Terjebak Pernikahan Tuan Arogan

Terjebak Pernikahan Tuan Arogan
Kegelisahan Arsen


__ADS_3

Happy New Year readersssss kece!! 🥳🥳


Author kembali dari goa perstirahatan Author alias dari libur selama tiga hari hehe. Maafkan Author yang tidak update :') Ya sudah! Cukup basa-basinya dan selamat membaca 🔥🔥🔥


_____________________________________________________________________________


Tidak terasa lima bulan telah berlalu. Kebahagiaan keluarga Winston semakin lengkap dengan kehamilan bayi kembar empat milik Amey. Tak lama lagi wanita kesayangan Tuan Arogan itu akan bersalin. Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata bagaimana perasaan Arsen dan Amey.


Siang itu dokter kandungan Amey telah memeriksa keadaan wanita itu di mansion karena sudah beberapa minggu perut Amey terasa sakit teramat sangat. Paulina memberitahukan jika Amey akan bersalin waktu dekat ini karena mengingat janin yang berada dalam perut Amey melebihi satu.


"Sayang, kau yakin?" ulangi Arsen memastikan.


"Seratus persen!" ucapnya penuh semangat.


"Bukannya baru delapan bulan?" tanyanya lagi.


"Iya. Kata Dokter Paulina tiga atau empat hari ini aku akan di operasi. Aku tidak bisa melahirkan normal karena bayinya bukan hanya satu."


Perasaan Arsen bercampur aduk antara bahagia dan khawatir. Tentu saja karena ia juga memikirkan keselamatan Amey dan keempat calon anaknya.


"Sayang? Kau kenapa?" tanya Amey memegang pundak Arsen.


"Aku takut terjadi apa-apa padamu dan kepada anak-anak kita."


Amey tersenyum lebar dan memeluk suaminya. "Aku berjanji dengan sekuat tenagaku untuk bertahan hidup. Demi kau dan anak-anak kita. Aku harap kau juga mendoakan operasinya agar dilancarkan Tuhan."


"Pasti Sayang. Aku akan mendoakanmu dan selalu mendoakanmu dan keluarga kita," mengecup kening Amey.


Selama beberapa bulan, Amey menderita kesakitan karena perutnya yang samakin membesar. Namun ia tidak pernah mengeluh dengan apa yang dideritanya itu. Bagi Amey kehamilan luar biasa yang ia alami adalah suatu anugerah terindah dari Sang Pencipta. Jadi, sesakit apapun yang ia rasakan, ia hanya menghadapinya dengan penuh sukacita.


Rasa panik Arsen lebih besar dari rasa panik Amey. Padahal yang akan melahirkan bukan dirinya melainkan Amey. Ia merasa tak tenang mulai dari lima bulan lalu. Arsen selalu memperlakukan Amey dengan sangat hati-hati. Bahkan pun melakukan hubungan suami istri saja sudah tidak pernah lagi karena ia tidak mau Amey kelelahan apalagi kesakitan.


***


Siang itu, Mark dan Elis mendapat tugas dari Arsen. Kedua orang itu sedang berbelanja perlengkapan bayi. Akhir-akhir ini, Mark sering mendapat tugas tambahan dari bosnya. Segala sesuatu dipersiapkan Mark untuk menyambut kedatangan empat bayi kembar Tuan Mudanya. Mulai dari mempersiapkan kamar bayi sampai pada menyiapkan mainan-mainan yang berbau anak laki-laki.


"Tuan, sebentar. Saya mendapat telepon dari Tuan Muda," tutur Elis.


"Angkatlah."


Elis berjalan sedikit menjauh dan berbicara dengan Arsen di telepon. Sedangkan Mark sedang melihat-lihat beberapa pakaian bayi. Tak lama kemudian wanita paruh baya itu kembali dengan raut panik.


"Tuan Mark, sepertinya saya harus kembali ke mansion. Nyonya Muda akan menuju rumah sakit. Tuan Muda memerintahkan saya untuk menyiapkan segala keperluan Nyonya."


"Pergilah. Selesai membereskan ini, aku akan menyusulmu."


"Baik Tuan," berjalan meninggalkan Mark.


Mark melanjutkan kegiatannya. Namun tanpa disadari pria itu, ia ternyata sedang dilirik beberapa pasang mata. Mark mengernyitkan dahi saat beberapa wanita sebaya dengannya memandangi dirinya dengan senyum semringah.


Apa yang salah dengan penampilanku?! Apa ada sesuatu di wajahku? Cermin! Mana cermin?!" rontah Mark dalam hatinya.

__ADS_1


Tatapan-tatapan itu lama-kelamaan membuat Mark tidak nyaman. Ia mulai menghindar dari tempat itu dengan perlahan. Beberapa pakaian telah ia masukan ke dalam keranjang belanja.


Sialan! Ada apa dengan mereka?! Baru kali ini aku tidak percaya diri!


"Permisi Tuan," ucap seseorang dari belakang.


Mark membalikkan badannya dan menatap ke sumber suara.


"Istrinya juga mau melahirkan ya?" tanya wanita itu yamg merupakan karyawati.


Mark berdiam.


