Terjebak Pernikahan Tuan Arogan

Terjebak Pernikahan Tuan Arogan
Pesta Keluarga Collin


__ADS_3

Tiga puluh menit lagi pesta akan dimulai. Soffy dan Zoey baru saja keluar dari salon. Tampaknya mata Zoey masih sayu dan sedikit merah. Bagaimana tidak, Zoey ketiduran di salon hampir lima jam karena menunggu Soffy selesai berdandan.


Madam-madam itu tampak sangat kewalahan. Karena sudah enam kali Soffy menggonta-ganti gaya rambut dan riasan wajahnya. Untunglah riasan terakhir berkenan di hatinya. Ya walaupun itu terlihat sedikit berlebihan. Namun itulah ciri khas Soffy. Ia menyukai hal-hal yang berbau aneh dan berlebihan.


Sesampainya di mansion, ponsel Soffy berbunyi. Ia meraih gawainya dari dalam tas dan melihat siapa yang menghubunginya. Bibirnya membentuk lekukan kecil saat membaca nama yang tertera di layar ponselnya.


(Percakapan melalui telepon)


"Halo ketua," sapa Rose dari balik telepon.


"What's up, ma genggg?!" balas Soffy bersemangat.


"Ketua, kau di mana? Kau harus segera ke sini. Soalnya sebelum acara di mulai kita harus latihan. Kau tau 'kan tamu-tamu yang akan menghadiri pesta? Kita tidak boleh mempermalukan cucuku. Bisa-bisa aku ditendang dari keluarga ini."


"Tenang, Rose. Aku akan segera ke sana. Aku hanya mengantar Bocil kembali ke mansion."


"Baiklah, ketua. Aku menunggu kehadiranmu."


"Tunggu! Bagaimana dengan kostumku?"


"Aku telah menyiapkannya. Kau tinggal datang saja, Ketua."


"Okeyyy zeyenkk, sampai nanti."


Tut ... tut ... tut


***


Hotel Hanoi Golden Lake


18.00 WIB.


Hari itu, Hotel Hanoi tidak menerima pelanggan. Karena dikhusukan untuk para tamu undangan Mr. Collin yang berasal dari berbagai penjuru dunia.


Untuk pertama kalinya keluarga Collin merayakan pesta. Makanya mereka sengaja mengundang tamu-tamu vvip berpengaruh dalam dunia perbisnisan. Mr. Collin juga termasuk dalam Prestigious Club.


Pesta pertunangan Rion Collin sedang berlangsung. Tunangannya adalah seorang desainer muda yang baru saja naik daun. Masih menjadi tanda tanya besar, mengapa Mr. Collin yang dikenal misterius mau bertunangan dengan pebisnis pemula yang belum ada apa-apanya dibanding dengan keluarga Collin.


Beberapa kursi telah disediakan khusus untuk tamu vvip yang masuk dalam daftar klub bergengsi. Tinggal dua kursi yang masih belum terisi.


"Menurutmu, orang beruntung mana yang bisa menduduki kursi itu?" ucap seorang wanita paruh baya dengan menunjuk salah satu kursi kosong yang berjejer di depan.


"Hmm, kalau yang satu sudah jelas milik Mr. Winston. Tapi yang satu, aku juga penasaran." tutur seorang pria tua yang mengenakan setelan maron.


"Pasti dia memenuhi standar."


"Kita tunggu saja dan lihat."


Setelah acara pertunangan terlaksana, berbagai penyanyi papan atas mulai bergantian memeriahkan acara. Mr. Collin memang mengundang berbagai artis tanah air dan juga beberapa artis dari negara luar untuk mengisi acara.


"Sayang, kita sudah terlambat hampir satu jam. Acara pertunangan pun sepertinya sudah selesai," celutuk Amey panik. Ia tampak gugup karena ia baru pertama kali menghadari acara eksklusif itu sebagai bagian dari klub bergengsi.


"Tenang saja, Memey. Tidak ada yang berani mengusir kita di acara ini."

__ADS_1


"Bukan begitu Ars. Tapi 'kan malu kalau diliatin orang."


"Kau malu datang bersamaku?" tanya Arsen dengan sedikit menaikan nada.


"Bu--bukan Sayang!" Huhh! Sulit berbicara dengan suamiku ini. Batin Amey.


Amey mengeratkan gandengannya saat mereka mulai memasuki ruangan. Pasangan yang serasi itu menjadi sorotan. Bagaimana tidak, Arsen yang begitu tampan dan berwibawa dan Amey yang cantik dan elegan, berhasil mengalihkan perhatian.


"Selamat datang, Tuan dan Nyonya Winston," sapa Mr. Collin dari kejauhan.


Arsen tersenyum dingin. Ia membalas tatapan Rion Collin dengan sinis. "Trima kasih Mr. Collin."


Amey terperanjat saat melihat pria yang menyambut mereka. Ia menatap Rion dengan seksama. Benar! Orang ini mirip Rion Anggara teman kuliahku dulu. Tapi ...


"Apa kabar Nyonya Winston?" sapa Rion tersenyum tipis.


"Baik, Mr. Collin. Bagaimana dengan Anda?" tanya Amey balik.


"Seperti yang kau lihat saat ini."


"Ehem!" Arsen berdehem. Wajahnya berubah saat Amey dan Rion saling menatap. "Bukankah tidak sopan jika hanya menanyakan kabar seseorang, sedangkan di sini lebih dari satu orang, Mr. Collin?" lagi kata Arsen, dingin.


