Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Bersembunyi


__ADS_3

Selesai berganti pakaian dan menghabiskan makanan mereka.Edward dan Nathan berjalan masuk kedalam ruang rawat Alana.Nathan langsung duduk di sofa yang letaknya tidak jauh dari ranjang pasien.Dia memperhatikan Edward yang tengah bermesraan dengan Alana.


"Al, Kamu lapar ya sayang? " tanya Edward dengan lembut.


"Iya Honey aku lapar dan aku enggak mau makanan rumah sakit, " rengek Alana sambil cemberut.


"Baiklah sayang tunggu ya aku suruh orang untuk membelikanmu makanan, " ujar Edward.


Alana mengangguk mengiyakan ucapan kekasihnya.Sementara Edward segera menghubungi asistennya dan menyuruhnya membeli makanan setelah selesai dia memasukkan ponselnya kedalam sakunya. lalu mengenggam tangan Alana sesekali menciumnya sekilas.Nathan yang melihatnya mencoba menetralkan dadanya yang sesak melihat kemesraan keduanya namun dia mencoba merelakan Alana dengan pria lain.


"Ehem, Apakah kalian tidak kasihan padaku yang masih jomblo ini, " tegur Nathan dengan nada datarnya.


"Lho Nathan kamu enggak pulang? " tanya Alana dengan raut terkejutnya.


"Enggak Al, Aku disini mau menemani kamu dan takutnya Lisa datang dan mencelakai kamu lagi, " balas Nathan sambil tersenyum tipis.


Alana merasa tidak enak hati karena Nathan masih sangat peduli padanya meskipun Nathan tahu dia tidak akan mendapatkan cintanya.Sementara Edward menahan cemburunya lalu melepaskan genggaman tangannya kemudian keluar dari ruangan rawat sang kekasih.Beberapa menit kemudian dia kembali masuk sambil membawa makanan yang dibelikan asistennya dan Edward langsung menyuapi Alana makanan.


"Sayang ayo aku suapi katanya kamu lapar, " ucap Edward dengan lembut.


"Iya honey, " balas Alana singkat.

__ADS_1


Edward menyuapi Alana makanan hingga tak lama kemudian makanannya habis.Setelah itu dia mengambilkan kekasihnya air minum dan Alana meneguknya hingga tandas.Setelah selesai Alana kembali berbaring dan Edward segera menaikan selimutnya hingga sebatas tubuh Alana. kemudian mencium bibirnya sekilas.


"Istirahatlah sayang ini sudah larut malam, " tegur Edward.


Alana mengangguk dan diapun memejamkan kedua matanya hingga tak lama kemudian dia terlelap.Sementara Edward duduk disebelah Nathan yang tengah memainkan ponselnya. Dia menoleh memperhatikan rivalnya yang tengah memainkan ponselnya.Dalam hatinya ada rasa bersalah karena merebut Alana dari Nathan tapi dirinya saat ini sangat mencintai gadisnya dan dia juga tidak rela melepaskan Alana demi pria lain termasuk Nathan.


"Jangan pura pura sibuk dengan ponselmu Nathan dan aku tahu dalam hatimu kamu merasa cemburukan melihat kemesraan aku dan Alana, " tebak Edward.


Nathan langsung menoleh memandang Edward dengan tatapan tajamnya kemudian berdecih.Dia segera memasukkan ponselnya kedalam saku setelah itu kembali melirik rivalnya.


"Kalau sudah tahu untuk apa kamu bertanya dan lagian itu tidak akan mengubah kenyataan kalau Alana hanya mencintai kamu bukan aku, " ujar Nathan dengan datar.


"Sebaiknya tidurlah karena sudah larut malam, " tegur Nathan.


Pagi harinya Alana kedua orang tua Alana datang menjenguk Alana sambil membawa pakaian ganti untuk puteri sulung mereka. Alana tersenyum senang melihat orang tuanya datang.


"Pagi Mommy, Daddy, " sapa Alana sambil tersenyum tipis.


"Pagi juga sayang bagaimana kondisi tubuh kamu sayang? " tanya Mommy dengan raut cemasnya.


"Tubuhku sudah enggak papa kok Mommy, " jawab Alana sambil menerima pakaian gantinya.

__ADS_1


"Aku mau ganti pakaian dulu, " ucap Alana


Alana bangkit dari ranjang pasien dan membawa pakaian gantinya ke kamar mandi. Sementara Daddy sedang mengurusi administrasi ruang rawat puteri sulungnya. Tak lama kemudian Alana keluar dengan sudah berganti pakaian.


"Mommy, sebaiknya kita pulang sekarang, " ajak Alana.


"Tunggu sebentar ya nak Daddymu sedang mengurus administrasimu, " balas Mommy tersenyum tipis.


"Semuanya aku pamit pulang dulu dan buat kamu Alana cepat sembuh ya, " pamit Nathan.


Alana tersenyum manis lalu mengangguk mengiyakan ucapan Nathan padanya.Nathan segera keluar dari ruangan rawat Alana dan pergi meninggalkan mereka.


Mereka semua memilih keluar dan Daddy menghampiri mereka setelah itu mereka pergi meninggalkan rumah sakit.Sampai diparkiran mereka semua masuk kedalam mobil dan melajukannya dengan kencang.


Sementara di sebuah apartemen yang kini menjadi tempat Lisa untuk bersembunyi disana sementara karena dia berniat akan kabur ke luar negeri.Dia sudah mengganti nama dan juga nomor ponselnya.


"Aku harap wanita sialan itu sudah ******, " batin Lisa.


Lisa segera menghubungi orang suruhannya dan menyuruhnya mencari tahu kabar tentang Alana.Setelah selesai Lisa menaruh ponselnya di atas meja dan dia kini tengah menunggu laporan dari orang yang dia bayar.


"Sebelum aku menyingkirkan Alana aku belum merasa puas sampai dia benar benar sengsara, " gumam Lisa dengan senyum sinisnya.

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA YANG BELUM VOTE SILAHKAN VOTE NOVEL INI


__ADS_2