Terjebak Pernikahan Tuan Arogan

Terjebak Pernikahan Tuan Arogan
Kejutan Luar Biasa


__ADS_3

Lama bercumbu di ruangan tamu, kini sepasang kekasih yang telah menikah pindah haluan dengan bibir yang masih melekat satu sama lain. Ya! Mereka adalah Arsen dan Amey. Tak di tempat sepi, tempat ramai, mereka selalu melakukan aktifitas ekstrim. Keduanya tak memandang tempat, apalagi Arsen. Selagi ada kesempatan, ya di santap! Begitulah prinsipnya.


Arsen membawa tubuh Amey menjauh dari ruangan tamu. Keduanya masih melakukan adegan panas, sembari berjalan menuju kamar Villa. Kebetulan Amey melihat sebuah ruangan. Ia mengarahkan tubuh Arsen mendekat ke arah pintu. Dengan posisi Amey berhadapan dengan pintu, sedangkan tubuh Arsen membelakangi pintu itu.


Masih belum melepas ciuman panas mereka, Amey membuka pintu ruangan itu.


Ceklek


Dan ya! Amey melonjak kaget. Ia mendapati pemandangan langka di depannya. Tak hanya Amey yang melonjak kaget, kedua orang yang sedang melalukan ritual serupa pun terkejut bukan kepalang.


Saat pandangan mata Amey dan Zoey beradu, Amey langsung menarik pintu itu dengan reflek sehingga membuat Arsen keheranan. Arsen melepas ciumannya dan menatap wajah Amey yang tiba-tiba meneteskan keringat dingin di dahi.


"Ada apa? Kenapa kau terlihat pucat, Memey? Apa kau sakit?" tanya Arsen memegang pipi Amey.


Wanita itu menggeleng dan masih syok dengan apa yang dilihatnya di dalam ruangan. "Ti--tidak ... "


Arsen mengernyitkan dahi. Ia merasa aneh dengan tingkah istrinya. "Apa kau melihat sesuatu di dalam?"


Degg!!


Amey terpaku membisu. Ia tidak berani mengatakan yang sebenarnya pada suaminya, karena ia sangat tahu bagaimana reaksi Arsen saat mengetahui jika ia baru saja melihat adegan panas Zoey dan Kaisar.


Arsen semakin penasaran. Ia membalikkan badannya dan mengambil ancang-ancang untuk membuka pintu kamar itu. Secepat kilat Amey menepis tangan Arsen dan menghadang tubuh kekar itu untuk memasuki kamar.


"Memey, ada apa? Kenapa kau tidak mengijinkan aku masuk ke dalam?" tanya Arsen.


Amey menggelengkan kepalanya dengan cepat. Matanya masih terbelalak. Tenggorokannya serasa tercekik sehingga ia tidak dapat mengeluarkan suara.


"Apa yang kau lihat di dalam hingga tingkahmu berubah menjadi aneh?" tanya Arsen dengan sedikit penekanan di akhir kalimat.


"Ehm ... Ars, ba--bagaimana kalau kita cari kamar lain saja," ucap Amey gelagapan.


Arsen mengerutkan kening. Ia semakin penasaran dengan apa yang dilihat Amey di dalam. Ia pun menggeser tubuh Amey secara perlahan dan membuka pintu itu kembali.


Deggg!


Amey menutup matanya dengan kedua tangannya. Jantungnya semakin kencang memompa. Ia menatap raut Arsen yang begitu garang dan seperti ingin menerkam mangsa.


Lakukan sesuatu Amey! Jangan sampai suamimu berbuat kekacauan di hari pernikahan Jayden dan Milley.


Sementara di dalam sana tampak ketegangan terjadi. Arsen menatap tajam mata Kaisar seolah ingin memangsanya. Zoey pun tak dapat berucap lagi. Tubuhnya menjadi lemas tak berdaya. Ia tampak pasrah dengan apa yang akan dilakukan Arsen.

__ADS_1


"B*jingan!" geram Arsen, mengeratkan rahangnya. Ia berjalan masuk ke dalam kamar dengan aura gelap disekelilingnya.


Kaisar terperanjat hebat.


Segera Zoey menghadang tubuh Arsen dan merentangkan tangannya melindungi Kaisar yang sedang mengunci kancing kemejanya.


"Kakak," lirih Zoey lemas.


"Minggir!" menepis tubuh Zoey sehingga wanita itu terpental di sofa tepat di sebelah Kaisar.


"Brengsek kau!!"


Bukkk!


Pukulan mematikan Arsen kini hampir meretakkan rahang Kaisar.


"Sayang, hentikan!!" teriak Amey sembari menarik paksa tubuh Arsen yang begitu berat.


"Ya! Lakukanlah, Ars. Aku sudah siap menerima pukulanmu," ucap Kaisar terdengar pasrah dan memasang wajahnya untuk di pukuli Arsen.


Zoey mulai terisak. Ia kini sadar dengan apa yang baru saja dilakukannya dengan Kaisar. Melihat Zoey mulai meneteskan air mata, membuat Kaisar semakin tak tega dan menyesali perbuatannya.


