Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Masalah


__ADS_3

Keesokkan harinya Nayla bangun dari tidurnya dan dia menatap sekelilingnya dengan raut bingungnya namun sedetik kemudian Nayla tersadar jika dia pergi dari Mansion orang tuanya.


"Aku hampir saja lupa huft, " batin Nayla


Nayla bangkit dari ranjangnya dan pergi ke kamar mandi.Tiga puluh menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dan bergegas mengambil dress dalam kopernya.Dia langsung mengambil dress lalu memakainya.



Setelah selesai berpakaian, Nayla menyisir rambutnya.Kemudian dia meraih ponselnya lalu mengganti nomornya dengan nomor yang baru.Dia langsung memakai jam tangannya di pergelangan tangan kanannya. Lalu Nayla menyambar tasnya dan memasukkan ponselnya kemudian keluar dari kamar hotel.Dia berjalan keluar dari hotel dan langsung berjalan jalan.


"Mulai sekarang namaku Arabella, " gumam Nayla


Dia melangkahkan kakinya menuju ke supermarket yang letaknya dekat dengan hotel tempat dia menginap.Sampai di sana Nayla langsung masuk dan segera membeli kebutuhannya dia.


.


Sementara di kediaman keluarga Rajendra, Alana dan kedua orang tuanya tengah sarapan bersama.Selesai sarapan Alana segera berpamitan pada Mommy dan Daddy.


"Mom, Dad aku pergi mencari Nayla dulu, " ucap Alana


"Lalu bagaimana dengan perusahaan Nak? " tanya Daddy


"Aku menyuruh Kinanti yang menghandlenya Dad ya sudah aku pergi dulu ya, " ucap Alana


Alana pergi dari meja makan dan langsung keluar dari Mansion.Dia masuk kedalam mobilnya kemudian melajukannya dengan kecepatan sedang.Selama di dalam mobil Alana memikirkan keadaan adiknya Nayla.

__ADS_1


"Nay, Sebenarnya kamu kemana sih Nay apakah kamu tega melihat Mommy dan Daddy bersedih, " ucap Alana dengan lirih


Alana kembali fokus menyetir hingga dia sampai di sebuah hotel dimana Nayla menginap.Dia keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam hotel tersebut.Alana berjalan menuju kebagian resepsionis.


"Permisi Mbak apakah semalam ada seorang gadis membawa koper dan datang kesini? " tanya Alana dengan ramah


"Eh Iya Mbak ada dan dia mengaku bernama Bella, " ucap Sang Recepsionis


"Lalu dimana gadis itu Mbak? " tanya Alana


"Nona Bella baru tiga puluh menit lalu keluar dan sepertinya dia jalan jalan, " ungkap Resepsionis


Alana mengangguk dan dia berterimakasih pada Resepsionis lalu keluar dari hotel.Di langsung masuk ke dalam mobilnya lagi namun Alana memutuskan menunggu gadis bernama Bella tersebut.Drt..drt tiba tiba ponsel Alana berbunyi dan dia langsung mengangkatnya.


"Halo Kinan ada apa?" tanya Alana tanpa basa basi


"Baiklah tunggu aku, Aku akan kesana sekarang, " jawab Alana


Tut Alana mengakhiri percakapannya terlebih dahulu dan dia memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.Setelah itu Dia melajukan mobilnya meninggalkan hotel menuju ke Kantor.Dalam perjalanan ke kantor, Alana terus terusan memaki Lisa dengan penuh emosi.


"Ck Wanita rubah itu perlu ku beri pelajaran sepertinya, " desis Alana


Alana menghela nafas kasar lalu Dia kembali fokus menyetir mobilnya dengan kencang. Beberapa menit kemudian akhirnya Alana sampai juga di depan Kantornya.


Alana segera meraih tasnya lalu keluar dari Mobilnya.Dia bergegas masuk ke dalam kantornya tersebut.Para Karyawan seperti biasa langsung menyambut kedatangan Alana dan Lisa langsung menoleh kemudian tersenyum sinis kearah Alana.

__ADS_1


"Akhirnya kamu datang juga Alana, " ucap Lisa dengan sinisnya


"Untuk apa kamu mencariku Lisa? " tanya Alana dengan nada datarnya


"Kamu harus mengembalikan Edward padaku dasar wanita perebut, " desis Lisa


Alana langsung tertawa mengejek mendengar ucapan dari Lisa.Sementara Lisa mengepalkan tangannya melihat Alana yang meremehkannya.


"Aduh kamu Lis pagi pagi sudah membuatku tertawa.Siapa yang perebut siapa padahal nyatanya Edwardlah yang mengejar diriku bukan seperti yang kamu katakan padaku dasar wanita halu, " ucap Alana Sarkas


"Edward milikku Alana kamu harus ingat itu, " ucap Lisa dengan nada tingginya


Alana memutar bola matanya malas mendengar ucapan dari wanita gila di depannya.Dia segera mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi kekasihnya Edward.


"Edward datanglah ke kantorku sekarang juga," ucap Alana dengan serius


Tut Dia langsung mematikan sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Edward.Setelah itu Dia memasukkan kembali ponselnya kedalam tas dan beralih menatap Lisa lagi.


"Jika kamu menyukai Edward katakan saja padanya jangan mengatakan padaku karena hal itu hanya akan sia sia, " ucap Alana smabil menatap tajam kearab Lisa yang terdiam kaku


"Pagi pagi datang ke kantor orang dan membuat keributan.Apakag otang tuamu tidak mengajarimu sopan santun Nona, " desis Alana dengan nada dinginnya


Para Karyawan bergidik melihat aura boss mereka yang menyeramkan pagi ini dan mereka semua merutuki Lisa yang telah berani memancing emosi Alana.Tak lama kemudian Edward masuk ke dalam kantor dan menghampiri Alana.Dia melirik tajam kearah Lisa yang terdiam.Alana menoleh kearah Edward sambil tersenyum manis.


"Sayang, urus tuh mamtanmu yang tercinta dan nasehati dia agar tidak berbuat ulah di kantor orang.Aku pusing mendengar ucapan sampah dari mulutnya itu, " ujar Alana datar

__ADS_1


Alana berbalik dan berjalan meninggalkan mereka.Kinanti langsung mengikuti bossnya dan mereka masuk ke ruangan kerja Alana. Setelah kepergian Alana, Edward beralih menatap Lisa dengan aura membunuhnya. Sementara karyawan sudah kembali keruangan masing masing.


TBC.


__ADS_2