Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Extra Part 4


__ADS_3

Selamat Membaca...


Di Cafe kini Vely, Nathan dan Tristan duduk berhadapan saling menatap satu sama lain. Tristan menatap sendu kearah wanita yang ada di depannya tersebut.


"Kak Tristan, Maafkan aku yang mengingkari janji kita. Selain itu lupakan aku ya kak dan carilah gadis yang lebih baik dariku. " seru Vely dengan lirih.


"Sudahlah Vely Aku sudah memaafkan kamu. lagian takdir tidak ada yang tahu bahwa kita tidak bisa bersama namun beberapa hari ini aku sudah memutuskan merelakanmu dengan Nathan. " jawabnya dengan bijak.


"Berbahagialah dengan suamimu Vely dan kisah kita telah usai dan bukalah lembaran barumu dengan Nathan dan juga calon anak kalian. " Tristan memandang sekilas perut Vely setelah itu kembali menatapnya.


Vely tersenyum lalu menganggukkan kepalanya kecil. Tristan tersenyum tipis setelah itu beralih menatap Nathan yang sedari tadi terdiam.


"Nathan jagalah Vely dengan baik dan bahagiakan dia. " serunya dengan tegar.


"Iya Aku akan menjaga Vely dengan nyawaku. "


"Baiklah Aku merasa lega mendengarnya. Ya sudah aku pergi dulu. " Tristan beranjak dari duduknya dan ke luar dari Cafe di susul Vely dan Nathan.


Setelah kepergian Tristan, Nathan dan Vely masuk ke dalam mobil setelah itu melajukannya dengan sedang menuju kediaman orang tua Nathan.


"Sayang bagaimana perasaanmu saat ini? " tanya Nathan sambil fokus menyetir.


"Aku merasa lega karena Tristan telah memaafkanku. Aku harap Dia juga bisa menemukan kebahagiaannya sendiri. " tutur Vely dengan tulus.


Tak berapa lama akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Stefanus. Nathan keluar dari mobil kemudian membantu istrinya setelah itu masuk ke dalam mansion.


Di ruang tamu, Kiara langsung duduk di sebelah kakak iparnya Velly membuat Nathan berdecak kesal dan memilih pindah. mommy dan Daddy yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala mereka.


"Kak Vely bagaimana kalau kita besok membeli perlengkapan kakak di Mall? " ajak Kiara dengan antusias.


"Boleh juga Ki. " Vely tersenyum manis kearah adik iparnya.

__ADS_1


"Yeay ajak kak Nathan sekalian biar dia yang bawa barang barangnya. " serunya sambil terkekeh.


Nathan mendengus keras membuat semua orang tergelak melihatnya. Kiara tertawa terpingkal pingkal melihat wajah kesal sang kakak. Vely tersenyum melihat kedekatan kakak beradik tersebut.


"Kiara sini aku jewer telingamu. " sungut Nathan menatap tajam adiknya.


Kiara langsung pergi dari ruang tamu sambil tertawa membuat Nathan semakin jengkel. Diapun kembali duduk di sebelah istrinya Vely dan Vely menenangkan suaminya.


"Sudahlah Kak, Kiara hanya menjahilimu saja sayang. " tegur Velly dengan lembut.


Mommy dan Daddy ikut senang melihat puteranya dan menantu mereka sangat mesra sekarang. Daddy beranjak dari duduknya lalu menglurukan tangannya pada Mommy membuat mommy mengerutkan dahinya.


"Kenapa Dad? " tanyanya dengan raut bingung.


"Ayo ke kamar aku mau jatahku sekarang. " tegas Daddy Max sambil mengerlingkan matanya.


Mommy Maureen memutar bola matanya malas lalu membalas uluran suaminya dan berdiri setelah itu keduanya pergi dari ruang tamu. Vely dan Nathan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Daddy Max barusan.


"Ck menyebalkan sekali Daddy padahal bentar lagi akan punya cucu tapi masih saja berniat memberi Aku dan Kiara adik. " gerutu Nathan dengan wajah jengkelnya.


Velly tertawa mendengarnya dan tentu saja mendapat tatapan tajam dari Nathan yang membuatnya berhenti tertawa. Seringai terbit di bibir Nathan kala menatap istrinya dan Velly sudah hafal akan hal itu.


"Siap siap nanti malam aku akan membuatmu mendesah di bawahku. " terangnya.


"Dih dasar Mesum. " Velly mencebikkan bibirnya sambil mengusap perut buncitnya.


Velly menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya dan seperti biasa Nathan mengusap perut buncitnya. Hatinya menghangat setiap kali telapak besar suaminya menyentuh perut buncitnya.


Velly menoleh ke samping dan menatap suaminya dengan lembut dan kini tatapan mereka saling mengunci satu sama lain.


"Berat badanku bertambah gemuk semenjak hamil sayang lalu apakah kamu tidak merasa bosan hubby dengan penampilanku saat ini? " tanya Velly.

__ADS_1


"Kamu tetaplah cantik sayang dan juga semakin seksi saat kamu hamil seperti ini aku sangat menyukainya. " sahut Nathan sambil tersenyum.


Drt drt suara ponsel berbunyi


Nathan merogoh ponselnya kemudian menggeser tombol hijau dalam ponselnya kemudian mengangkatnya.


"Halo Davin ada apa? " tanya Nathan dengan ramah.


"Nath, istriku telah melahirkan kamu datanglah ke Mansionku bersama Velly karena kami sudah pulang dari kemarin. " ucap Davin.


"Oke kami akan ke sana. " Nathan menutup sanbungannya lalu kembali menyimpan ponselnya dalam saku.


"Nayla melahirkan sayang ayo jenguk keponakan kita. " ajak Nathan sambil membantu istrinya berdiri.


Velly tersenyum tipis lalu berjalan pelan menuju ke depan di bantu Nathan. Tiba tiba dia berhenti membuat Nathan bingung dan panik.


"Ada apa sayang? " tanyanya panik.


"Aaah.. Calon anak kita menendang perutku. " Velly terkekeh merasakan tendangan dari dalam perutnya.


Nathan langsung jongkok kemudian mendekatkan telinganya di perut buncit istrinya dan dia tersenyum lebar kala mendengar suara tendangan lagi. Diapun membalik wajahnya hingga menghadap perut istrinya kemudian menciuminya dengan kecupan kecupan.


"Baby ternyata kamu sudah tidak sabar untuk lahir ya dan Daddy mencintaimu. " bisiknya.


Nathan kembali berdiri dan menuntun istrinya ke luar dari mansion dan masuk ke mobil setelah itu melajukannya dengan pelan menuju mansion Davin.


TBC


ps. Author hari ini dan besok sibuk ya di real life hehe


jangan lupa like vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2