Terjebak Pernikahan Tuan Arogan

Terjebak Pernikahan Tuan Arogan
Penjelasan


__ADS_3

Brukkkk!


Plakkkk!


"Dasar tidak becus!"


"Maafkan saya, Mr. Collin."


Rion mendekat ke arah Shadow dan meremas kerah Shadow dengan kencang. "Kau sudah paham 'kan konsekuensinya?"


Shadow terdiam. Ia kembali mengingat ucapan Rion sebelum ia bertemu dengan Amey. Rion menyuruh Shadow untuk membawa Amey padanya malam ini, dan jika Shadow gagal, maka hanya akan berlaku satu pilihan, yaitu kematian Shadow.


Rion melepaskan cengkeraman tangannya di kerah Shadow. Ia menepuk tangannya dua kali dan sesaat kemudian tibalah seorang pria berbadan kekar dengan sebuah benda tajam di tangannya.


Orang itu adalah tangan kanan Rion anggota mafia dari Collins Group. Ia adalah pria sadis yang mematikan. Siapapun bisa ia bunuh hanya dengan satu bidikan saja.


Melihat pria itu memasuki ruangan, Shadow langsung berlutut di depan Rion. "Ampuni nyawa saya Tuan. Saya berjanji akan membawa Nyonya Amey padamu, malam ini. Berikan saya kesempatan," mohon Shadow.


"Hahahaha!" Rion terbahak. "Cuihhh!" membuang liurnya di depan wajah Shadow. "Kau pikir dengan tindakanmu ini, Arsen akan bertindak diam?! Aku sudah memberimu kesempatan tadi, tapi kau malah menyia-nyiakannya! Aku tak butuh orang yang payah untuk bekerja denganku!"


"Maafkan saya Tuan. Jika saja Tuan Winston, tidak berada di situ, pasti Nyonya Amey akan mau bertemu denganmu malam ini."


"APA KAU BILANG?!" teriak Rion. "Jadi Arsen sudah melihat wajahmu yang jelek ini?!"


"Maafkan saya Tuan."


"SHUT UP!" Rion mengacak rambutnya. Ia mendekat ke arah Shadow dan menendang tubuh pria itu hingga terjatuh ke lantai.


Rion sangat geram dengan Shadow. Bagaimana tidak, Shadow telah menunjukkan wajahnya di depan Arsen. Selama ini Shadow hanya menunjukkan wajahnya pada orang yang akan ia bunuh setelah melihat wajahnya. Dan Amey merupakan korban selanjutnya.


"Saya akan membereskan masalah ini, Tuan," ucap Shadow lagi.


"Bagaimana kau membereskan ini?"


"Aku akan membunuh keduanya, termasuk asisten Tuan Arsen."


"PEFFFF---BWAHAHAHA!" Rion tertawa terpingkal-pingkal mendengar ucapan Shadow.


Shadow menjadi bingung dengan tingkah Bosnya. Apa yang salah dengan ucapanku? batin Shadow.


"Kau bilang apa? Membunuh Arsen? HAHAHAHAHA!" kembali terpingkal.


"Iya Tuan."


Rion menghentikan tawanya. "STUPID!!! Apa kau pikir bisa membunuh ******** itu, semudah itu? Kau masih belum mengenal dia, rupanya."


"Maafkan saya, Tuan."


"Kalau membunuh Arsen semudah dengan yang kau ucapkan tadi, maka sudah dari dulu pria itu tidak melihat dunia! Aku sendiri yang akan membunuhnya! Tapi ... membunuh si ******** itu, tidak semudah membalikan telapak tangan! Apa kau paham, Hah?!" teriak Rion lagi.


Shadow kembali terdiam. Ia tidak dapat lagi berkata-kata.


Flashback ON


Sepuluh tahun yang lalu, Keluarga Winston telah mengajak perang dengan keluarga Collin. Pasar saham Collins Group menurun drastis akibat serangan dari WS Group. Pada saat itu Arsen baru saja menjadi pemimpin WS Group.


Arsen melaporkan perusahaan Collins, karena melakukan transaksi gelap seperti mengimpor barang ilegal ke dalam negeri. Dari situlah kebangkrutan terjadi. Ibu Rion, Nyonya Maryline sakit parah karena mendengar jika Suaminya, ayah Rion akan dipenjarakan selama sepuluh tahun.


