Terjebak Pernikahan Tuan Arogan

Terjebak Pernikahan Tuan Arogan
Untuk Pertama Kalinya


__ADS_3

Acara sakral yang di gelar di gereja kini usai. Semua khalayak segera menuju tempat resepsi Jayden dan Milley. Pria yang sudah melepas masa lajang itu lebih memilih mengadakan pesta taman sehingga acara resepsi mereka di adakan di luar ruangan.


"Uncle!" panggil seorang anak kecil yang tak lain adalah Edhan.


Jayden melemparkan pandang pada anak kecil yang telah berdiri tepat di belakangnya. "Ada apa, Ed?"


"Uncle curang!"


Jayden menekuk kedua kaki dan bertumpu pada jemari kakinya. "Ada apa dengan wajahmu," mencubit kecil, hidung mancung Edhan.


"Kenapa tidak bilang-bilang padaku kalau Uncle melanjutkan misi berburu gadis cantik!" rajuk Edhan menyilangkan kedua tangannya di atas dada.


Jayden tersenyum kaku. "Ehm, begini Ed, Uncle juga terkejut dan masih belum percaya jika Uncle telah menikah."


"Ahh, bohong! Akan aku adukan sama Daddy kalau Uncle pernah mengajakku menjadi gembel!"


Deg!


Mati aku! Tidak! Tidak boleh terjadi. Bisa-bisa belum malam pertama aku sudah bercerai dengan Milley akibat menerima amukan badai dari Arsen. Batin Jayden.


Edhan memanyunkan bibirnya. Ia tampak kesal pada pamannya karena telah menikah tanpa memberitahu dirinya terlebih dahulu.


Jayden mulai berkeringat dingin. Ia menatap sekelilingnya, mencari sosok Arsen. Ia kembali melirik Edhan yang masih memperlihatkan wajah masamnya. "Edhan, bagaimana kalau kita bernegosiasi," tawarnya mencoba memenangkan hati Edhan.


"Tidak mau!" telak Edhan membuat Jayden melonjak.


Sial! Benar-benar keras kepala seperti Daddynya!


"Pokoknya aku akan adukan sama Daddy!"


Jayden tampak kewalahan. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa. Tak sengaja maniknya melirik ke arah gadis cantik yang mengenakan gaun putih sedang bercakap dengan Amey dan Jenifer. Wanita itu adalah Milley, istrinya. Tiba-tiba kepalanya mengeluarkan balon lampu yang kilau kemilau. Rupanya Jayden memiliki ide untuk menaklukkan hati Edhan. "Sini, mendekat," mengayunkan telunjuknya.


Edhan mendekat.


"Gimana kalau kau berdansa dengan Milley? Kali ini aku mengijinkanmu menyentuh istriku," bisik Jayden dengan menarik sudut bibirnya.


Edhan terdiam. Ia menatap Milley yang tengah asik berbincang dengan ibu dan bibinya. Edhan melemparkan senyum sembari mengangguk kepala dengan cepat. "Aku mau!"


Yes! Berhasil!


"Tapi ada syaratnya!" tukas Jayden, membuyarkan senyuman Edhan.


"Apa itu?"

__ADS_1


"Kau tidak boleh memberitahu Daddymu tentang misi kita waktu lalu," tersenyum licik.


Sejenak Edhan berpikir seraya mendongakkan kepala menerawang ke arah angkasa.


"Gimana? Mau nggak?"


"Okey! Asalkan aku diijinkan berdansa dengan Milley!"


Jayden tersenyum puas. Wajahnya begitu semringah, ia pun menghembuskan napasnya, lega. "Ternyata semudah itu menaklukkan hati anak gaib ini!" gumamnya.


"Uncle bilang apa?"


"Tidak ada. Uncle hanya berbicara pada diri Uncle sendiri," mencari alasan.


Edhan berlalu meninggalkan Jayden.


"Titisan Arsen memang beda! Giliran di kasih wanita, eh mau-mau aja! Masih kecil dah mesum. Gimana kalau besar nanti? Calon-calon casanova pengganti Arsen," terkekeh.


Di tempat lain namun masih dengan lokasi yang sama. Terlihat Kaisar dan Zoey sedang menenggak wine di sebuah ruangan vvip Villa keluarga Smith. Mereka menyendiri dari kerumunan dan memilih sebuah tempat yang sepi agar kedua orang itu bisa berduaan, atau lebih jelasnya lagi, bersembunyi dari pandangan Arsen.


"Zoey, apa tidak apa kau mengajakku ke sini?" tanya Kaisar sedikit ragu.


"Hmm," mengangguk. "Lagi pula semuanya sibuk dengan urusan mereka masing-masing."


"Santai saja Kak. Kak Arsen orangnya baik kok. Tapi Kak Kaisar aja yang tidak tahu mengambil hatinya."


Baik dari hongkong?! Pria ringan tangan begitu kau sebut baik. Hahah! Jangan mengada-ada kau Zoey. Batin Kaisar.


"Kak, sudah lama loh kita berhubungan. Tapi kenapa Kak Kaisar tidak berani melamarku dan mengajakku menikah?" tanya Zoey dengan raut wajah yang murung.


Kaisar terdiam. Ia menjadi tidak enak hati untuk mengatakannya kembali pada Zoey. Sebenarnya pria itu sudah jutaan kali meminta ijin pada Arsen untuk memacarinya, namun ia selalu mendengar telakkan ganas dari Arsen yang selalu mematahkan hati Kaisar.