Amey masih menarik lengan Arsen supaya pria itu tak melukai wajah Kaisar lagi. Amey memikirkan ide cemerlang, ia pura-pura memegang perutnya dan meringis kesakitan.


Arsen yang menyadari istrinya telah kesakitan, langsung meraih tubuh Amey dan melepaskan cengkeramannya di kerah kemeja Kaisar. "Memey, kenapa? Ada apa dengan perutmu?!" tanyanya panik.


"Ars, sepertinya perutku kembali sakit. Aduhhh!" meremas lengan Arsen.


"Kakak ipar?!" ketus Zoey yang tak kalah khawatir.


"Ayo ke rumah sakit!" ajak Arsen.


Waduhh mati aku! Batin Amey. "Tidak, Ars. Sudah tidak sakit lagi!" celutuk Amey.


"Memey, jangan keras kepala. Nanti terjadi apa-apa dengan kandunganmu!"


"Tidak. Aku sudah baikan! Tidak perlu ke rumah sakit," tutur Amey.


Arsen mengernyitkan dahi. Ia mulai curiga dengan perilaku istrinya. "Memey, jangan bilang kalau kau membohongiku?" menatap tajam manik Amey.


Degg!

__ADS_1


Lagi-lagi jantung Amey dibuat Arsen berhenti berdetak. Wanita itu menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal. Sedangkan Zoey dan Kaisar masih dengan wajah panik menatap Arsen dan Amey.


"Ehm ... " memanyunkan bibirnya. "Habisnya kau sangat mengerikan kalau marah. Kau selalu menyakiti orang tanpa berpikir dulu! Aku 'kan jadi takut!"


Arsen terdiam. Ia kembali menatap Kaisar dan Zoey secara bergantian. Rautnya masih garang dan menyimpan amarah di sana.


"Kak, Arsen. Maafkan ... "


Arsen mengangkat lengan kirinya, memberi isyarat pada Zoey untuk tidak berbicara.


Zoey bungkam dan menundukkan kepala.


"Kalau sudah begini, mau bagaimana lagi! Si brengsek ini sudah menyentuhmu," menatap baju Zoey yang sudah tidak terpakai rapi di badan. "Bersiaplah. Kalian akan menikah dalam waktu dekat. Setelah resepsi Jayden usai, kau temui aku! Aku masih dendam dan ingin menghajarmu habis-habisan," melemparkan pandangan dinginnya pada Kaisar.


Semua orang tertegun. Mereka kembali mencerna ucapan Arsen. Seketika raut Kaisar dan Zoey kembali semringah.


"Kakak, kau merestui hubunganku dengan Kak Kaisar?" tanya Zoey memastikan.


Arsen terdiam. Ia begitu gengsi mengulangi ucapannya.


"Ars," lirih Kaisar menatap lekat wajah Arsen. Tak dapat lagi berkata-kata karena terlalu bahagia, Kaisar mengekspresikan kebahagiaannya dengan melemparkan tubuhnya memeluk Arsen.


Arsen terperanjat hebat. Ia membersarkan maniknya. "Dasar sinting! Woy lepaskan tangan kotormu dariku!" ketus Arsen memukul-mukul bahu Kaisar.


"KAKAK IPAR, ARIGATOOOOO!" teriak Kaisar dengan nyaring. Cairan bening pun mulai menetes di sudut mata Kaisar.


Benar-benar di luar dugaan. Asen yang begitu keras dengan pendiriannya, yang selalu berkata satu kali satu alias apa yang sudah diputuskannya tidak dapat diganggu gugat, akhirnya melunak.


"Lepaskan pelukanmu, stupid!" rontah Arsen masih berusaha melepaskan lingkaran lengan Kaisar yang membuatnya terasa sesak. "Kalau begitu aku tarik kembali ucapanku!"


Secepat kilat Kaisar melepas pelukannya. Ia mengusap air matanya dan tersenyum lebar menatap Zoey. Ia pun tak sabar memeluk Zoey di depan Arsen. "Kita akan menikah, Zoey!" ketus Kaisar.


Zoey membalas pelukan hangat dari Kaisar.


"Sialan!" umpat Arsen sembari memisahkan tubuh mereka yang telah menyatu. "Bukan berarti aku merestui kalian, dan dengan seenaknya kalian memamerkan kemesraan kalian di depan orangtua! Ingat! Aku adalah wali Zoey!"


Amey terkekeh. "Aku semakin terpesona melihatmu yang tegas namun sebenarnya lunak terhadap Zoey," gumam Amey. "Ayanggg, kalau begitu ayo kita lanjutkan," rengeknya begitu manja.


Arsen menelan salivanya. Jelas saja itu merupakan senjata pamungkas Amey untuk meluluhkan hatinya. "Ehem," berdehem. Ia tiba-tiba menjadi malu. Jelas saja, karena sikapnya yang keras dan tegas tiba-tiba dilunakkan oleh Amey di depan Kaisar dan Zoey.


Amey mengedipkan matanya pada Zoey dan memberikan dua jempolnya. "Selamat ya kalian," bisiknya, tersenyum semringah.

__ADS_1


To be continued ...


Jika suka dengam ceritanya, berikan like, komen dan vote yaa.. makasihh semua 😘


__ADS_2