
Selesai makan malam, Selena kini merebahkan tubuhnya di atas ranjang kamarnya. Dia meraih guling kemudian memeluknya dengan erat.
"Setidaknya dengan Axel masih bisa berteman meskipun Aku tidak mencintainya sedangkan om Jack entahlah. " gumam Selena bingung.
Selena menggelengkan kepalanya dan segera mengenyahkan pikirannya tentang sahabat daddynya tersebut.Setelah itu Selena menghela nafas lalu memejamkan kedua matanya dan tertidur.
❤❤
Mentari pagi menyinari setiap sudut ruangan kamar Selena. Selena kini telah terjaga dari tidur lelapnya dan bergegas pergi ke kamar mandi.
Selesai mandi dan berganti pakaian dengan sebuah gaun. Selena kini duduk di meja rias untuk menatap rambut dan make up.
Satu jam kemudian Selena langsung ke luar dari kamar dan menuruni tangga.
Tap tap tap suara langkah kakinya yang mendekati orang tuanya yang berbincang dengan Jackson.
"Mom, Dad. " panggil Selena.
Orang tua Selena dan Jackson langsung menoleh. Jackson ternganga melihat penampilan Selena yang mengagumkan. Diapun beranjak dari duduknya kemudian menghampiri Selena.
Grep tangan Jackson melingkar indah di pinggang ramping Selena.Selena merasakan gugup sekaligus berdegup kencang ditatap sedemikian rupa oleh Jackson.
"Kamu sangat cantik Selena tapi Aku sebenarnya tidak menyukai gaunmu yang memperlihatkan dada indahmu. " seru Jackson.
"Tapi ini gaun favoritku Om yang dibelikan oleh mommy. " sahut Selena.
"Hmm. "
Jackson mendaratkan ciumannya di belahan dada Selena sekilas. Setelah itu tersenyum tipis kearah Selena. Nathan dan Velly berdecak kesal dengan kelakuan sahabat mereka itu pada Selena. Sementara pipi Selena merona melihat apa yang dilakukan Jackson.
"Mom. Dad aku pergi ke pesta dulu. " pamitnya.
"Iya sayang kamu hati hati. Ingat Jack kamu harus jaga puteriku baik baik. "
__ADS_1
Jackson mengangguk lalu mereka bergegas ke luar dari mansion.
Skip
Jackson melajukan mobilnya menuju kealamat yang dikatakan Selena barusan.Tak lama kemudian mereka akhirnya sampai di tempat Axel. Selena segera ke luar dari mobil disusul oleh Jackson hal itu membuat Selena bingung.
"Ayo masuk ke dalam jangan bengong saja Sel. " cetus Jackson.
"Tapi kenapa Om ikut masuk? " tanya Selena penasaran.
"Aku mau jagain kamu. " jawabnya ambigu lalu menarik tangan Selena dan masuk ke dalam tempat pesta.
Di dalam rumah Axel
Selena dan Jackson bergegas menghampiri Axel yang tengah berbincang dengan Larissa sepupu Selena.
"Ris, Xel. " panggil Selena.
"Hai Len akhirnya kamu datang juga tahu enggak sejak tadi Axel nanyain kamu terus. " cerocos Larissa.
Selena tersenyum tipis mendengarnya namun berbeda dengan Jackson yang memasang wajah datar menatap pria muda di depannya. Tangannya kembali merangkul pinggang Selena dengan posesif.Tentu saja hal itu tak luput dari pandangan tajam Axel.
"Eh iya kenalkan dia Jackson. " balas Selena.
"Aku Jackson kekasih Selena. " sambar Jackson sambil tersenyum miring kearah Axel.
Axel langsung syok mendengar pernyataan Jackson begitu juga dengan Larissa. Sedangkan Selena ikut terkejut namun entah kenapa dalam hatinya sangat senang dengan pernyataan Jackson.
"Tapi Om bukankah Om Jack sangat tidak cocok dengan Selena karena perbedaan umur kalian. " sergah Axel.
"Kalau Cinta tak memandang usia Axel. " sahut Jackson dengan santai.
Axel kalah telak mendengar ucapan Jackson barusan.Selena merasa tidak enak hati dengan Axel sekaligus pemilik acara pesta karena membuatnya tidak nyaman dengan kehadiran Jackson.
"Oh ya Xel selamat ulang tahun ya dan ini kado untukmu. " ucap Selena menyerahkan kotak berbalut bungkus kado pada Axel.
__ADS_1
Raut Axel kembali ceria lalu dia menerima kado yang diberikan gadis yang dicintainya tersebut.Larissa tersenyum tipis melihat sahabatnya kembali senang.
"Len, Aku buka kadonya ya. " seru Axel dengan penuh semangat.
"Ya boleh saja Xel. "
Axelpun membuka kado dari Selena dan terlihat sebuah jam tangan bermerek serta syal rajut bertuliskan nama Axel dengan warna biru.Axel kembali menatap Selena sambil tersenyum manis.
"Terimakasih ya Len atas kadonya aku sangat menyukai pemberian apapun darimu. " ucap Axel dengan tulus.
"Sama sama. "
"Ayo silahkan nikmati pestanya. " cetus Axel dengan ramah.
Merasa jengah Jackson langsung menarik tangan Selena lalu membawanya kesudut ruangan.
Selena hanya bisa pasrah dan tatapan mereka kembali bertemu dan saling mengunci satu sama lain setelah Jack melepaskan genggamannya.
"Kenapa Om main tarik tarik saja sih enggak sopan tahu sama Axel. " protes Selena menyuarakan kekesalannya pada Jackson.
"Aku enggak suka kamu tersenyum dan terlalu lama mengobrol denganya Len. " tukas Jackson.
Selena kembali menghela nafas panjang dan menatap tajam kearah Jackson.Entah kenapa kian hari kekesalannya semakin memuncak melihat sikap Jackson padanya yang aneh.
"Tapi Dia temanku Om lagian Om bukan siapa siapa bagiku hanya teman dari Daddyku. " tegas Selena dengan wajah dongkolnya.
Jackson langsung bungkam mendengar pernyataan Selena barusan.Entah kenapa hatinya terasa tercubit dengan kenyataan bahwa dia bukan siapa siapa Selena.Selena yang kesal memilih pergi menjauh dari hadapan Jackson.
Jackson terus memperhatikan Selena yang bergabung bersama Axel dan Larissa.
Dia kembali membuang nafasnya kasar kemudian mengambil segelas minuman lalu meneguknya hingga tak bersisa.
Tak
Jackson meletakkan gelasnya dengan kasar di atas meja setelah itu kembali mengawasi Selena yang tertawa bersama Axel.
__ADS_1
"Senyummu hanya milikku Selena meskipun jarak usia kita jauh tapi kamu hanya milikku. Takkan kubiarkan pria lain memilikimu apalagi mencoba merebutmu dariku. " batin Jackson.
TBC