
Keesokkan harinya Alana sudah mandi dan berganti pakaian.Diapun keluar dari kamarnya lalu menuruni tangga.Dia bergegas menuju ke meja makan dan bergabung bersama kedua orang tuanya.
"Selamat pagi Mommy, Daddy, " sapa Alana sambil tersenyum
"Pagi juga sayang ngomong ngomong semalam kamu pulang jam berapa nak dari mansion keluarga Edward? " tanya Mommy
"Jam sepuluh Mommy diantar oleh Edward, " jawab Alana dengan jujur
Mommy mengangguk mendengar ucapan puterinya dan setelah itu hanya suara sendok yang berdenting karena mereka tengah fokus mengunyah makanan mereka masing masing.
Beberapa menit kemudian mereka telah selesai sarapan dan Alana segera mengusap bibirnya dengan tisu.Alana menatap kedua orang tuanya secara bergantian.
"Mommy, Daddy aku berangkat dulu ke kantor ya, " pamit Alana.
"Kamu hati hati ya nak, " tegur Daddy sambil tersenyum tipis.
"Iya Daddy, " balas Alana dengan singkat
Alana bangkit dari duduknya lalu menyambar tasnya kemudian pergi meninggalkan meja makan.Dia keluar dari mansion dan masuk kedalam mobil setelah itu melajukannya dengan kencang menuju ke Kantor.
Sementara di ALJ Group, perusahaan milik Edward kini tengah mengadakan pertemuan di ruang meeting.Suasana didalam ruangan nampak hening dan juga aura dingin mencekam karena ada dua orang yang saling bermusuhan lewat tatapan membunuhnya.
__ADS_1
Ya Edward dan Nathan kini saling berdebat membahas proyek yang akan mereka lakukan dan tentu saja para dewan direksi tidak berani melerai keduanya.Karena mereka masih sayang sama nyawa mereka jika berani protes ataupun membela salah satu diantara keduanya.Regapun menghampiri bossnya dan membisikkan sesuatu di telinga Edward.
"Tuan sebaiknya sudahi acara berdebatnya karena tidak akan ada habisnya jika kalian ribut di ruang meeting.Maaf tuan jika saya lancang jika urusan pribadi sebaiknya lakukan secara sportif, " bisik Rega.
Edward bersidekap dada sambil memikirkan ucapan dari Rega, asistennya.Dia menghela nafas kasar lalu melirik sinis kearah Nathan yang kini juga menatapnya tajam.
"Baiklah aku akan pikirkan kembali ide yang telah kamu sampaikan tuan Jonathan yang terhormat, " ujar Edward dengan nada datarnya.
"Meeting kali ini aku akhiri sampai disini dulu," ucap Edward dengan tegas
Para Dewan direksi merapikan berkas mereka masing masing lalu keluar dari ruangan meeting meninggalkan Edward dan Nathan. Edward kembali menatap kearah Nathan dengan tatapan tajamnya.
"Datanglah keruanganku sekarang kita bicarakan di sana, " ujar Edward.
Dia langsung keluar dari ruang meeting diikuti asistennya menuju ke ruangan Edward.Hans hanya diam karena dia tahu mood Nathan saat ini sedang buruk.Mereka berdua masuk kedalam ruangan Edward kemudian duduk di kursi.
"Bagaimana bisa kamu menerima bahkan mengajak kerjasama denganku yang jelas jelas kamu tahu siapa aku Nathan, " ujar Edward sambil tersenyum mengejek kearah Nathan.
"Disini aku bersikap profesional Edward dan masalah urusan pribadi aku kesampingkan dulu, " jawab Nathan dengan tenang
"Oh ya jadi kamu sudah menyerah mengejar wanitaku heh haha baguslah kalau begitu. Jadi aku tidak susah susah menyingkirkan pria yang ingin merebut kekasih orang lain, " ujar Edward dengan sarkas.
__ADS_1
Nathan mengepalkan kedua tangannya mendengar ejekan dari Edward.Sementara Edward terkekeh melihat Nathan yang mulai terpancing emosinya.Nathan kembali menghela nafas pelan lalu dia menatap Edward lagi sambil menahan emosi.
"Saat ini Alana memang menjadi kekasihmu Edward namun bukan berarti aku tidak bisa merebutnya darimu bukan, " ujar Nathan dengan sinis
"Status istri saja masih bisa direbut apalagi hanya status kekasih, " ujar Nathan dengan tatapan datarnya.
Edward mengertakkan giginya mendengar ucapan Nathan dan dia hendak memukulnya namun Rega dengan sigap menahannya.
"Sudahlah tuan tahan emosimu sebaiknya kita bahas proyek yang akan kita kerjakan bersama tuan Nathan, " tegur Rega.
Edward kembali duduk dan dia langsung menghela nafasnya pelan.Setelah merasa tenang, Dia kembali menatap Nathan dengan raut wajah seriusnya.
"Proyek yang kamu usulkan apakah bisa memberi keuntungan untuk perusahaanku Nathan? " tanya Edward.
"Aku sangat yakin Edward, " jawab Nathan dengan serius.
"Baiklah aku setuju dengan proyek yang kamu usulkan dan aku harap proyek ini bisa berhasil dan menguntungkan perusahaan, " ujar Edward.
Nathan tersenyum sumringah mendengar persetujuan dari Edward.Keduanyapun saling berjabat tangan setelah itu melepaskannya. Nathan dan Han segera berpamitan pada Edward lalu keluar dari ruangannya. Sementara Edward kembali duduk di kursinya dan dia langsung melonggarkan dasi yang mencekik lehernya.
"Hari yang menyebalkan, " gumam Edward sambil menyandarkan tubuhnya di kursi.
__ADS_1
"Oh ya Tuan Edward apakah anda benar benar menyetujui proyek ini? " tanya Rega penasaran.
TBC