikan saham saya sebesar 45 persen pada perusahaan anda bagaimana nona Alana?" tanya Lisa


Alana terdiam dan dia menimbang tawaran yang menggiurkan dari Lisa.Dia berhati hati mengambil langkah dan dia tidak mau membuat perusahaan bermasalah karena mengambil langkah yang salah.Sementara Lisa tersenyum misterius memperhatikan Alana.

__ADS_1


"Soal tawaran anda nona Lisa aku tidak bisa menjawabnya sekarang karena banyak pertimbangan yang aku pikirkan," ujar Alana


"Nona Alana kenapa anda tidak langsung menerima tawaran yang sangat bagus ini," desak salah satu dewan direksi


Lisa tersenyum puas melihat Alana terpojok.


Namun Alana menanggapi mereka dengan tenang tanpa terpancing emosinya.


"Meeting kali ini cukup sampai disini dan jangan memaksaku menerima tawaran tersebut jika tidak kalian tahu akibatnya," ujar Alana datar


"Kinan, ayo kita kembali keruanganku," ucap Alana


Alana langsung bangkit dan keluar dari ruangan rapat. Kinanti membereskan berkasnya dan menyusul Alana keluar.Semua dewan direksi juga ikut keluar dan tersisa Lisa dan asistennya.


"Tiara ayo kita pulang," ajak Lisa dengan raut wajah kesal.


mereka berdua keluar dari ruangan rapat dan pergi keluar dari kantor Alana.Tiara dan Lisa masuk kedalam mobil lalu melajukan nya dengan kencang.


Sementara diruangan Alana, Alana dan Kinanti duduk disofa.Kinanti memperhatikan bossnya yang sedang memijit pelipisnya. Alana berhenti memijit kepalanya lalu beralih menatap Kinanti.


"Sepertinya aku akan menyelidiki gadis bernama Lisa itu Kinanti bagaimana menurutmu?" tanya Alana


"Aku setuju nona tapi kenapa anda melakukan hal itu?" tanya Kinanti

__ADS_1


"Aku curiga dengan gadis itu dan dia sepertinya memiliki maksud lain sehingga dia menawarkan kerjasama apalagi dengan saham 45%," ungkap Alana


Kinanti mengangguk angguk mengerti setelah mendengar penjelasan dari Alana. Kinanti kembali memperhatikan bosnya itu kemudian dia teringat dengan Edward kekasih bossnya.


"Nona Alana kenapa nona tidak minta tolong saja sama tuan Edward," bujuk Kinanti


Alana langsung berdiri dan menuju ke mejanya lalu mengambil ponselnya.Dia langsung mengjungi nomor kekasihnya tersebut.


"Halo Edward," sapa Alana


"Iya sayang ada apa hemm apakah kamu merindukanku?" tanya Edward


Alana berdecak kesal mendegar ucapan kekasihnya.Kinanti menahan tawanya dan langsung berhenti ketika Alana memberinya tatapan tajam.


"Edward bisakah kamu mencari tahu tentang gadis bernama Lisa Andara?" tanya Alana


Edward terkejut mendengar pertanyaan dari kekasihnya.Dia berdehem untuk menetralkan keterkejutannya.


"Baiklah aku akan menyelidiki gadis yang kamu maksud," jawab Edward


Tut.. Edward mematikan sambungan teleponnya terlebih dahulu hal itu membuat Alana bingung.Dia melirik arlojinya menunjukkan angka 11.00 siang dan Alana kembali menyandarkan tubuhnya disofa.


"Ada apa dengan Edward," batin Alana

__ADS_1


tbc


__ADS_2