Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
New Story Kamulah Takdirku


__ADS_3

Malam harinya di kediaman keluarga Stefanus kini tengah makan malam bersama namun hanya keheningan menyergap mereka.


Daddy Nathan hanya bisa membuang nafssnya kasar melihat Mommy dan Selena tengah marah padanya.


Leo serta kakek dan Neneknya hanya bisa saling melirik satu sama lain.


"Apa Mommy dan Daddy tengah bertengkar. " pikir leo dengan raut bingungnya.


"Aku sudah selesai, Kakek dan nenek Selena pergi ke kamar dulu. " pamitnya.


"Iya Selena. " balas Nenek Maureen sambil tersenyum menatap cucu sulungnya.


Selena beranjak dari duduknya dan meninggalkan meja makan.Sementara Mommy kembali merasakan kram pada perutnya namun dia mencoba menahannya.


Melihat gelagat aneh Mommy membuat Daddy langsung panik dan merangkulnya dari samping.


"Mom kenapa katakan ada apa dengan perutmu. " cerca Daddy Jonathan.


"Perutku kram. " lirihnya dengan pelan.


"Nathan cepat bawa Velly ke kamar dan aku akan menghubungi dokter. " titah Nenek Maureen.



Daddy Nathan mengangguk lalu membopong mommy menuju ke kamar sedangkan nenek langsung menghubungi dokter setelah itu menyimpan kembali ponselnya dalam saku.


"Aku harap Velly dan kandungannya baik baik saja. " ucapnya dengan raut kesedihan


"Kamu tenang saja sayang menantu kita akan baik baik saja. "


Tak lama kemudian dokter datang dan bergegas ke kamar mommy Velly dan daddy Nathan.


Daddy Nathan membiarkan dokter memeriksa janin istrinya.Setelah selesai dokterpun menghampiri Daddy Nathan.


"Nyonya Velly hanya kelelahan dan stress tuan makanya perutnya sering kali kram. untuk itu biarkan nyonya bedrest selama beberapa hari dan jangan buat dia stress mengingat kini nyonya tengah hamil. " ujar Dokter panjang lebar.


"Ini vitamin berikan pada nyonya Velly. " Dokter memberikan vitamin yang diterima Daddy.


"Terimakasih dokter. " Daddy merasa lega namun masih ada rasa bersalah dalam hatinya mengingat kondisi istrinya yang stres.

__ADS_1


"Ya sudah saya permisi. "


Setelah kepergian dokter, Daddy Nathan menghampiri istrinya lalu duduk disebelah Mommy.Dia genggam dan kecup tangan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan sangat muda tersebut.


"Mom maafin Daddy karena membela Rissa dan Daddy mohon jangan terlalu banyak yang difikirkan demi kamu dan calon anak kita. " tegurnya dengan lembut.


Daddy mengambil vitamin dan segelas air lalu memberikannya pada Mommy.Mommy menelan pilnya lalu meneguk air putih setelah itu meletakkannya di atas meja.


"Ya sudah lupakan saja Dad lebih baik kita istirahat. "


Daddy mengangguk pasrah lalu berbaring disebelah wanitanya dan merangkulnya dari samping.Keduanya memejamkan mata mereka kemudian tak lama merekapun terlelap dalam mimpi.


🍂🍂🍁🍁


Keesokan harinya pagi menyapa sinar matahari menerangi setiap sudut kamar Selena. Selena kini sudah selesai mandi dan berganti pakaian namun belum beranjak dari berdirinya menatap pemandangan dari balkon.


"Padahal Aku menganggap Rissa seperti saudariku namun kenapa bisa bisanya berpikir licik seperti itu sih. " gumam Selena dengan raut kecewa.


Selena masuk ke kamarnya setelah menutup pintu balkon setelah itu ke luar kamar dan menuruni tangga.



Di Meja makan


Selena langsung duduk di kursinya lalu mengambil roti dan mengolesinya dengan selai. Tatapannya kini tertuju pada kedua orang tuanya secara bergantian setelah itu mengunyah rotinya pelan.


"Pagi Mommy pagi Daddy dan semuanya. " sapa Selena.


"Pagi juga sayang. " balas Mommy Velly sambil tersenyum.


"Selena sayang maafkan Daddy nak. " ucap Daddy Nathan degan raut bersalahnya.


"Maafkan Selena juga ya Dad yang kemarin marah sama Daddy. " ucapnya.


"Iya sayang Daddy mengerti kok. "


Leon tersenyum tipis melihat kakak dan Daddynya kembali berbaikan.


Beberapa menit kemudian selesai sarapan kakek dan nenek beranjak dari duduknya diikuti yang lainnya.

__ADS_1


"Selena, Leon kakek dan nenek pulang dulu


ya. " pamit Nenek Maureen pada kedua cucunya.


"Iya Nek. Kalian berdua hati hati di jalan ya Kek, Nek. " sambung Leo.


"Iya Leo. " sahut kakek Max.


Kakek dan Nenek keluar dari kediaman putera dan menantunya.


Setelah kepergian kakek dan neneknya, Selena membereskan meja makan namun diambil alih oleh para maid.


Drt drt suara bunyi ponsel yang bergetar


Selena meraih ponselnya kemudian langsung menekan tombol merah pada layar ponselnya setelah itu menyimpan kembali dalam tas kecilnya.


"Mom. Dad aku pergi jalan dulu ya soalnya bosen terus menerus di mansion. " pamitnya pada orang tuanya yang ada di ruang tamu.


"Kak aku ikut. " sahut Leo.


"Iya Sayang kalian hati hati ya. " ucap Mommy sambil tersenyum.


Selena memberi ciuman dipipi orang tuanya setelah itu keluar dari mansion bersama dengan adiknya Leo.


Selena langsung melajukan mobilnya meninggalkan halaman mansion dan membelah jalanan.


Sedangkan Leo memainkan game sambil mengobrol dengan sang kakak mengenai hubungan Selena dan Jackson.


"Aku harap kakak akan bahagia bersama dengan Om Jackson. " ucap Leo dengan tulus.


"Iya terimakasih atas doanya Le. " Selena kembali fokus menyetir mobilnya.


"Ngomong ngomong kita mau ke mana kak? "


"Hemm entahlah kita cari tempat yang menyenangkan yang bisa mengubah mood jadi baik lagi. "


"Oh oke. "


TBC

__ADS_1


__ADS_2