
Nayla terkejut melihat kehadiran Jonathan di depan pintu kamar hotelnya.Dia pun langsung tersenyum manis terhadap Jonathan yang masih menatapnya dengan intens.
"Kenapa kak Nathan ada disini? " tanya Nathan
"Ayo kita pulang Nay, Orang tua kamu sangat khawatir sekaligus merindukanmu saat ini.
Apa kamu tega membiarkan mereka berdua mencemaskanmu, " ucap Nathan dengan lembut
"Apakah ini suruhan dari kak Alana, " ujar Nayla dengan raut wajah datarnya
Nathan langsung bungkam mendengar pernyataan Nayla hal itu membuat Nayla mendecih.Dia sudah berharap kalau Nathan membujuknya karena keinginannya sendiri namun ternyata tebakannya salah besar.
"Biarkan aku disini dan kumohon pergilah dari sini kak, " usir Nayla dengan lembut
"Kenapa kamu egois Nayla, " ujar Nathan dengan nada kesalnya
Nayla langsung tertawa kecut mendengar ucapan Nathan yang mengatainya egois. Sementara Nathan memperhatikannya dengan raut wajah bingung.
"Gampang sekali kamu menyebutku egois sementara kamu sudah berulang kali menolak pernyataan cintaku dan membuatku terluka tapi aku dengan bodohnya masih bersikekeh mempertahankan cintaku padamu, " ujar Nayla dengan sinis
"Kamu enggak pernah tahu rasanya memendam rasa cinta selama belasan tahun dan saat ingin menyatakannya malah mendapati kenyataan pahit bahwa orang yang kamu cintai mencintai saudaramu sendiri, " ujar Nayla dengan mata berkaca kaca
Nathan merasa tertohok mendengar pernyataan dari Nayla barusan.Nayla berbalik masuk ke dalam kamarnya dan brak dia membanting pintunya dengan sedikit keras.Di dalam kamar tangis Nayla langsung pecah dan Nathan yang mendengarnya pun ikut merasakan sakit namun dia tidak bisa berbuat apapun.
__ADS_1
"Maafkan aku Nayla karena aku berulang kali melukai hatimu, " gumam Nathan dengan lirih
Nathan pun pergi dari kamar Nayla dan keluar dari hotel.Dia berjalan menuju ke mobilnya lalu masuk kedalam mobil kemudian melajukannya dengan kecepatan kencang dan diliputi perasaan kacaunya saat ini.
Di dalam kamar Nayla berdiri di Balkon sambil menangis sesegukan.Dia tidak menyangka sampai sekarang cintanya masih bertepuk sebelah tangan dan mungkin akan seperti ini selamanya.Nayla memegangi Dadanya yang terasa sesak akan cinta yang dia rasakan namun dia tidak mampu meraihnya sekaligus memilikinya.
"Kenapa cinta bisa semenyakitkan seperti ini," gumam Nayla dengan lirih
Nayla menghela nafas kasar dan diapun menikmati pemandangan dari balkon kamar hotelnya.Dia menenangkan perasaannya yang sedang kacau setelah bertemu Nathan lagi.
"Aku memang bodoh karena masih saja mengharap balasan cinta dari Nathan. Padahal aku tahu kalau hati Nathan hanya tertaut pada kak Alana, " gumam Nayla dengan lirih
"Nathan, sekali saja lihat aku dan liat cinta dalam mataku namun kamu tidak pernah melihat kearahku karena kamu selalu hanya memikirkan Kak Alana seorang, " batin Nayla sendu
Sementara Nathan kini menyusul Alana dan Edward.Mereka bertiga kini berada di sebuah restauran dan kini ketiganya diam dengan pikirannya masing masing.Edward berdecak kesal dan menatap kearah Nathan dengan tatapan dinginnya sekaligus tajamnya dan Nathan membalasnya dengan tak kalah tajamnya.Alana yang peka pun menatap mereka secara bergantian sambil memutar bola matanya malas.
"Kamu gagal membujuk Nayla agar dia pulang? " tanya Alana pada Nathan
"Iya Alana maafkan aku, " balas Nathan dengan lirih
"Mommy pasti bersedih karena aku gagal membawa pulang Nayla dan ini juga gara gara kamu Nathan, " ucap Alana dengan nada tinggi
"Kenapa kamu menyalahkan aku Al kamu tahukan kalau cinta tidak bisa dipaksakan dan yang aku cintai itu kamu bukan Nayla, " ujar Nathan dengan tegas
__ADS_1
Alana langsung terdiam mendengar pernyataan cinta dari Nathan untuk yang kesekian kalinya.Sementara Edward langsung mengepalkan kedua tangannya mendengar ucapan dari Nathan.
Dia merasa sangat cemburu karena Nathan mengucapkan cinta pada Alana lagi di depannya.Edward melirih kearah Alana yang tak bergeming dan memilih melanjutkan makannya.Hal itu membuat Edward sedikit terusik karena selama bersama dirinya, Alana belum pernah mengatakan cinta padanya.
"Apakah Alana sebenarnya masih mencintai Jonathan, " batin Edward menerka nerka
Edward pun menggeleng kecil dan mereka melanjutkan makan siang mereka yang tertunda barusan.Beberapa menit kemudian Alana telah selesai terlebih dahulu.Dia langsung menatap Edward dan Nathan secara bergantian.
"Aku akan langsung pulang terlebih dahulu permisi dan kalian bisa lanjutkan obrolan tadi," pamit Alana
Alana meraih tasnya lalu bangkit dari duduknya kemudian dia berjalan keluar dari restauran dan masuk ke mobilnya.Setelah itu Alana melajukan mobilnya dengan kencang. Di dalan restauran kini tersisa Edward dan Nathan yang saling melempar tatapan tajamnya.
"Harusnya kamu sadar diri Nathan karena Alana sudah tidak mencintaimu lagi dan ingatlah dia sekarang kekasihku, " ucap Edward dengan sinis
Nathan terkekeh mendengar ucapan dari Edward barusan.Sementara Edward menatapnya dengan aura membunuhnya.
"Jika Alana mencintaimu dia pasti akan bilang mencintaimu tapi sampai sekarang bukankah dia belum mengatakannya padamu," ujar Nathan sambil menyeringai
Edward terdiam mendengar ucapan Nathan yang membuatnya bungkam.Nathan mengeluarkan selembar uang lalu menaruhnya dimeja setelah itu dia pergi meninggalkan Edward sendiri.Edward mengepalkan tangannya dan juga rahangnya mengeras mendengar senyum mengejek dari wajah Nathan.
"Sialan bedebah itu menertawakanku tapi lihat saja nanti siapa pemilik hati Alana akhirnya dan kupastikan dia yang akan kalah telak, " gumam Edward kesal
tbc
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komen