
"Tante bawa saja dulu Jonathan masuk nanti aku akan jelaskan," ucap Alana dengan lembut
Mommy Maureen mengangguk lalu dia membiarkan Edward memapah Jonathan.Mereka berjalan menaiki tangga menuju ke kamar Jonathan.Edward merebahkan tubuh Jonathan dikamarnya setelah itu mereka keluar dari kamar dan menuruni tangga.Mereka semua kini duduk disofa ruang tamu.
"Tante, tadi bartender menghubungi aku jika Nathan mabuk di Club," ungkap Alana
"Terimakasih Alana karena kamu telah membawanya pulang dan oh ya siapa pria ini?" tanya Tante Maureen
"Namanya Edward tante," ucap Alana tersenyum tipis
"Aku Edward Alejandro Luther, kekasih Alana tante," sapa Edward
"Aku Maureen mommynya Jonathan dan Kiara," jawab Tante Maureen sambil tersenyum
__ADS_1
"Alana sudah memiliki kekasih jika Jonathan tahu dia akan patah hati apalagi kekasih Alana sangat tampan," batin Tante Maureen
"Sebaiknya kami pulang dulu tante karena hari sudah larut malam," pamit Alana
"Iya nak kalian hati hati ya," tegur Tante Maureen
Alana tersenyum lalu mengangguk kemudian dia berdiri begitu juga dengan Edward. Mereka berjalan meninggalkan ruang tamu dan keluar dari mansion.Alana menyerahkan kuncinya pada Edward dan Edward menerimanya.Mereka masuk kedalam mobil dan Edward langsung melajukannya kencang.
"Alana, mulai sekarang kamu harus jaga sikapmu dan jangan terlalu dekat dengan Jonathan karena kamu sekarang kekasihku," ucap Edward dengan nada datarnya.
"Kamu hanya kekasih bohonganku tidak berhak mengaturku apa yang aku lakukan dan dengan siapa aku dekat.Masalah perasaanku terhadap Jonathan juga bukan urusanmu karena kamu hanya orang luar," ujar Alana dingin
"Kita hanya perlu bersandiwara didepan orang tua kamu,orang tuaku dan juga Jonathan hanya itu.Selain itu masalah urusan pribadi masing masing jangan pernah ikut campur," ungkap Alana dengan tegas.
__ADS_1
Setelah itu Alana berbalik dan berjalan menuju ke mansion. Cklek dia membuka pintu dan masuk kedalam lalu menutupnya. Sementara Edward terdiam setelah mendengar ucapan dari Alana yang begitu dingin dan menusuk.Dia berdecih dan kembali melajukan mobilnya menuju ke mansion miliknya.Di dalam kamar Alana, kini dia menaruh tasnya dimeja Rias lalu dia ke kamar mandi membersihkan tubuhnya. Selesai mandi dan berganti pakaian Alana merebahkan tubuhnya diatas ranjang.Dia teringat dengan ucapan dari Jonathan yang ternyata masih mencintainya.
"Maafkan aku Nathan karena tidak bisa membalas cintamu.Aku harap kamu bisa menghapus cintamu untukku dan membuka hatimu untuk Nayla," batin Alana
"Aku tidak ingin membuat hti Nayla terluka untuk kesekian kalinya," gumam Alana
Alana menghela nafas kasar lalu dia memutuskan memejamkan matanya ke alam mimpi.
Sementara Edward kini sudah smapai di Mansionnya.Dia berjalan dengan raut wajah datarnya dan langsung menaiki tangga menuju ke kamarnya.Cklek Edward membuka pintu dan masuk kedalam.Dia meletakkan ponsel dan arlojinya diatas nakas. Setelah itu dia pergi ke kamar mandi menjernihkan pikirannya yang campur aduk hari ini.Selesai mandi Edward mengambil kaos dan celananya dalam lemari lalu memakainya.Dia langsung duduk diatas ranjang dan teringat ucapan Alana.
"Baru pertama kali ini aku diancam oleh seorang gadis dan gadis itu tidak terpengaruh dengan tatapan tajamku," batin Edward
"Alana gadis yang berbeda dengan gadis lainnya. Gadis lainnya akan memandangku dengan tatapan memujanya sementara Alana menatapku dengan tatapan bencinya," gumam Edward
__ADS_1
Edward tersenyum menyeringai karena kini dia sepertinya tengah menyusun rencana tertentu untuk menjerat Alana.Dia langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang kemudian tertidur.
TbC