Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
???


__ADS_3

Selamat Membaca..


Di lain sisi Lisa sudah berada dalam penjara selama tujuh bulan.Selama di sana Dia sering kali tertawa sendiri dan juga mengamuk hal itu membuat para penghuni penjara merasa takut padanya.


"Harusnya aku yang menikahinya bukan wanita itu hahaha. " cetusnya sambil tertawa.


para petugas langsung membawanya keluar tak tahan melihat Lisa yang setiap hari berteriak sendiri di malam hari.Petugas polisi menyerahkan Lisa pada petugas rumah sakit jiwa lalu memasukkan lisa ke dalam mobil setelah itu pergi menjauh dari kantor polisi.


di rumah sakit jiwa


Para petugas keluar dari mobil kemudian membawa Lisa masuk ke dalam.Setelah mendaftarkan nama Lisa mereka langsung menuju ke ruangan Lisa setelah itu menguncinya dari luar.


Lisa duduk di atas ranjang sesekali menjambak rambutnya karena marah.Namun tak lama kemudian dia menangis tanpa sebab di dalam ruangan barunya itu.


Hiks hiks hiks suara isak tangis Lisa yang kini duduk meringkuk di ranjangnya.


Cklek suara pintu di buka dari luar.


Seorang dokter datang menghampiri Lisa yang menangis sambil memeluk kedua kakinya. Dokter tersebut menepuk pelan pundak Lisa dengan lembut.


Lisa mendongakkan kepalanya dan memandang dokter laki laki tersebut.


"Nona Lisa saya mau memeriksa Anda boleh 'kan? " tanyanya.


Lisa hanya diam membiarkan dokter tersebut memeriksa kondisinya namun dia kembali mengamuk.Dokter tersebut dengan sigap menahannya kemudian menyuntiknya dengan obat penenang agar tidak mengamuk dan Lisa kini sudah tenang.


Fero langsung membaringkan tubuh Lisa diatas ranjang sambil mengelus kepala Lisa dengan lembut.


"Tenanglah Nona aku tidak akan menyakitimu tapi akan membantumu supaya sembuh namun jika setelah sembuh ubahlah sikap Nona. " tuturnya.


Lisa hanya diam dan dia kini memejamkan matanya karena obat yang disuntikkan padanya mulai bekerja.

__ADS_1


Sedangkan Fero berhenti mengusap kepala Lisa dan dia telah selesai memeriksa kondisi Lisa.


Dia bergegas keluar dari ruangan Lisa membiarkan pasiennya itu beristirahat.


Di ruangannya suster memberikan catatan kesehatan Lisa pada Dokter Fero.Dokter Fero segera memeriksanya dengan teliti.


"Pasien bersama Lisa dia mengalami gangguan Mental dan dalam pikirannya dia hanya ingin melenyapkan sesorang yang dia benci. " pungkas Dokter Fero sambil membaca laporan kesehatan Lisa.


"Selanjutnya apa yang harus kita lakukan dokter? " tanya Suster Nina.


"Kita harus tetap mengawasinya dan mengajaknya berbicara hal hal yang menyenangkan agar pikiran Lisa teralihkan dari keinginannya untuk membunuh orang. "


Suster Nina manggut manggut mendengar ucapan Dokter Fero.Dokter Fero memberikan berkas laporannya pada suster Nina.Suster Nina menerimanya lalu dia segera keluar dari ruangan dokter Fero.


Dokter Fero menyandarkan tubuhnya di kursi setelah itu menghela nafas panjang.Tiba tiba dia merindukan orang tuanya yang sudah tiada hal itu membuatnya sedikit bersedih.


Helaan nafas berat terdengar dari bibir Fero.


Fero melirik arlojinya sekilas lalu bangkit dari duduknya dan bergegas keluar dari ruangannya.


Sementara di kediaman keluarga Rajendra, kini mereka berkumpul membahas pernikahan Nayla dan juga Davin.


"Nayla Sayang konsep apa yang ingin kamu pakai dalam pernikahan besok?" tanya Mommy Keyla pada puteri ke duanya.


"Aku ingin seperti ratu Mom memakai mahkota warnanya biru ya mom. " terangnya.


"Iya Sayang sesuai keinginan kamu. " sahut mommy Keyla sambil tersenyum.


Nayla mengenggam tangan Davin dan keduanya saling melempar senyum satu sama lain setelah itu mereka kembali mengobrol bersama.


Sementara Alana menemani puteri kecilnya bermain boneka.Dia merasa sangat bahagia dengan apa yang kini dia miliki sekarang.

__ADS_1


"Aku harap kebahagiaan ini akan selalu ada sampai aku dan Edward menua nanti. " batin Alana.


Tiara berhenti bermain boneka lalu dia merapatkan duduknya di sebelah sang Mommy.Alana mengusap kepala puterinya dengan lembut.


"Mom, Calon dedek bayi dalam perut mommy tidak nakal 'kan? " tanya Tiara dengan polosnya.


"Tidak sayang. " balas Alana sambil tersenyum manis menatap Tiara.


"Kamu lanjut lagi mainnya sayang, Mommy mau pergi ke dapur dulu. "


Tiara mengangguk lalu dia kembali bermain dengan bonekanya.Sedangkan Alana beranjak dari duduknya lalu pergi ke dapur di susul oleh Edward.


Di dapur Alana menuangkan air putih kedalam gelas setelah itu meneguknya setelah selesai dia meletakkan gelasnya di meja.Dia berbalik dan terkejut melihat sang suami memperhatikan dirinya.


"Hubby kamu kok menyusul aku. "


"Aku cuma ingin memastikan keadaanmu baik baik saja sayang. " sahutnya dengan over protectif.


Alana menghela nafas pelan melihat sikap proctetif suaminya.Lalu dia berjalan menghampirinya lalu memeluk pinggang Edward.


"Sayang percayalah aku baik baik saja kok dan calon anak kita ini. " Alana mengusap perut ratanya dengan lembut.


Cup Edward mencuri ciuman di kening istrinya setelah itu dia hendak menuntunnya namun Alana menahannya.


"Kenapa sayang kamu sesuatu. "


Alana mengangguk lalu dia berfikir sebentar setelah itu menatap suaminya lagi.


"Aku ingin makan salad buah. "


"Baiklah kamu tunggu di meja makan oke tapi ingat jalan pelan pelan. "

__ADS_1


Alana mengangguk patuh lalu pergi ke meja makan sementara Edward pergi membuatkan salad di dapur untuk istri tercintanya.


TBC


__ADS_2