Terjebak Pernikahan Tuan Arogan

Terjebak Pernikahan Tuan Arogan
Identitas Pria Psikopat!


__ADS_3

Sesuatu yang lembut dan halus kini menyambar bibir seorang wanita yang sedang terlelap di atas ranjang. Tanpa disadari Amey seorang pria telah masuk ke dalam kamar dan memeluk erat tubuhnya.


Kecupan lembut itu mendarat secara berulang-ulang di bagian wajah Amey. Sesekali bibir tipis dan seksi pria itu menjalar ke leher Amey dan meninggalkan lebel di sana.


Merasakan sentuhan dan wangi yang tak asing di hidungnya, membuat Amey terbangun dari tidurnya. Ia terkejut saat mendapati suaminya telah berbaring di sampingnya masih dengan menggunakan pakaian kerja.


"Sayang? Kenapa kau sudah pulang? Bukannya masih ada satu hari lagi kau di Turkey?" tanya Amey.


Dengan manja, Arsen memeluk Amey dan menenggelamkan kepalanya di dada Amey. "Aku merindukanmu. Aku tak bisa lama-lama berjauhan denganmu," lirih Arsen dengan mata yang terpejam.


Amey membalas pelukan Arsen dan mencium puncak kepala suaminya dengan begitu lembut. "Aku juga merindukanmu, Ars."


Arsen tersenyum dan lebih mengeratkan pelukannya.


"Ihh Sayang, jangan kencang-kencang peluknya, nanti si dia tidak bisa bernapas," tutur Amey.


"Oh, maaf Memey. Aku terlalu merindukanmu," melemaskan eratan tangannya.


"Lalu bagaimana perjalanan bisnismu? Apa tak mengapa kau meninggalkan acara pelelangan?"


"Aku menyuruh Mark yang mengurus sisanya."


"Kasihan Mark. Dia 'kan pengantin baru, Sayang. Seharusnya kau memberinya cuti berlibur."


"Nanti saja. Aku masih ingin menghukumnya."


Amey mendengus pasrah dengan keputusan Arsen. Tak lama setelah perbincangan singkat itu, akhirnya kedua orang itu terlelap sambil berpelukan dengan mesra.


***


(Percakapan di telepon)


"Halo, Kaisar. Ini Chemy."


"Oh hay, Chemy. Lama tidak mendengar kabarmu. Aku dengar dari Pedro kau sudah kembali ke Indonesia?"


"Aku baik, Kai. Iya beberapa waktu yang lalu aku kembali."


"Wow, apa yang membuat dokter muda cantik dan jenius ini kembali ke Indonesia?"


"Aku hanya mendengar jika rumah sakit di sini membutuhkan dokter kandungan yang berpengalaman. Jadi Papa menghubungi Pedro dan merekomendasikan aku untuk bekerja di sini."


"Oh begitu ya. Hmm, jadi ingat masa kecil kita. Hahah!"


"Aku juga merindukan masa kecil kita. Ohya bisa kita bertemu? Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu."


"Tentu. Bagaimana kalau kita ketemu di restoran saja, nanti aku kirimkan alamatnya."


"Oke baik. Kalau begitu sampai bertemu, Kai."


"Sampai bertemu, Chemy."


Chemy memutuskan sambungan teleponnya. Beberapa saat kemudian gadis itu mendapat notif sms dari Kaisar. Chemy melepas jas putih dan memakai heels-nya.


Wanita berpendidikan tinggi itu tak hanya jenius ia juga dijuluki sebagai permaisuri rumah sakit karena wajah dan bentuk tubuhnya yang sangat ideal. Chemy sangat di idolakan kaum laki-laki di rumah sakit tempat ia bekerja dulu. Dan sekarang saat ia pindah di Indonesia, ia sangat disegani oleh para medis lainnya bahkan para pasien.

__ADS_1


Bagi mereka dokter Chemy adalah malaikat cantik yang dikirim Tuhan untuk menjadi wanita penyembuh fisik dan batin mereka. Tak hanya populer di kawasan pria, namun ia juga sangat digemari pasien perempuan. Hanya melihat wajahnya saja sudah membuat para pasien sembuh mendadak. Apalagi kalau melihat senyum manis wanita itu, bisa-bisa para pria pingsan dalam sekejap.