"Dari tadi saya perhatikan, sepertinya Tuan kewalahan mencari pakaian bayi. Kalau Tuan ijinkan, saya bisa membantu Tuan."


"Tidak perlu! Saya bisa sendiri!" Mark berjalan meninggalkan wanita itu.


"Ya ampun! Ganteng banget om itu! Uhhhhh Hot Dad**dy!" celutuknya.


Jelas saja banyak yang menatap Mark dengan tatapan mengingini. Ia adalah tipe ayah yang sangat keren di mata mereka. Bukan hanya keren, tapi juga fisiknya yang sangat mendukung membuat para wanita, baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah menjulukinya sebagai Hot Daddy. Padahal Mark bukan calon Ayah, melainkan korban Arsen.


***


Persiapan demi persiapan telah dilakukan dengan matang. Amey pun telah berada di ruang khusus di rumah sakit. Tak terasa tiga hari telah berlalu dengan begitu cepat. Setiap saat Amey menjerit kesakitan. Arsen yang melihat penderitaan Amey merasa kasihan dengan istrinya itu. Arsen bahkan hampir memecat para dokter kandungan Amey, karena menurutnya mereka tak becus merawat Amey sehingga istri kesayangannya itu selalu menjerit kesakitan.


"Mark!" panggil Arsen.


Mark mendekat.


"Sesuai dengan keinginan Tuan dan Nyonya."


"Bagus! Aku ingin semuanya sempurna tak bercela!"


Mark menunduk kepala.


Sesaat kemudian dokter Paulina memasuki ruang inap Amey. "Permisi, Tuan dan Nyonya Winston."


"Masuklah Dokter," ucap Amey.


Paulina menunduk dan berjalan mendekat.


"Ada apa?" tanya Arsen.


"Jadwal operasi Nyonya akan di laksanakan sebentar malam pukul delapan lewat tiga puluh menit."


"Apa?! Kenapa bukan besok atau lusa saja?" tanya Arsen dengan ekspresi panik.


"Tidak Tuan. Nyonya Muda sepertinya sudah sangat menderita menahan sakit. Jadi harus segera dioperasi. Lagi pula memang sudah jadwalnya seperti itu."


Arsen menatap Amey dengan kasihan. Wajah Amey seolah mengatakan jika ia tidak apa-apa. Meski begitu Arsen tetaplah Arsen! Pria Arogan yang tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya.


"Sayang, aku sudah siap!" ketus Amey.

__ADS_1


"Kau yakin?"


Amey mengangguk pelan.


"Lakukan yang terbaik pada istriku! Jika sesuatu yang buruk terjadi padanya, kau bersama bawahan-bawahanmu akan tamat!"


Deg!


"Saya akan melakukan yang terbaik, Tuan." menunduk kepala dan meninggalkan ruangan itu.


Arsen menjadi sangat gelisah. Ia mengacak rambutnya dan menggerutu. "Kau harus selamat!"


"Sayang! Kemarilah," pinta Amey.


Arsen berjalan ke arah istrinya yang sedang berbaring di ranjang.


"Percayalah padaku. Aku dan bayi-bayi kita akan selamat! Kau jangan khawatir. Teruslah berdoa agar Tuhan selalu meyertai."


Arsen menggenggam tangan Amey dan menciumnya. "Memey Sayang, aku percaya kau bisa melewati ini. Aku selalu berdoa supaya kau dan anak-anak kita selamat semuanya."


Amey tersenyum meski wajahnya tampak menahan rasa sakit.


"Mark!"


"Iya Tuan?"


"Kabarkan pada semuanya jika Memeyku akan di operasi malam ini. Kau katakan juga pada mereka untuk mendoakan Memey. Akan lebih bagus jika kau juga memberitahukan pada semua Pendeta untuk mendoakan Memey!"


"Baik Tuan."


Mark segera melaksanakan perintah Arsen. Ia mengabarkan kepada seisi mansion dan kerabat terdekat Arsen melalui grup Whatsapp jika Amey akan melahirkan. Tak lupa juga ia menyampaikan permintaan Arsen untuk mendoakan proses persalinan Amey.


"Sudah selesai," gumamnya.


"Mark, ayo ke Gereja."


"Baik, Tuan."


Arsen dan Mark meninggalkan ruangan itu. Ada beberapa perawat bergantian masuk untuk menjaga Amey.


Tuhan jangan mengecewakanku! Aku menpercayaiMu karena istriku juga sangat mempercayaimu. Dia yang mengajarkanku siapa Engkau dan betapa berkuasanya Engkau. Dia bahkan pernah berkata jika dia lebih mengasihiMu dari padaku! Awalnya aku sangat marah padanya karena lebih memilihMu dari padaku! Tapi aku sadar, jika bukan karenaMu, maka aku tidak akan dipertemukan dengannya! Jadi, aku mohon, selamatkan istriku dan keempat bayiku. Buktikan padaku jika semua ucapan Memey tentangMu adalah benar!


Tbc ...


LIKE, KOMEN, VOTE, RATE :*


.


.


.

__ADS_1


Follow ig @syutrikastivani


__ADS_2