Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Keakraban


__ADS_3

"Baiklah aku akan membuatkan minuman untukmu," ujar Alana


"Aku ingin kopi dengan sedikit gula," jawab Edward dengan cepat


Alana tersenyum lalu mengangguk dan dia langsung pergi kedapur.10 menit kemudian Alana kembali dengan membawa secangkir kopi dan menaruhnya dimeja dan dia kembali duduk disofa.


"Mommy dan Daddy kok lama ya melihat Nayla," batin Alana cemas


Edward menaruh cangkirnya kembali diatas meja dan dia mengerutkan dahinya melihat raut wajah Alana yang berubah menjadi cemas.


"Al, kamu kenapa apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?" tanya Edward


"Ed, kamu tunggu disini ya aku mau melihat keadaan adikku dikamarnya," ujar Alana


"Oke pergilah Al," balas Edward


Alana pergi meninggalkan Edward diruang tamu.Dia langsung menaiki tangga dan berjalan menuju ke kamar Nayla yang ada disebelah kiri.Dia langsung masuk kedalam kamar Nayla dan Alana terkejut melihat keadaan kamar adiknya yang berantakan.Dia melihat mommy yang kini tengah menenangkan Nayla yang menangis hal itu membuat Alana merasa semakin bersalah.


"Kenapa harus nayla yang mengalami patah hati dan terluka," batin Alana miris


Nayla melepaskan pelukannya pada sang mommy lalu menghapus air matanya.Dia menoleh menatap kakaknya dengan tatapan sendunya.


"Kak Alana," panggil Nayla dengan lirih

__ADS_1


Mommy dan Daddy menoleh dan tersenyum melihat Alana yang menyusul mereka. Mommy dan Daddy memutuskan keluar dari kamar Nayla meninggalkan kedua puterinya. Alana langsung duduk disebelah adiknya lalu dia memegang tangannya.


"Nayla maafkan kakak ya yang selama ini egois dan tidak peka pada perasaanmu ke Nathan," sesal Alana


"Sudahlah kak lupakan saja semuanya lagian aku akan mencoba menghapus rasa cintaku pada kak Nathan dan membuka lembaran baru," ujar Nayla tersenyum tipis


"Oh ya kak bagaimana hubunganmu dengan kekasih kakak itu?" tanya Nayla mengalihkan pembicaraan


"Baik baik saja sih Nay dan kadang aku merasa kesal dengan Edward huh," ungkap Alana


Nayla terkikik geli melihat raut wajah kakaknya yang kesal.Alana tersenyum tipis melihat adiknya yang kembali tertawa.


"Kak Edward sangat cocok dengan kakak dan aku harap kalian segera menikah," goda Nayla


"Kalau begitu kakak uji saja dia bagaimana," celetuk Nayla


Alana menimbang nimbang ide yang diucapkan adiknya lalu dia mengangguk. Setelah itu mereka membereskan kamar Nayla yang berantakan.30 menit kemudian mereka menuruni tangga dan berjalan ke ruang tamu.


"Kamu belum pulang Edward?" tanya Alana sambil melirik Edward


"Aku masih ingin mengobrol denganmu Alana, "ujar Edward tersenyum tipis


Alana langsung duduk disebelah Edward dan Edward merangkul Alana dari samping.Alana langsung melirik tajam kearah Edward yang kini mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Menyebalkan," batin Alana


Edward tertawa melihat raut wajah Alana yang kesal padanya. Semua orang tersenyum melihat tingkah laku keduanya.


"Kalian ini seperti Tom dan Jerry saja," ucap Mommy Kayla


"Ayo kita siapkan makan malam mommy," ajak Alana mengalihkan pembicaraan


"Kakak duduk aja biar aku yang bantu mommy memasak heh," sahut Nayla sambil tersenyum


Mommy dan Nayla bangkit dari duduknya lalu mereka pergi ke dapur.Sementara Alana menoleh kearah Edward dan cup.. Edward mengecup bibir kekasihnya sekilas.


Pipi Alana langsung merona dengan tingkah mengejutkan dari Edward.Edward langsung terkekeh melihat reaksi dari kekasihnya itu.


"Edward ada daddyku kamu enggak malu apa," protes Alana


"Apakah Om Arsa keberatan dengan apa yang kulakukan tadi?" tanya Edward


"Tidak nak lanjutkan saja kemesraan kalian anggap saja Daddy enggak ada didepan kalian," ujar Daddy sambil terkekeh


"Ck Daddy menyebalkan," ucap Alana kesal


Daddy dan Edward tertawa melihat raut wajah Alana yang sedang kesal. Hal itu membuat Alana semakin kesal pada keduanya.

__ADS_1


__ADS_2