Chemy berjalan menelusuri lorong rumah sakit dengan segudang keceriaan di wajahnya. Semua kagum melihat dokter cantik itu. Ia pun dengan ramah menyapa pasian yang sudah lanjut usia. Chemy benar-benar menarik perhatian semua orang melihatnya berjalan.


"Dokter Chemy?" panggil seseorang dari belakang.


Chemy menoleh ke belakang dan mendapati seorang dokter pria yang sangat di kenalnya. "Halo dokter Pedro," sapanya lembut.


"Santai saja Chemy. Ohya, kau mau ke mana? Sepertinya sangat terburu-buru."


"Iya, aku mau bertemu Kaisar."


"Oh begitu. Sudah lama kita tidak berkumpul. Nanti kapan-kapan kita reuni bersama mereka," tutur Pedro sembari melemparkan senyuman manis.


"Tentu. Mari kita bertemu setelah melepas kesibukan kita. Nanti kau kabari yang lainnya juga."


"Baik. Ya sudah lanjutkan aktivitasmu."


Chemy tersenyum manis dan menundukkan kepalanya.


Pedro menatap belakang punggung Chemy yang mulai hilang di balik pintu utama rumah sakit. "Masih tetap sama seperti dulu. Cantik dan ramah," gumam Pedro melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.


***


Kaisar tiba di tempat janjian lebih dulu. Ia memesan minuman sekaligus makanan favorit Chemy. Tak lama kemudian seorang gadis cantik muncul tepat di depannya.


"Maaf telah membuatmu menunggu, Kai," meletakkan tasnya di kursi sebelah dan duduk dengan begitu elegan.


"No problem, Chem. Aku sudah memesan makanan favoritmu."


"Mana mungkin aku lupa. Aku selalu mengingat hal-hal apa yang kalian sukai dan yang tidak kalian sukai."


Chemy tersenyum.


"Ohya, hal apa yang ingin kau sampaikan padaku?" tanya Kaisar.


Chemy mengeluarkan sebuah benda segi empat dari dalam tasnya. Ia menunjukkan pada Kaisar sebuah foto pria yang mengenakan setelan jas dan kaca mata hitam. Tangan dan leher pria itu dipenuhi tato.


"Kau mengenalnya?" tanya Kaisar mengerutkan dahi.


"Ya. Belakangan ini pria itu sangat ramai dibicarakan di media. Sepertinya dia pendatang baru dalam dunia bisnis. Aku pernah bertemu dengannya di Australia, pada saat menghadiri pembukaan gedung di sana bersama ayahku." jelas Chemy.


"Lalu?" Kaisar menjadi heran.


"Waktu lalu aku di telepon Arsen. Katanya dia butuh bantuanku untuk memecahkan sebuah permainan. Awalnya aku tidak paham dengan maksudnya. Tapi setelah dia menjelaskan peristiwa yang menimpa dia dan istrinya, akhirnya aku memutuskan untuk membantunya."


"Right!!! Aku tahu! Kenapa aku tidak kepikiran! Ya ampun!" menepuk dahinya.


"Ada apa Kai?" tanya Chemy penasaran.


"Aku lupa kalau kita memiliki sahabat jenius sepertimu. Kau 'kan pernah direkrut badan intelejen karena kejeniusanmu itu!"


"Iya. Tapi aku menolaknya. Aku lebih suka menjadi seorang dokter sama seperti ayahku. Tapi kebetulan juga aku memiliki banyak kenalan di BIN. Jadi aku menggali informasi tentang berita-berita hangat yang diperbincangkan di media."


"Benarkah? Lalu? Apa pria ini ada sangkut pautnya dengan peristiwa yang menimpa Amey dan Arsen?"

