
Tahan emosinya anak anak 😆🤣🤣
🍁... Selamat membaca.. 🍁
Mommy Raissa mengerutkan dahinya bingung mendengar ucapan menantunya. Sedangkan kedua orang tua Alana hanya bisa menghela nafas pelan mendengar keputusan puterinya.
"Sayang, Edward benar benar ingin bertemu dengan kamu nak meskipun dia kehilangan ingatannya, " bujuk Mommy Raissa dengan lembut.
"Nak, apa yang diucapan mertuamu benar temuilah suamimu sekarang, " sahut Mommy Keyla.
Alana menghela nafas pelan setelah itu mengangguk kemudian diapun berdiri. Mommy Raissa tersenyum lalu diapun membiarkan menantunya masuk ke dalam.
cklek Alana membuka pintunya lalu masuk kedalam pelan.Alana menatap Edward dengan tatapan sendunya sedangkan Edward menatapnya dengan penuh arti.
Edward melambaikan tangannya kearah Alana.
"Mendekatlah kearahku, " pinta Edward dengan lembut.
Alana berjalan pelan menghampiri suaminya itu.Keduanya manik cokelat Alana bertemu dengan manik kelam milik Edward.Tatapan keduanya saling mengunci satu sama lain setelah itu Alana memutus tatapan mereka terlebih dahulu.
"Ayolah mendekatlah kesisiku, " ucap Edwwrd dengan nada memerintah.
Alana mengiyakannya lalu diapun berdiri disisi kiri suaminya.Tanpa diduga Edward meletakkan tangannya diperut rata Alana lalu mengusapnya dengan lembut.Hal itu tentu saja membuat Alana terharu dengan apa yang dilakukan suaminya meski dalam keadaan amnesia dan tak lama kemudian tatapan mereka kembali bertemu.
Edward kini memandang wajah cantik Alana yang terlihat alami tanpa terbalut makeup. Sedangkan tangan satunya mengenggam tangan Alana.
"Benarkah disini ada calon anak kita? " tanya Edward penasaran.
"Iya dan usianya empat minggu, " jawab Alana sambil mengeluarkan air matanya lagi.
"Maafkan aku karena saat ini melupakan kamu dan calon anak kita juga kenangan kita berdua, " sesal Edward.
__ADS_1
"Semua ini bukan salah dan keinginanmu jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri, " ujar Alana sambil tersenyum menahan sesak di dadanya.
"Sebaiknya kamu kembalilah berbaring, " tegur Alana dengan lembut.
Edward mengangguk lalu diapun menarik tangannya setelah itu dia kembali berbaring diatas ranjang pasien.Sementara Alana berjalan menuju ke tempat mertuanya berbaring.Alana menatap nanar keadaan Daddy Arka yang masih dalam keadaan koma.
"Daddy Arka segeralah bangun Dad, bukankah Daddy menyayangiku seperti puterimu sendiri hiks dan apa Daddy tidak mau mengusap perutku yang kini tengah tumbuh calon cucumu Daddy, " ujar Alana dengan menitikkan air matanya.
Edward memperhatikan punggung istrinya yang bergetar karena menangis hal itu membuatnya merasa sesak dibagian dadanya.Meskipun dia kehilangan ingatannya saat ini namun dalam hatinya dia merasa sedih melihat Alana menangis.
"Aku ikut merasakan sedih jika Alana ikut sedih seandainya ingatanku tidak hilang semua ini tidak akan terjadi.Dia menangis juga karena keadaan aku ini dan sebqgai suaminya aku tidak bisa berbuat apa apa, " batin Edward yang bergejolak menahan emosi.
Alana berbalik dan dia segera menghapus air matanya setelah itu diapun hendak melangkahkan kakinya keluar dari ruang rawat Edward namun Edward menahan tangannya.Alana menoleh dan menatap Edward dengan raut bingungnya.
"Kamu membutuhkan sesuatu Edward? " tanya Alana dengan senyum tipis dibibirnya.
