
Hari selanjutnya
Pagi itu Di Mall Velly, Nathan dan Kiara tengah membeli perlengkapan baby di Mall sekaligus mencari gaun pesta untuk menghadiri ulang Tahun Tiara, puteri sulung Edward dan Alana.
"Kak Nathan, Kamu dan Kiara saja ya mencari perlengkapan baby yang lain soalnya kaki aku sudah pegal enggak sanggup berjalan lagi. " keluh Velly.
"Baiklah sayang kamu tunggu di sini ya kami akan kembali. " Nathan mencium kening istrinya sekilas setelah itu pergi bersama adiknya.
Setelah kepergian suami dan adik iparnya, Velly kini memijat kakinya yang bengkak saat ini setelah itu kembali duduk dengan tegap agar tidak menganggu perut buncitnya.
Satu jam kemudian Nathan dan Kiara kembali menghampiri Velly. Kiara membantu sang kakak ipar berdiri lalu ke luar dari Mall diikuti Nathan yang membawa perlengkapan baby dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil. Mereka masuk ke mobil lalu melajukannya meninggalkan Mall.
Skip Di Mansion Nathan
Kiara menuntun Velly ke luar dari mobil setelah itu berjalan masuk ke dalam disusul Nathan yang membawa perlengkapan bayi mereka.
Nathan bergegas menuju ke kamar atas dan memasukan perlengkapan babynya ke dalam kamar di sebelah kamarnya bersama sang istri.
Setelah selesai diapun menuruni tangga menemui istri dan adiknya di ruang tamu.Dis langsung duduk di sofa memperhatikan istrinya yang tertawa bersama dengan Kiara.
"Kak Nathan kamu sudah nyiapin kado untuk Tiara? " tanya Kiara sang adik pada kakaknya.
"Sudah kok Ki. " jawab Nathan sambil tersenyum tipis.
"Oh ya Ki nanti malam menginap di sini ya biar rame ini Mansion. " sahut Velly dengan tatapan memelasnya.
__ADS_1
"Oke kakak iparku yang cantik. " Kiara langsung menjulurkan lidahnya mengejek kearah kakaknya Nathan.
Nathan berdecak kesal melihat adiknya tengah menertawakan dirinya. Dia kembali menatap istrinya dengan raut jengkelnya. Velly mengerutkan dahinya melihat wajah masam sang suami.
"Ck kenapa Kamu menyuruh Kiara menginap 'kan aku jadinya tidak bisa meminta hakku padamu di atas ranjang sayang. " sergahnya tanpa tahu malu.
Kiara mendengus keras dengan ucapan kakaknya yang tidak tahu malu sementara Velly pipinya telah berubah merah seperti kepiting.
"Kak saring dulu ucapan kak Nathan. Tidak tahu malu banget sih tidak sadar apa ya ada aku yang masih jomblo di sini. " cibir Kiara dengan tampang jengahnya.
Nathan hanya mengedikkan bahunya acuh lalu diapun mencuri ciuman dibibir Velly sekilas di depan adiknya Kiara. Kiara melotot melihat tingkah kakaknya lalu beranjak dari duduknya dan pergi dari ruang tamu.
Velly langsung menatap sinis suaminya sedangkan Nathan tertawa memasang wajah tanpa dosanya karena membuat Kiara kesal.
"Aakh. " Velly merasakan calon anak mereka menendang perutnya dari dalam dan diapun meraih kemudian meletakkan telapak tangan Nathan di atas perutnya.
"Sayang anak kita menendang. " Nathan tersenyum manis kearah Velly yang mengangguk.
"Iya Dia menendang dan sepertinya sudah tidak sabar untuk lahir ke dunia melihat mommy dan Daddynya. " seru Velly dengan lembut.
Nathan kembali mengusap perut buncit istrinya sambil menciumnya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Setelah itu tatapan mereka kembali bertemu dan saling menyelami satu sama lain.
"Sayang dari artikel yang kubaca jika melahirkan secara normal jika sang ibu masih muda akan berbahaya makanya kamu nanti di caesar saja ya sayang. " pinta Nathan dengan wajah gelisahnya.
"Tidak sayang aku tetap ingin melahirkan secara normal. " sahutnya.
__ADS_1
"Untuk kali ini saja sayang please caesar
saja. " mohon Nathan pada istrinya.
Velly menghela nafas kasar memdengar permintaan suaminya. Dia tahu apa yang diinginkan Nathan itu demi keselamatan dirinya tapi Velly sangat ingin melahirkan normal dan kini dia dilanda dilema.
"Jika terjadi sesuatu padaku kak Nathan bisa lagi menikah dengan gadis lain. " canda Velly.
"Velly. " bentak Nathan dengan nada tingginya.
Velly terdiam mendengar bentakan suaminya dan diapun segera mengenggam tangan Nathan lalu mengecupnya sekilas. Nathan tersadar dari kesalahannya barusan dan segera merengkuh tubuh sang istri lalu mereka kembali menatap satu sama lainnya.
"Maafkan Aku kak yang membuatmu marah. Baiklah aku akan melahirkan dengan cara caesar atau jalan operasi. " putus Velly sambil tersenyum.
"Maafkan aku juga yang membentakmu dan terimakasih karena kamu menuruti keinginanku. Aku dan calon anak kita tidak akan sanggup hidup jika kamu pergi meninggalkan kami sayang. " bisiknya lirih.
Tap tap tap suara langkah kaki mendekat dan Kiara langsung duduk di sofa kembali memperhatikan kakaknya yang memeluk Velly.
"Apa yang kak Nathan lakukan sama kak Velly hah? " cecar Kiara dengan tatapan penuh intimidasinya pada Nathan.
"Enggak papa kok Ki kami cuma salah paham saja lagian aku yang buat kak Nathan marah. " balas Velly sambil tersenyum.
"Kak Velly jangan belain kak Nathan terus ck ck. " omel Kiara sambil memberengut.
Nathan memutar bola matanya jengah mendengar omelan adik satu satunya tersebut namun dia senang melihat perhatian yang ditunjukannya pada Velly.
__ADS_1