Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Rahasia hati Alana


__ADS_3

Alana semakin merasa bersalah pada adiknya Nayla yang sedari menangis.Sementara Daddy merasa ikut bersedih melihat puteri keduanya dan ini semua karena Jonathan hal itu membuatnya memgepalkan kedua tanya.


"Nayla daddy harap kamu lupakan Nathan dan menemuinya lagi," ujar Daddy dengan tegas


"Iya Daddy. aku pergi ke kamar dulu ya," pamit Nayla


"Iya sayang istirahatlah dikamar," tegur Mommy


Nayla tersenyum lalu mengangguk dan dia langsung pergi meninggalkan ruang tamu.Dia menaiki tangga dan berjalan ke kamarnya. Alana menoleh menatap mommy dan Daddynya secara bergantian lalu menghela nafas kasar.


"Mommy, Daddy, ini semua gara gara aku jika dulu aku lebih peka jika Nayla menyukai Nathan aku tidak akan mencintai Nathan dan merebutnya dari Nayla," sesal Alana


"Sudahlah sayang itu semua masalalu dan juga semuanya sudah terjadi," bujuk Mommy


"Oh ya sayang bagaimana hubunganmu dengan nak Edward?" sahut Mommy mengalihkan pembicaraan


"Baik baik saja sih mom meskipun kami banyak berdebatnya," ujar Alana kesal mengingat perdebatannya dengan Edward


Mommy tersenyum tipis mendengar ucapan dari Alana. Drt.. drt ponsel Alana berbunyi dan dia langsung menoleh dan meraihnya dengan cepat.Alana berdecak kesal karena ternyata yang menghubunginya si tuan pemaksa alias Edward.


"Halo Ed ada apa?" tanya Alana

__ADS_1


"Aku akan kerumahmu sekarang juga bye honey," balas Edward


Tut.. Edward mematikan sambungannya dan Alana menaruh ponselnya dimeja.10 menit kemudian tok.. tok.. tok Alana yang mendengar suara pintu diketuk langsung berdiri dan berjalan ke pintu.Cklek dia mebuka pintu dan melihat Edward kini berdiri sambil tersenyum.


"Silahkan masuk Edward," ajak Alana


"Terimakasih sayang," jawab Edward sambil tersenyum


Edward masuk kedalam dan Alana menutup pintunya dan berjalan menuju ke ruang tamu. Mereka semua bersantai diruang tamu dan mommy tersenyum melihat kehadiran Edward.


"Sore om, tante,"sapa Edward


"Sore nak Edward," jawab Mommy sambil tersenyum tipis


"Kamu kenapa Al kok sedari tadi murung biasanya kamu akan menatapku tajam?" tanya Edward


"Aku enggak papa kok Edward," elak Alana tersenyum tipis


"Kalian berbicaralah berdua dulu ya mommy dan daddy mau melihat Nayla," ujar Mommy


Mommy dan Daddy berdiri dan pergi meninggalkan Alana dan Edward berdua. Sementara Edward terus memperhatikan Alana yang sedari tadi diam.Alana menghela nafas kasar lalu dia menatap Edward dengan tatapan sendunya.

__ADS_1


"Edward, semuanya salah aku karena aku Nayla merasakan sakit hati dan terluka atas penolakan Jonathan.Harusnya dulu aku peka pada perasaan adikku namun justru aku jatuh cinta pada Nathan mengingat janji kami dulu waktu kecil hingga membuat Nayla terluka," ujar Alana sambil menitikkan air matanya


"Seandainya dulu aku enggak egois pasti Nayla tidak akan terluka hatinya seperti saat ini hiks.Sejak dulu Nayla menatap Nathan dengan tatapan cinta dan itu baru aku sadari beberapa tahun ini," ungkap Alana terus menitikkan air matanya


Edward terdiam mendengar pernyataan dari Alana.Dia tidak menyangka gadis judesnya ternyata gadis yang rapuh.Sikap dingin, jutek, dan datarnya hanya sebuah topeng untuk menutupi kesedihannya selama ini.Edward langsung menghapus air mata dipipi Alana dengan lembut.Dia membawa Alana kedalam pelukannya dan Alana kembali menangis. Edward membiarkan Alana menumpahkan semua kesedihannya selama ini


"Setelah ini jangan bersedih lagi dan jangan menyalahkan dirimu lagi Al," ucap Edward dengan lembut


"Cinta tidak ada yang tahu kapan hadirnya dan kepada siapa kita akan jatuh cinta," tegur Edward dengan bijak


Edward melepaskan pelukannya kemudian dia mencium kening Alana dengan lembut setelah itu melepaskannya.Alana menghapus air matanya dan kembali menatap Edward.


"Hei pria tua sejak kapan kamu menjadi bijak seperti ini.. oh aku tahu kamu kelamaan menjadi jomblo ya makanya jadi bijak," ledek Alana sambil terkekeh


Edward langsung menyentil jidat Alana hal itu membuat Alana meringis kesakitan.Dia mendelik sebal kearah Edward yang tertawa kecil.


"Kita cuma beda 4 tahun saja Alana jadi aku belum terlalu tua,," decak Edward dengan nada kesal


"cih tidak mau mengakui dan terimakasih telah memberi nasehat padaku pria tua," ucap Alana sambil meledek Edward


Edward mendengus mendengar ucapan dari Alana.Sementara Alana langsung terkekeh melihat wajah kesal dari Edward.Edward tersenyum melihat Alana menjadi gadis yang ceria lagi dan bukan menjadi gadis dingin.

__ADS_1


tbc


jangan lupa like, vote rate dan komen


__ADS_2