Nyonya Maryline akhirnya meninggal dunia karena sakit. Hidup Rion pada saat itu sangat terpuruk. Ia pun berjanji akan membalaskan dendamnya pada keluarga Winston. Rion membangun kembali perusahannya dari nol sehingga kembali menjadi besar.


Pemerintah pun ada yang bekerja sama dengan Collins Group sehingga kejahatan apapun yang dilakukan Collins Group pastilah tertutupi. Namun, Rion masih belum puas karena ia belum membalaskan dendam kematian ibunya pada keluarga Winston.


Rion semakin jengkel saat perusahaan WS Group menjadi perusahaan terbesar di dunia bisnis. Rion tidak terima jika perusahaannya disaingi oleh WS Group. Ia mengincar Arsen selama sepuluh tahun. Namun rencana untuk melenyapkan keluarga Winston hanyalah sia-sia.


Rion tak bisa menyentuh Arsen karena perusahannya belum seberapa dengan bisnis keluarga Winston. Rion akan mengalami kebangkrutan lagi jika ia berani menggoncang WS Group.

__ADS_1


Namun seiring berjalannya waktu, Collins Group semakin berjaya. Selama sepuluh tahun Rion menyiapkan dirinya untuk berperang melawan keluarga Winston. Ia sampai menyamar menjadi mahasiswa bodoh, hanya untuk menutupi namanya di depan publik agar supaya tidak disoroti khalayak. Dari situlah ia mengenal Amey.


Dan sangat kebetulan jika Amey menikah dengan Arsen. Semangat untuk menghancurkan keluarga Arsen semakin menggebu. Apalagi saat ayah Rion, Mr. Albert Collin telah keluar dari penjara.


Namun sangat disayangkan, baru saja satu bulan menghirup udara segar, Mr. Albert telah meninggal. Tidak diketahui penyebab kematian Albert, namun yang pasti pesan terakhir Albert pada Rion adalah untuk membalaskan dendam keluarga Collin terhadap keluarga Winston. Maka itulah yang membuat Rion mengadakan pesta, karena sasarannya hanya satu, yaitu kehadiran Amey.


Flashback OFF


Dorrrrr!


Seseorang telah tergeletak di lantai. Cairan kental berwarna merah mulai menyucur di dahi orang itu. Peluru itu tepat mengenai dahi Shadow.


"Bereskan pengecut ini!" tutur Rion.


"Baik Tuan," ucap pria tangan kanan Rion.


"Itu hukuman untuk orang yang tidak becus menjalankan tugas."


Tok ... tok ... tok


"Ada apa!" teriak Rion dari dalam ruangan.


"Nona Kinan ingin bertemu dengan Anda, Tuan," ucap Sekretarisnya.


"Suruh dia pulang. Aku tidak bisa diganggu!"


"Baik, Tuan."


Rion menghela napasnya dalam. Matanya tak sengaja menatap meja kerjanya. Ia mendapati foto Amey yang sudah lubang dibagian wajah. Rion tersenyum kecut.


"Seharusnya kau mati malam ini!" gumamnya.


***


"Ehem." Arsen berdehen.


Sialll! Apa Memey masih marah padaku?


Arsen mencoba mengalihkan perhatian Amey yang tampak tegang membaca majalah. Pria itu mondar-mandir di depan Amey agar Amey mau meliriknya.


"Bisakah kau diam! Kau menganggu konsentrasiku!" celutuk Amey dingin.


Arsen melebarkan matanya. Ada apa ini? Kenapa aku merinding mendengar ucapannya.


Amey beranjak dari Sofa. Ia mengambil buah segar yang ada di atas meja. Senyum semringah bermekaran di wajah Arsen karena ia tahu jika Amey pasti akan menyuapi buah kepadanya seperti biasa.


Amey berhenti di depan Arsen. Pria itu pun memejamkan matanya dan membuka mulutnya lebar-lebar.


"Uhh Sayang, kau pasti sangat lapar. Mommy akan memberimu makan," gumam Amey sembari menelan buah mangga yang telah dipotong halus.


Arsen membuka mata sebelahnya. "Ehem! Di sini sangat panas."