__ADS_1


"Hmm," mengagguk. "Aku dengar orang-orang yang menyerang Nyonya Winston dan menembak Arsen adalah pria yang menggunakan topeng. Kemudian, Arsen sempat bilang jika dalangnya adalah orang yang cukup berkuasa. Pria bertopeng itu merekrut kaum tidak mampu dan memberi mereka uang yang jumlahnya sangat banyak. Jika orang-orang itu tidak menuruti perkataan pria bertopeng itu maka dia akan membunuh orang-orang terdekat dari mereka, seperti anak, istri, orangtua dan lain sebagainya."


"Gila! Benar-benar psikopat!" ketus Kaisar, geram.


"Nah pria ini merupakan incaran badan intelejen karena menjadi tersangka bisnis gelap, penjualan narkoba, prostitusi dan penjualan senjata ilegal. Mereka memiliki pabrik besar di beberapa negara tempat pembuatan senjata ilegal. Namun sayang badan intelejen belum memiliki bukti yang kuat untuk menangkap pria ini."


"Lalu mengapa si b*ngsat ini mengejar Arsen dan keluarganya? Apa dia memiliki dendam terhadap keluarga Winston?"


"Aku juga kurang tahu. Tapi menurut pandanganku, kepopuleran keluarga Winston membuat banyak pebisnis menjadi iri. Mereka berusaha menjatuhkan keluarga Winston karena kedudukan WS Group yang sudah mendunia. Sampai saat ini belum ada keluarga terpandang mana pun yang bisa melengserkan keluarga Winston dari takhtanya sebagai raja bisnis."


"Hmm, kau ada benarnya! Kalau di telusuri lebih dalam, memang banyak pengusaha-pengusaha baru maupun lama yang bergelut di dunia bisnis, memiliki niat buruk terhadap keluarga Winston."


"Ya. Aku rasa niat pria ini untuk cari gara-gara dengan keluarga Winston adalah untuk membuktikan jika dia mampu mengguncang dunia perbisnisan dengan melengserkan era kejayaan keluarga Winston."


"Siapa sebenarnya pria gila ini?"


"Namanya adalah Gazza Dominic!"


"Aku sepertinya pernah mendengar nama ini," mengernyitkan dahi.


"Tentu saja, Kai. Keluarga Dom baru-baru ini menduduki posisi kedua terkuat setelah keluarga Winston."


"Hmm, semakin terhubung. Jadi itu motifnya! Untuk melengserkan posisi keluarga Winston."


"Ya. Pria itu sangat berbahaya, Kai. Makanya kita harus memberitahu Arsen untuk selalu waspada. Keluarga Dom merupakan musuh terberat yang pernah menyerang keluarga Winston!"


"Aku akan memberitahu Arsen. Anyway, kenapa kau tidak memberitahunya secara langsung?"


"Rencananya sih kemarin mau ketemu Arsen sekaligus memeriksa kondisi kandungan Nyonya Amey. Tapi Arsen sudah pergi lebih dulu."


"Oh begitu," mengangguk kecil sembari mengusap dagunya. "Eh, Chemy ... Ngomong-ngomong, apa kau sudah memiliki pacar?"


Pipi Chemy memerah.


"Apa kau masih menunggu seseorang? Apa perasaanmu masih seperti dulu?" mengedipkan matanya berusaha menggoda Chemy.


"Ehm, Kaisar kau membuatku malu saja. Aku belum memiliki pacar. Dan, ya! Kau benar, aku masih menunggu seseorang. Tapi sepertinya mustahil untuk menggapainya," tersenyum kecil.


"Kau masih saja merahasiakannya! Kita 'kan sahabat!" Kaisar tampak kesal.


"Hehe, ohya, bagaimana denganmu, Kai? Apa kau sudah memiliki kekasih?"


Kaisar tersenyum lebar. "Hmm aku bingung mengatakannya. Aku sudah punya pacar, tapi ..."


"Tapi ... ?"


"Dia belum bisa menerima cintaku karena harus meminta restu dulu pada seseorang!"


Chemy terkekeh. "Siapa gadis beruntung itu?"


"Zoey!"


To be continued ...


Like, komen, vote dari kalian akan sangat membantu Author 🥰

__ADS_1


__ADS_2