
Selamat Membaca..
Mentari pagi mulai menyinarkan sinarnya melewati celah gorden kamar pasangan suami istri tersebut.
Alana terbangun terlebih dahulu sesekali menguap.Dia menoleh kesamping memperhatikan wajah tampan suaminya yang terlihat damai saat dia tidur.
"Entah kenapa aku pengen mangga muda. " pikir Alana.
Alana menggoyangkan tubuh suaminya dan sesekali mencubit hidung Edward.Edward merasa terusik lalu dia membuka matanya dan langsung duduk.
" Ada apa istriku sayang kenapa kamu membangunkanku? " tanya Edward dengan suara seraknya.
"Hubby aku ingin makan mangga muda. "
"Tapi ini masih pagi sayang perutmu belum terisi. "
Alana berdecak kesal lalu bangkit dari ranjang dan pergi ke kamar mandi.Sementara Edward menghela nafas pelan melihat istrinya tengah merajuk saat ini.
Beberapa menit kemudian Alana keluar dari sana dan bergegas mengambil dressnya kemudian memakainya.
grep Edward merangkul istrinya dari belakang namun Alana tak bereaksi apa apa karena dia masih ngambek dan dia memilih menyisir rambut panjangnya..
"Baiklah aku mandi dulu setelah itu kita cari mangga. " Edward mencium pipi istrinya sekilas lalu pergi ke kamar mandi.
Sementara Alana selesai menyisir kemudian dia menguncir rambutnya.Setelah itu dia kembali duduk diatas ranjang sambil menunggu sang suami.
Tak lama kemudian Edward selesai mandi dan kini tengah mengenakan pakaiannya.Lalu dia mengajak istrinya keluar kamar dan menuruni tangga dengan hati hati.
Tiara berlari menghampiri mereka dan Alana langsung jongkok dan mencium kedua pipi puteri kecilnya setelah itu bergantian dengan Edward yang melakukannya.
Alana dan Edward menggandeng puterinya hingga mereka sampai di meja makan.Kini mereka melakukan aktivitas rutinnya saat ini sesekali Alana merengek meminta sesuatu pada Edward.
__ADS_1
"Aku ingin makan nasi goreng. "
"Enggak jadi buah mangga sayang? " tanya Edward sambil menaikkan sebelah alisnya.
Alana menggeleng membuat Edward menghela nafas pelan.Lalu dia beranjak dari duduknya dan langsung pergi ke dapur. Semua orang hanya bisa tersenyum melihat Alana yang tengah mengidam.
beberapa saat kemudian
Edward kembali dan meletakkan sepiring nasi goreng dan segelas air diatas meja.Alana tersenyum lebar dan dengan lahapnya menyendokkan nasinya kedalam mulutnya berulang ulang hingga habis.
"Pelan pelan sayang makannya. Edward memperhatikan istrinya yang lahap sambil memakan sarapannya.
Alana kini meneguk segelas air hingga habis begitu juga dengan yang lainnya yang telah selesai sarapan.Dia menoleh memperhatikan putrinya Tiara sambil tersenyum.
"Tiara sayang masih lapar tidak?"
"Enggak mommy Aku sudah kenyang. " tuturnya dengan mimik muka polos.
"Hubby enggak usah berangkat kerja. " rayu Alana dengan nada manjanya.
Edward terkekeh melihat tingkah manja istrinya yang tidak ingin berjauhan dari dirinya.Mommy Keyla menggelengkan kepalanya lalu membawa piring ke kotornya ke dapur sementara Daddy Arsa mengajak cucunya bermain.
" Ya sudah kalau begitu kamu tunggu di ruang tamu aku mau ganti baju. "
"Iya Sayang jangan lama lama. " cetusnya.
Edward pergi dari sana meninggalkan sang istri.Alana langsung pergi ke ruang tamu dan bersantai di sana sambil memainkan ponselnya.
Drt drt suara ponsel berdering.
"Halo Kinan ada apa?" tanya Alana dengan lembut.
__ADS_1
"Bagaimana kabarmu Nona Alana? " balas Kinan menanyakan kabar Alana.
"Aku baik Kinan lalu bagaimana dengan perusahaan. "
"Perusahaan stabil Nona dan semakin berkembang pesat. "
Alana manggut manggut mendengar pernyataan Kinanti dan sesekali dia melirik suaminya yang kini duduk di sebelahnya. Edward mengusap perut rata istrinya dan mendengarkan percakapan Alana dengan Kinanti.
"Nona Aku dan Rudi sekarang tengah menjalin hubungan. " ungkap Kinanti dengan malu malu.
"Wah benarkah Aku turut bahagia mendengarnya Kinan lalu kapan kamu dan Rudi akan menikah? "
"Dua minggu lagi Nona. "
" Ya sudah aku tunggu undangannya oke sampai jumpa. "
Tut Alana mengakhiri percakapannya dengan kinan setelah itu meletakkan ponselnya diatas meja.Alana menyandarkan tubuhnya di tubuh sang suami dengan nyamannya.
"Jadi Kinanti akan menikah dengan orang kepercayaanku Rudi? " tanya Edward.
"Iya Sayang eh ngomong ngomong kamu sudah ingat dengan Rudi? " tanyanya heran.
Edward mengangguk lalu tersenyum lebar kearah istrinya yang kini menatapnya tak percaya.Alana terharu mendengarnya lalu mengusap lembut rahang sang suami.
"Hubby Aku sangat senang jika ingatanmu akhirnya kembali pulih seperti dulu dan jangan lagi melupakan aku karena itu membuatku sakit. "
Edward merasa bersalah melihat istrinya bersedih karena dirinya.Dia langsung membawa istrinya kedalam pelukannya dan Alana menyembunyikan wajahnya di leher sang suami sambil memeluk Edward dengan erat.
"Maafkan Aku yang telah melupakanmu Sayang. "
TBC
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komentar