
Jangan lupa vote ya sayang biar author semangat..
sabar sabar aja ya soalnya konfliknya lumayan bikin emosi wkwkwk 😅🤣
🍁..Selamat Membaca..🍁
Edward kini melajukan mobilnya menuju ke kantor ditemani Daddy Arka.Sampai disana keduanya langsung bergegas masuk kedalam kantor dan langsung menemui asistennya Rega.
"Begini tuan Edward, saham kita semakin menurun dan sepertinya ada yang sengaja menginginkan perusahaan kita ini bangkrut, " ujar Rega pada Edward, bossnya.
Edward mengepalkan kedua tangannya lalu diapun bergegas masuk kedalam ruangannya diikuti Rega dan Daddy Arka.Edward langsung duduk dikursinya sementara Daddy berdiri disebelah puteranya lalu mereka segera mencari siapa pelaku yang berusaha menjatuhkan perusahaan yang di pimpin Edward.
Dua jam kemudian Edward merasa lega karena saham perusahaannya kembali stabil meskipun berkurang lima persen.Daddy Arka langsung menepuk pelan pundak puteranya dan dia tersenyum bangga melihat kejeniusan puteranya.
"Kamu berhasil nak mengembalikan saham perusahaan meskipun tidak 100%, " ujar Daddy sambil tersenyum bangga.
"Iya Daddy tapi aku belum puas jika aku tidak mengetahui siapa pelaku yang menurunkan saham perusahaanku, " desis Edward dengan sorot tajamnya.
"Daddy setuju dengan ucapanmu nak, " sahut Daddy Arka dengan sorot khawatirnya.
Drt.. drt suara ponsel berbunyi
Edward mengeluarkan ponselnya lalu membaca pesan dari nomor tidak dikenal.Dia mengeraskan rahangnya setelah membaca pesan berupa ancaman.Daddy mengerutkan dahinya melihat raut wajah puteranya yang menahan emosi.
Tanpa babibu Edward langsung menghubungi nomor asing tersebut namun ternyata tidak aktif hal itu membuatnya semakin emosi.
"Sial nomornya tidak aktif, " umpat Edward dengan raut dinginnya.
"Ada apa nak? " tanya Daddy dengan raut paniknya.
"Ada yang mengirimi pesan padaku Dad berisi ancaman dan dia berusaha menghancurkan aku, " ungkap Edward dengan penuh emosi.
__ADS_1
Edward mengirimkan nompr asing tersebut ke kontak Rega.setelah itu diapun memberi kode pada asistennya untuk segera melacak nomor tersebut.
"Lacak nomor tersebut Rega, " titah Edward.
"Baik Boss, " jawab Rega.
Edward mengusap wajahnya kasar lalu menyandarkan tubuhnya dikursi sementara Daddy memilih duduk di sofa.Beberapa menit kemudian Rega kembali dengan raut wajah gugupnya.
"Maaf Tuan Edward nomor yang anda kirim tidak bisa dilacak karena nomor tersebut sepertinya privasi selain itu nomor itu sudah tidak aktif lagi, " ucap Rega dengan hati hati.
brak.. Edward memukul meja kerjanya dengan keras.
Rega merasa terkejut sekaligus takut melihat bossnya mengamuk namun dia hanya bisa pasrah.Sementara Emosi Edward memuncak karena gagal melacak nomor asing yang menerornya.
"Son sabarlah nak tenangkan emosimu dan sebaiknya kita pikirkan cara untuk menangkap pelaku yang mengancam kamu itu nak, " tegur Daddy dengan tenang dan bijak.
Edward menenangkan pikirannya yang kacau dan emosinya yang meluap luap.Setelah itu dia menghela nafas panjang mendengar ucapan dari Daddynya tersebut.Rega merasa lega melihat bossnya tidak mengamuk lagi lebih dari menggebrak meja.
"Iya Daddy, " jawab Edward dengan lirih.
Mereka bertiga keluar dari ruangan Edward lalu bergegas pergi keluar dari Kantor.Di luar mereka masuk ke mobil masing masing. Setelah itu mereka melajukan mobilnya beriringan dijalan.
Tak jauh dari mereka, Herone memerakirkan mobilnya ditepi jalan.Lisa melirik kearah Herone dengan seringai liciknya.
"Permainan akan segera dimulai, " ucap Lisa menyeringai sinis.
"Yeah dan aku tidak sabar memainkan peranku dan kita akan segera menang setelah menghancurkan kebahagiaannya dengan istrinya, " ungkap Herone sambil tersenyum miring.
Herone menyalakan mobilnya dan melaju dengan kecepatan penuh.Didalam mobil, Lisa segera memerintahkan anak buahnya untuk mencelakai Edward setelah itu memasukkan ponselnya kedalam tas.
"Nak sepertinya ada mobil yang mengikuti kita, " ujar Daddy.
__ADS_1
"Iya Daddy aku tahu, " sahut Edward.
Edward kembali fokus menyetir sedangkan mobil dibelakangnya menyalip dengan kecepatan penuh dan menabraknya dari belakang.
brak.. brak suara gebrakan dari belakang.
Edward membanting stir kearah kiri hingga bruk.. dia menabrak pohon.Rega yang melihatnya langsung panik sekaligus terkejut melihat kecelakaan yang terjadi secara tiba tiba.Dia keluar dari mobil dan langsung berlari menghampiri Edward dan Daddy Arka.
"Astaga tuan Edward bertahanlah, " pekik Rega dengan raut paniknya.
Rega mencoba memecahkan kacanya lalu diapun segera memapah tubuh Edward keluar dsri mobil lalu menaruhnya didalam mobilnya.
Setelah itu Rega kini membawa Daddy Arka lalu meletakkannya dikursi belakang kemudian dia mengemudi mobilnya dengan kecepatan penuh menuju ke rumah sakit.
Duarrr.. duarr suara ledakkan mobil
Rega sedikit lega karena berhasil menolong bossnya namun saat ini dia masih panik karena Edward dan Daddy Arka dalam keadaan pingsan ditambah darah keluar dari kepala keduanya masing masing.
"Tuan Edward, Tuan besar Arka kumohon kalian bertahanlah, " ucap Rega dengan paniknya.
Tak lama kemudian Rega sampai di rumah sakit.Dia segera memanggil dokter dan suster.Dokter dan suster langsung datang kemudian mendorong Tubuh Daddy san Edward yang berada di brankar menuju UGD untuk di tangani.Sedangkan Rega menunggu keduanya di luar ruangan dengan raut panik, cemas sekaligus takut.
Cklek Suster keluar lalu dia memberikan dompet dan ponsel milik Daddy dan Edward pada Rega.
"Tuan segeralah hubungi keluarga pasien, " ujar Suster.
"Baik suster " jawab Rega.
Suster berbalik dan dia kembali masuk kedalam ruangan UGD.Sementara Rega segera menghubungi istri Bossnya lewat ponsel milik Edward.
TBC
__ADS_1