Pria itu mendekat ke arah Zoey yang tengah duduk menyilangkan kaki di sofa. "Zoey, bersabarlah. Aku pasti akan berusaha supaya Arsen memberiku ijin untuk berhubungan denganmu. Terus terang saja, aku juga merasa bosan karena harus sembunyi-sembunyi bertemu denganmu," jelas Kaisar dengan menatap lekat bola mata indah milik Zoey.


Zoey melempar pandangnya ke arah dinding. Ia terdiam.


Kaisar menjadi sangat tidak tega melihat Zoey seperti itu. Ia pun memberanikan diri memegang tangan Zoey. Tampak Kaisar gemetar saat menyentuh tangan mulus wanita itu. Jelas saja karena ini kali pertama Kaisar menyentuh Zoey. Bagaimana tidak, setiap kali gairahnya muncul, tiba-tiba wajah garang Arsen terlintas di benaknya sehingga ia tidak berani menyentuh Zoey dengan sembarangan.


Zoey melonjak.


"Maaf karena telah lancang menyentuhmu," tutur Kaisar.


Jantung Zoey berdegup kencang. Selama mereka menjalin hubungan, ia tidak pernah melihat Kaisar sedekat ini apalagi menyentuh tangannya. Zoey merasakan sebuah perbedaan yang luar biasa. Demikian dengan Kaisar, pria itu tampak gugup, namun hasratnya untuk memiliki Zoey seutuhnya mulai bergejolak.

__ADS_1


"Kak Kaisar," lirih Zoey dengan tatapan sayu.


Kaisar semakin mendekatkan wajahnya. Jantung keduanya kembali tidak normal lantaran detakkan yang tidak beraturan. Badan Zoey pun terasa panas walaupun di sana terdapat pendingin ruangan.


"Ijinkan aku melakukan ini," bisik Kaisar dengan penuh gairah di telinga Zoey.


Deg!


Kaisar dengan lembut menyicip bibir Zoey yang tipis dan seksi itu. Tak hanya Kaisar yang mengeras. Zoey pun tampak syok sehingga badannya tiba-tiba menggeliang hebat. Ada rasa takut namun ada juga rasa senang karena pria yang dicintainya mengecup bibirnya.


Tak hanya berakhir di situ. Kaisar menjadi kepenuhan, ia melum*at bibir Zoey tanpa ampun sehingga Zoey tampak ngos-ngosan. Jelas saja karena itu pertama kalinya ia bersentuhan bibir dengan lawan jenisnya.


Keringat dingin menggerogoti tubuh Zoey, kepalanya tersandar di kepala sofa dan posisi Kaisar tiba-tiba menindih badannya. Sungguh! Itu merupakan adegan panas Zoey untuk pertama kalinya. Pria casanoca itu kembali melancarkan aksinya setelah lama vakum dalam dunia pergaulan bebasnya. Dan itu semua karena Zoey. Ia berhenti bermain dengan wanita malam demi mendapatkan hati Zoey dan ijin dari Arsen.


"Kak ... " desis Zoey semakin membuat Kaisar tak dapat menahan hasratnya.


"Shhht," meletakkan telunjuknya di bibir Zoey. "Aku tahu apa yang aku lakukan. Percaya saja padaku," bisik Kaisar dengan nakal.


Zoey mengangguk. Apa ini cara satu-satunya agar Kak Arsen merestui hubunganku dengan Kak Kaisar. Batin Zoey, bertanya-tanya.


Tangan Kaisar mulai berkeliling ke area sensitif gadis itu. Sesekali tangannya merambat sampai di bawah dan mengelus b*kong padat Zoey. F*ckk! Aku sudah tidak tahan lagi! Gadis ini benar-benar begitu menggoda!


Hasrat ingin memiliki telah menguasai benak Kaisar. Wajah kejam Arsen tak lagi menghantui dirinya. Yang ada dibenaknya hanyalah wajah Zoey, tubuh Zoey dan memiliki Zoey seutuhnya.


"Kak Kaisar," lirih Zoey lagi dengan pipi yang memerah.


"Sayang ... " mendengus di leher Zoey.


Zoey membelalakan matanya saat tangan Kaisar menyentuh dua gunung kembar miliknya. "Kak," mendorong tubuh Kaisar. Namun usahanya sia-sia. Kaisar begitu kuat sehingga lelaki itu mendominasi dirinya.


"Zoey ... maafkan aku! Aku sudah tidak bisa menahan b*rahiku! Tolong lakukan sesuatu untuk menghentikan kegilaan ini!" ketus Kaisar yang masih menjalankan aksinya, mencium leher Zoey.


Zoey memejamkan matanya. Ia tidak menghentikan aksi Kaisar yang panas. Ia malah memeluk pria itu dengan erat dan mengecup telinga Kaisar sehingga lelaki itu lebih giat lagi meneruskan atraksinya. Kini bibir Kaisar mulai menjalar menuju gunung kembar yang sama sekali belum pernah dikunjungi wisatawan. Dan Kaisarlah pria beruntung yang pertama kali berkunjung bahkan berkelana di gunung itu.


"Shhh, ehmmm! Kak Kaisar," desah Zoey lagi dengan tubuh yang bergetar hebat saat hisapan pertama Kaisar.


Ceklek


Pintu ruangan tiba-tiba terbuka.


Degg!


To be continued ...

__ADS_1


Like, komen dan vote ya gaess ...


__ADS_2