"Tetaplah disini temani aku Al dan mulai sekarang panggil aku sayang seperti dulu, " pinta Edward sambil tersenyum.
Edward langsung mengenggam tangan Alana hingga membuat dia menatap kearah suaminya itu dengan mata berkaca kaca.
"Jangan menangis lagi ingat kamu sedang hamil saat ini, " omel Edward pada istrinya.
Alana tersenyum tipis mendengar omelan suaminya.Dia merasa senang karena Edward masih perhatian dengannya meskipun kini amnesia.Alana melirik jam tangannya menunjukkan angka sepuluh pagi setelah itu memandang wajah suami tercintanya.
"Sayang aku beliin makanan dulu ya, " ucap Alana dengan lembut.
"Baiklah kamu hati hati ya, " ucap Edward dengan raut khawatirnya.
Alana tersenyum lalu mengangguk kemudian diapun kembali berdiri dan bergegas keluar dari ruangan rawat suaminya.Di luar ruangan Alana melihat kehadiran adiknya dan juga Davin.
"Nay, Ayo temani aku beli makanan buat suamiku, " ajak Alana pada sang adik.
__ADS_1
"Oke kak ayo, " jawab Nayla tersenyum tipis.
Nayla menggandeng tangan kakaknya lalu diapun pergi menjauh dari ruangan Edward. Keduanya berjalan bersama keluar dari area rumah sakit.Mereka berdua berjalan di tepi jalan menuju ke toko kue terdekat yang letaknya tidak jauh dari rumah sakit.
Dari kejauhan Herone kini tengah mengawasi Alana dan Nayla.Dia tersenyum miring melihat wanita pujaannya keluar dari area rumah sakit.Herone melirik kearah Lisa yang ada disebelahnya lalu membisikkannya sesuatu.
"Idemu sangat brilliant kakak sepupu, " puji Lisa sambil menyeringai.
"Baiklah aku akan mulai aksiku sekarang, " ujar Herone dengan seringai liciknya.
Lisa mengangguk lalu dia segera memakai tompel dan kaca mata hitamnya.Setelah itu mereka keluar dari mobil, Herone segera berjalan menghampiri Alana dan Nayla.
Disisi lain Alana dan Nayla selesai membeli beberapa kue.Alana segera membayarnya lalu diapun berbalik dan hendak berjalan.
brukh.. Alana tidak sengaja tubuhnya menabrak seorang pria dan hampir kehilangan keseimbangannya namun dengan sigap Herone menangkapnya.Nayla sempat shock dan diapun segera menghampiri kakaknya.
Dari tempat persembunyiaannya, Lisa memotret Herone dan Alana beberapa kali setelah itu diapun pergi dari sana.Herone melepaskan pelukannya dan Alana merasa lega karena tidak terjatuh.
"Terimakasih kamu sudah menolongku, " ucap Alana sambil tersenyum.
Nayla mendekati kakaknya kemudian memeriksa keadaan Alana.Setelah selesai dia berbalik dan menatap tajam kearah Herone.
"Hey mata kamu buta hah nabrak orang sembarangan kalau sampai kakakku kenapa kenapa aku akan melaporkanmu pada polisi, " bentak Nayla.
"Maaf Nona saya tidak sengaja tadi karena saya sedang menghubungi seseorang yang sangat penting, " ucap Herone dengan memasang wajah bersalahnya.
"Iya Enggak papa kok Tuan kalau begitu saya permisi, " ucap Alana dengan sopan.
Alana menarik tangan Nayla lalu pergi meninggalkan Herone sendiri.Sedangkan Herone kini tersenyum miring melihat kepergian Alana dan Nayla.
"Cepat atau lambat kamu akan menjadi milikku Alana sayang, " gumam Herone dengan smirknya.
__ADS_1
Herone segera berlalu dari sana dan berjalan menuju ke mobilnya kemudian masuk kedalam.Setelah itu dia melajukan mobilnya dengan sangat kencang.