"Kau benar, Mr. Winston. Tapi bagaimana jika saya hanya tertarik menanyakan kabar Nyonya Amey Winston?" mengangkat alis setengahnya.


Arsen sangat jengkel saat mendengar ucapan Rion. Ia mengepalkan jemarinya dengan erat. Sedangkan sorot matanya sangat mematikan menatap manik Rion.


"Hanya beginikah sopan santun yang dimiliki keluarga Collin yang merupakan Mafia terbesar? Wah, ternyata benar rumor yang dikatakan! Sangat-sangat menyedihkan!"


Tubuh Rion menegang. Ucapan Arsen benar-benar membuat emosi Rion menggebu. Namun ia juga tidak bisa memukul Arsen.


"Kau benar, Amey." Rion mengedipkan mata setengahnya.


"Hey! Tatapan macam apa itu?!" celutuk Arsen geram.


"Tenang, Mr. Winston. Apa kau tak tau jika Amey adalah teman kuliahku dulu?" menyunggingkan bibir.


Arsen melebarkan mata. "Benarkah, Sayang?" tanyanya menatap Amey, ingin memastikan.


"Sudah ku duga. Kau adalah Rion Anggara, si pembuat onar itu 'kan? Ya! Rion adalah teman kuliahku dulu, Sayang. Tapi aku masih tidak habis pikir jika Rion ternyata berasal dari keluarga Collin."


"Aku sengaja menyembunyikan identitasku dan mencoba hidup sebagai mahasiswa biasa tanpa memakai marga Collin. Tapi sudah saatnya aku menggunakan marga asliku, karena ayahku baru saja mewariskan segala miliknya padaku," jelas Rion membuat Amey mengangguk paham.


Sedangkan Arsen tak perduli dengan penjelasan Rion. Meski ia sedikit kesal karena Amey mengenal Rion lebih dulu dari padanya.


"Pantas saja. Aku kira kita seumuran. Ternyata kau lebih tua jauh dariku Mr. Collin."


Rion terkekeh pelan. "Meski umurku sudah tua, tapi perawakanku masih terlihat seperti anak mu--"


Ucapan Rion terhenti karena Arsen telah menarik tangan Amey, berjalan meninggalkannya.


"Sayang, kau tidak sopan. Mr. Collin masih sedang berbicara, tapi kau telah menarikku." Amey tampak kesal.


"Jangan berbicara dengannya. Aku tidak suka!" gumam Arsen sinis.

__ADS_1


Amey terdiam dan hanya mengikuti langkah Arsen. Tibalah mereka di tempat duduk yang dikhususkan. Lagi-lagi para tamu terkejut saat Amey duduk di sebelah Arsen. Seketika ruangan itu menjadi riuh.


"Ternyata Nyonya Winston termasuk dalam klub itu. Hebat!"


"Jelas saja, dia 'kan Istri dari Tuan Arsen Winston."


"Bukan hanya itu. Nyonya Amey ternyata pewaris tunggal Alganda Group. Apa kau tidak mendengar berita yang menggemparkan waktu itu?" tanya wanita bergaun biru.


"Seluruh berita mengenai keluarga Winston, adalah berita yang menggemparkan dan menghebohkan. Jadi aku lupa yang mana, Haha!"


"*Ex*cuse me ladies! Kalian menghalangi jalanku!" ucap Mark tiba-tiba.


Kedua wanita yang merupakan model dari Collin's Group itu segera menepi saat melihat sosok Mark. Rasa kagum dan ingin memiliki tergambar dari ekspresi wajah kedua wanita cantik itu.


"Silahkan Tuan," mempersilahkan pria itu. Tatapan wanita bergaun biru mengiringi kepergian Mark.


"Chika! Jangan memandanginya seperti itu. Sadarlah, dia itu asisten pribadi Tuan Winston. Pria yang tak menyukai wanita!"


"I know, Gea!"


Mark sengaja menengahi pembicaraan Chika dan Gea. Ia hanya tidak ingin mereka berbicara mengenai majikannya. Meski itu pujian sekalipun.


"Hollaaa everyone!!!" teriak seseorang dari atas panggung.


Semua undangan bersorak sorai saat melihat kelima Nenek yang berpenampilan unik di atas panggung.


Amey terperangah saat melihat Neneknya dan keempat kawan Soffy. Penampilan mereka begitu menarik perhatian orang-orang yang ada di ruangan itu. Apalagi rambut mereka yang di rancang sedemikian rupa hingga mirip seperti kuburan band.


"Ketua! Kau melupakan sesuatu," ketus Grace panik.


"HAH?! Apa itu, cepat katakan!"


"Kacamatamu!"


"Astaga dragon! Kau benar Grace." Soffy menatap para tamu yang sedari tadi menunggu Kawai Squad untuk menghibur mereka.


"Nensi, kau melupakan ini," ucap Mark menyerahkan kacamatanya.


"Braderrr favorit!! Kau memang yang terbaik. Aku padamu!" membulatkan bibirnya dan melemparkan ciuman dari jauh.


To be continued ...


LIKE, KOMEN, VOTE, RATE :*


.


.


.


Hay readersss ..


Kira-kira begini nih penampilan personil Kawai Squad ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

__ADS_1




__ADS_2