Takdir Cinta Alana

Takdir Cinta Alana
Amnesia


__ADS_3

"Meskipun kamu melupakan aku dalam memorimu tapi aku tetap berusaha akan membuatmu ingat padaku lagi Edward karena aku istrimu, "


 


Alana Natania Rosella


 


🍁....🍁


Di mansion Alana menangis mendengar kabar dari Rega, asisten sang suami.Lalu dia dan mommy mertuanya keluar dari mansion kemudian masuk ke dalam mobil.Alana melajukan mobilnya dengan kencang menuju ke rumah sakit.


"Nak hati hati ingat kamu sedang hamil sayang, " tegur Mommy Raissa sambil menghapus air matanya menangisi Daddy dan putranya.


"Iya Mommy, " jawab Alana singkat.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit.Alana segera memarkirkan mobilnya setelah itu mereka keluar dan bergegas masuk kedalam rumah sakit. Keduanya langsung menuju ruangan yang diberitahukan Rega pada mereka.Keduanya langsung menghampiri Rega yang masih menunggu di luar ruangan.


"Rega, Bagaimana keadaan suamiku sekarang? " tanya Alana dengan beruraian air mata.


"Dokter masih menanganinya Nyonya, " balas Rega dengan lirih.


Alana kembali menangis sesegukan mendengar ucapan Rega begitu juga dengan mommy Raissa.Mommy Raissa segera menghubungi besannya yaitu orang tua Alana.Setelah selesai Mommy memasukkan ponselnya dalam saku.Dia bergegas menghampiri menantunya lalu memeluknya dari samping.


"Mommy, Edward mommy, " isak Alana sambil bergelimangan air mata dalam pelukan ibu mertuanya.


Satu jam kemudian Dokter keluar dari ruangan UGD.Alana dan Mommy melepaskan pelukan mereka lalu keduanya langsung bergegas menghampirinya dengan raut khawatir.


"Dokter bagaimana keadaan suami dan Daddy aku dok? " tanya Alana sambil mengusap air matanya.

__ADS_1


"Untuk tuan Arka beliau saat ini dalam keadaan koma sedangkan tuan muda Edward mengalami gegar otak pada bagian kepalanya sehingga dipastikan dia mengalami amnesia karena kepalanya sempat terbentur, " ungkap Dokter dengan raut sedihnya.


Deg Alana terkejut mendengar penjelasan dari dokter dan diapun langsung menangis meraung raung mendengar keadaan Edward suaminya dan juga mertuanya.Hal yang sama dirasakan Mommy Raissa mendengar keadaan suami dan puteranya didalam ruangan.


"Kedua pasien akan dipindahkan di ruangan VIP nyonya kalau begitu saya permisi, " ucap Dokter.


Dokter langsung pergi meninggalkan mereka. tak lama kemudian kedua orang tua Alana tergopoh gopoh menghampiri mereka bertiga.Alana menoleh dan langsung berlari menghampiri sang mommy lalu menangis dalam pelukan Mommy Keyla.


"Edward amnesia mommy hiks hiks, " ucap Alana dengan lirih.


Mommy Keyla terkejut mendengarnya lalu diapun mengusap punggung puterinya dengan lembut.Daddy Arsa menghampiri Asisten Edward lalu meminta penjelasan mengenai kronologinya.Mommy Keyla melepaskan pelukannya lalu mengusap air mata puteri sulungnya.Dia merasa sangat kasihan dengan puterinya itu yang baru bahagia namun sudah mendapatkan masalah.


"Sayang sebaiknya kita lihat keadaan suami kamu dan juga Daddy mertuamu nak, " ucap Mommy Keyla dengan lembut.


Alana mengangguk kecil lalu mommy Keyla menuntun puterinya menuju ke ruangan VIP diikuti Daddy Arsa dan Rega.Sementara Mommy Raissa sudah berada di dalam runagan vip tempat dimana Daddy Arka dan Edward dirawat.


Mereka semua memilih berada di luar memperhatikan Mommy Raissa yang tengah berbincang bersama Edward yang sudah sadar sepenuhnya.Mommy Keyla menoleh dan menatap iba pada puteri sulungnya.


"Enggak mommy aku enggak sanggup jika suamiku sendiri menatapku bagaikan orang asing dimatanya, " balas Alana dengan lirih.


Mommy Keyla kembali merangkulnya dari samping dan dia berusaha menenangkan puterinya yang terlihat sangat hancur dan terluka melihat keadaan suami dan mertuanya.


Di dalam ruangan Mommy Raissa berjalan mendekati Daddy Arka yang masing berbaring lemah diatas ranjang dan tetap memejamkan kedua matanya.


"Hiks Dad kapan Daddy akan bangun,Mommy sangat merindukanmu Daddy, " ucap Mommy dengan sendu.


Mommy mencium kening Daddy Arka lalu diapun berlalu dari sana dan menghampiri puteranya yang telah sadar.Edward mengerjap erjapkan kedua matanya lalu dia menatap sekelilingnya dengan raut wajah bingungnya.


"Aku dimana, " ucap Edward dengan lirih.

__ADS_1


"Nak kamu sudah bangun Edward apa yang kamu rasakan sekarang? "tanya Mommy Raissa sambil tersenyum.


Edward ingin duduk dan Mommy langsung membantunya bersandar menggunakan bantal.Dia mengerutkan dahinya melihat raut wajah wanita paruh baya didepannya.


"Sayang ini mommy kamu nak, " ucap Mommy Raissa dengan raut cemasnya.


"Mommy kenapa aku ada disini? " tanya Edward dengan lirih.


"Kamu kecelakaan sayang dan Daddy kamu sekarang dalam keadaan koma, " ungkap Mommy dengan raut wajah sendunya menatap kearah Daddy Arka yang terbaring lemah.


Edward menoleh dan mengikuti arah pandang Mommy nya dan dia terkejut melihat seorang pria paruh baya yang terbaring diatas ranjang. Setelah itu dia kembali menatap mommynya dengan raut bingung.


"Oh ya sayang istri kamu mengkhawatirkan kamu, " ujar Mommy Raissa.


"Siapa istriku mommy ah, " pekik Edward sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit lagi.


"Edward tenanglah dulu oke jangan terlalu dipaksakan untuk mengingatnya, " tegur Mommy dengan bijak.


beberapa menit kemudian kepala Edward tidak merasa kesakitan lagi.Mommy Raissa berkaca kaca melihat keadaan puteranya yang telah melupakan Alana, istri dari Edward.


"Nama istri kamu Alana nak dan dia tengah hamil 4 minggu anak kalian, " ungkap Mommy dengan pelan.


"Biarkan dia masuk ke sini Mommy, Aku ingin bertemu dengannya, " ucap Edward.


Mommy merasa lega mendengarnya lalu diapun mengangguk kemudian dia berbalik dan berjalan keluar dari ruangan Edward. Diluar ruangan Mommy Raissa menghampiri menantunya yang kini tengah duduk dengan kedua orang tua Alana.


"Alana sayang masuklah kedalam Edward mau bertemu dengan kamu, " ucap Mommy Raisa sambil tersenyum.


"Tidak Mommy aku tidak ingin bertemu Edward untuk saat ini, " jawab Alana dengan mata berkaca kaca.

__ADS_1


TBC


Jangan lupa vote ya sayang hehe


__ADS_2