Amey masih tak menggubris. Ia berjalan menuju tempat tidur dan melewati Arsen dengan cuek layaknya tidak ada orang di kamar itu selain dirinya.


"Kenapa aku cemburu? Wajar saja 'kan kalau Memey perhatian pada anakku. Tapi ... aku merasa dicampakannya. Masih di dalam perut saja, dia sudah bisa mengalihkan perhatian Memeyku sepenuhnya padanya, bagaimana nanti kalau dia sudah keluar? Apakah aku masih mendapat kasih sayang dari Memey. Dan bagaimana dengan jatahku?"


Arsen menggeleng kepalanya dan berlari ke arah Amey. Wanita itu tengah asik melahap buah dengan posisi bersandar di kepala ranjang. Tiba-tiba Arsen menyosor dan mencium perut Amey.


"Hey, bocah, kapan kau akan keluar? Kau tau, kau baru saja membuat Memeyku mengacuhkanku," tutur Arsen.


Amey menatap Arsen dengan heran. "Apa kau baru saja memarahi anakku?!" geram Amey.


"Tidak. Mana mungkin aku memarahinya. Aku hanya bernegosiasi dengannya supaya dia mau berbagi dirimu denganku. Aku sangat cemburu, Sayang."


"Yang benar saja, Ars. Kau cemburu pada anak kita?"

__ADS_1


Arsen terdiam. Mimiknya saat itu sangat menggemaskan di mata Amey.


"Jangan berwajah seperti itu! Aku masih kesal denganmu hari ini!"


"Sayang, jangan begitu. Baiklah, tanyakan yang ingin kau ketahui."


"Hmm, aku ingin mengetahui semuanya."


"Baiklah."


Arsen menceritakan segala rahasia yang belum Amey ketahui. Termasuk hubungan Eggie dan Rion, dan juga mengenai latar belakang permusuhan Collins Group dan WS Group.


Beberapa saat kemudian, Amey paham dengan rencana Arsen. Ia pun akhirnya setuju dengan Arsen. "Bagaimana Eggie bisa jatuh cinta pada Rion?"


"Aku tidak tau. Yang pasti aku menyuruhnya untuk berhenti menyukai ******** itu, kalau misi sudah selesai."


"Semudah itukah?"


"Itulah kelebihan Eggie. Ia bisa mengesampingkan perasaannya, untuk pekerjaan."


Amey mengangguk dengan linglung. Ia masih tak menyangka jika Rion mengincarnya hanya untuk menghancurkan Arsen. "Kapan kau akan membongkar kedok Rion?"


"Setelah Eggie mendapatkan sisi lemahnya!"


"Hmmm, aku mengerti. Tapi bukankah ini menyangkut juga soal nyawa Eggie? Aku takut jangan sampai Rion mengetahui rencanamu dan Eggie akan menjadi korbannya."


"Makanya aku sangat berhati-hati. Rion tau jika Eggie bekerja sama dengannya untuk menghancurkanku."


"Baiklah. Aku percayakan semuanya padamu. Aku tidak ingin ada yang terluka karena rencana ini!"


Arsen mengangguk dan menatap Amey lekat. "Sayang?"


"Ada apa, Sayang?"


" ... Kau hampir membuatku gila hari ini."


"Apa maksudmu?"


"Kau mengacuhkanku sepanjang hari. Kau tidak mengangkat teleponku dan bahkan tidak mengabariku!"


"Lalu?"


"La--lalu? Kau hanya bilang 'lalu' ?"


"Lalu apa yang akan kau lakukan padaku?"


Arsen tersenyum licik. Ia tiba-tiba memeluk istrinya dengan erat dan menyapu leher Amey.


"Aku ingin makanan lezat malam ini, Sayang."


"Tunggu sebentar aku akan memasak untukmu."


"Bukan itu yang ku maksud."


"Lalu?"


"Bolehkah dua belas ronde lagi, Sayang?" mengedipkan mata sebelahnya.


To be continued ...


LIKE, KOMEN, VOTE, RATE :*


.


.

__ADS_1


.


Maafkan Author yang sudah jarang update. Akhir-akhir ini Author mendapat tugas yang banyak dan harus menyelesaikannya. Author usahakan akan kembali update seperti biasa :)


__ADS_2