Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Pagi yang buruk


__ADS_3

Beberapa menit kemudian mobil Evan berhenti didepan mansion keluarga Rajendra sesuatu yang diucapkan Nayla.Nayla langsung keluar dari mobil Evan setelah itu dia menatap Evan sekilas.


"Terimakasih telah mengantarku pulang," ucap Nayla


Setelah itu Nayla berbalik dan berjalan mendekati pintu.Cklek dia membuka pintu lalu masuk kedalam kemudian menutupnya. Evan hanya mengedikan bahunya lalu kembali melajukan mobilnya meninggalkan mansion Nayla.Nayla langsung bergegas menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.


Sementara dikamar Alana dia sudah mandi dan berganti pakaian.Dia langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang.Drt..drt ponsel Alana berbunyi dan dia langsung mengambilnya dari atas nakas.Dia membaca pesan dari Edward namun dia tidak berniat membalas nya.Setelah itu dia menaruh kembali ponselnya diatas nakas.Kemudian Alana memejamkan kedua matanya dan terlelap kedalam alam mimpi.


...


Keesokkan harinya di Mansion Edward lebih tepatnya dikamarnya.Dia bangun dari tidurnya dan langsung memeriksa ponselnya namun tidak ada pesan dari Alana.Hal itu membuat Edward kesal dan jengkel pada kekasihnya itu.


"Dasar gadis tidak peka," gerutu Edward


Edward menaruh ponselnya diranjang setelah itu dia bangkit dan pergi ke kamar mandi. Beberapa menit kemudian Edward selesai mandi dan kini dia memakai setelan jas juga celananya.Setelah itu dia memakai arlojinya dan keluar dari kamarnya.Edward menuruni tangga lalu berjalan menuju ke meja makan.


"Pagi mommy, Pagi Daddy," sapa Edward dengan raut masamnya.


"Pagi sayang kenapa kok wajahmu kusut seperti kurang disetrika?" tanya Mommy sambil mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Tidak apa mommy," elak Edward


"Ya sudah ayo sarapan dulu," sahut Daddy


Mereka bertiga sarapan bersama di meja makan.Selang beberapa menit kemudian Edward telah selesai sarapan dan dia langsung mengusap bibirnya dengan tisu. Setelah itu dia berpamitan pada kedua orang tuanya.


"Mom, Dad aku pergi dulu," pamit Edward


Edward langsung pergi meninggalkan meja makan.Dia keluar dari mansion dan masuk kedalam mobilnya.Edward melajukan mobilnya keluar dari area mansion dengan kecepatan sedang.Drt..drt ponsel Edward berbunyi namun dia mengabaikannya. Setibanya didepan kantornya Edward segera memarkirkan mobilnya lalu mengambil ponselnya dari dalam saku.


"Nomor asing," gumam Edward bingung


"Halo," sapa Edward datar


"Sayang aku merindukanmu dan aku ingin bertemu dengan kamu," pekik Lisa dengan hebohnya


"Lisa untuk apa kamu menghubungiku lagi hah," bentak Edward dengan emosi.


"Maafkan aku honey aku dulu sangat egois padamu hingga aku memilih pergi meninggalkanmu," sesal Lisa

__ADS_1


"Semuanya sudah terlambat dan kita sudah tidak ada hubungan apa apa sekarang," ujar Edward dengan nada tegasnya.


Tut.. Edward mematikan sambungan teleponnya karena dia tidak ingin mendengar suara gadis yang dia benci itu.Dia keluar dari Mobilnya setelah itu masuk kedalam kantor. Seperti biasa para karyawan menyambutnya dengan ramah.


"Selamat pagi pak presdir," sapa Karyawan dengan sopan


"Hemm," gumam Edward dengan raut wajah dinginnya


Setelah itu Edward berjalan melewati karyawannya dengan acuh dan dinginnya. Sementara para karyawan saling melirik satu sama lain dengan bingung setelah itu kembali pada pekerjaan masing masing.cklek Edward membuka pintu dan masuk kedalam lalu menutupnya.Dia melangkahkan kakinya menuju ke meja kerjanya lalu duduk disana.


"Huft Apakah Alana sangat sibuk hingga dia tidak menjawab panggilanku dan pagi ini pagi yang terburuk dalam hidupku," gumam Edward dengan kesal.


Edward mengambil ponselnya lalu dia mnghubungi Alana namun Alana tidak kunjung menjawabnya.Sontak membuat Edward semakin kesal dengan kekasihnya eh ralat kekasih palsunya tersebut.


"Huft sebenarnya kemana Dia," batin Edward


tbc


yuk kencengin votenya, like dan komen thanks you..

__ADS_1


__ADS_2