
Terdengar dua pasang kaki sedang berjalan menyusuri sebuah lorong yang memiliki cahaya remang. Inventaris yang mewah disetiap sudut dinding, meninggalkan kesan mewah dari tempat itu. Tampak dua orang pria berbadan kekar berdiri tepat di depan pintu yang di atasnya terdapat logo sayap dengan bertuliskan VIP ROOM 02.
Dari kejauhan Arsen dan Mark telah memantau dua orang pria yang berdiri di depan pintu kamar khusus itu. Dengan senyum yang sinis, Arsen mempercepat langkahnya dan diikuti dengan asisten pribadi di belakangnya.
Saat tiba di depan pintu, kedua pengawal itu menunduk memberi hormat. Kedua pengawal itu membukakan pintu bagi Arsen. Namun saat Mark hendak mengikuti langkah Arsen, masuk ke dalam kamar, tiba-tiba seorang pengawal itu menghalangi jalan Mark.
Mark mengeratkan rahangnya. Wajahnya terlihat garang dan buas. Ia menatap kedua pengawal itu dengan tatapan membunuh. Aura Mark pada saat itu diselimuti oleh kegelapan sehingga kedua pengawal yang menghalangi jalan Mark, langsung melepaskan palang tangan mereka.
"Mark! Berhenti menatap tamu dengan tatapan mengerikan seperti itu!" ujar Arsen tersenyum sinis. "Sudah ku bilang 'kan? Kalau kita akan memperlakukan tamu sebaik mungkin!" sindirnya kembali.
Mark menunduk tanpa bersuara. Sebenarnya itulah salah satu kelebihan Mark yang sangat ditakuti siapa saja, kecuali Arsen. Dengan tatapan ganasnya, sudah membuat lawan menciut, apalagi menghantamnya, sudah pasti si musuh akan menginap berapa bulan di rumah sakit akibat patah tulang. Itu pun jika beruntung, masih hidup.
Tempramen Mark mirip Arsen. Tapi bedanya, Mark bisa menahan emosinya dengan sangat baik, tapi kalau Arsen, ia tak bisa menahan amarahnya. Makanya Mark selalu menjadi tempat pelampiasan amarah sang Tuan Arogan.
Seperti dihipnotis, kedua pengawal tadi terpaku membisu di depan pintu. Badan mereka seolah tak dapat digerakan karena menerima tatapan buas dari Mark. Mereka hanya bisa memandangi belakang punggung Arsen dan Mark yang melewati mereka begitu saja.
"Serangga melawan serigala?! Cuih! Yang benar saja!" gumam Arsen.
"Tuan berbicara sesuatu?" tanya Mark.
"Ya! Kau payah Mark! Kalau aku jadi kau, sudah ku giling kedua serangga itu!"
"Aku tetap menuruti perintahmu, Tuan. Memperlakukan tamu dengan sebaik mungkin."
"Bagus. Jadilah serigala penurut!"
Tuan mungkin sudah beralih profesi. Dari Presdir menjadi Provokator. Ucap Mark dalam hati.
"Kau bicara sesuatu?" tanya Arsen.
"Tidak Tuan."
"Aku seperti mendengar makianmu!" menatap Mark, sinis.
Pria yang berjalan di belakangnya itu terdiam.
"Welcome, Mr. Winston," sapa seseorang dengan suara yang halus. "Lama tidak berjumpa," ucapnya lagi dengan aksen yang kaku karena tidak biasa berbicara bahasa Indonesia.
"Britney!" ketus Arsen lantang.
"Aku pikir kau sudah melupakan teman lamamu. Upss! Mantan tunanganmu!" celutuknya.
Arsen melekukan bibirnya. Terpampang senyum kecut di bibirnya. "Aku tidak memiliki mantan tunangan! Dan aku juga tidak memiliki teman wanita! Tapi ... setelah aku pikir-pikir, kau akan menjadi teman wanita pertamaku karena sudah jauh-jauh datang ke sini!"
"Kau tidak berubah sama sekali. Sifat dingin dan kasarmu masih melekat erat dalam dirimu," ucap wanita yang bernama Britney itu.
"Kau juga tidak berubah. Sifat sok tau, centil, dan suka memamerkan pesona, cuihhh! Bullshit!"
Deg!
__ADS_1
Senyum semringah perlahan memudar saat Britney mendengar ucapan tajam Arsen. Ia memang wanita yang sangat cantik. Di New York Britney mendapat julukan Queen of City karena kemolekan dan bentuk badannya yang seksi. Di tambah lagi ia adalah anak satu-satunya pemilik perusahaan Tiger Group. Namun sayangnya, Arsen tidak tertarik dengan Britney.
"Hahahah!" gelak tawa wanita bergaun jingga itu meledak. "Hmm, mungkin beginilah tempramen pria jika sudah memiliki anak."
"Kau tau 'kan, kalau aku tidak suka berbasa-basi! Langsung saja ke topik! Apa yang membuatmu datang ke Jakarta? Apa perusahaanmu sudah bangkrut?!"
Wajah Britney seketika berubah. Ia menatap Arsen dengan sinis, sedangkan tangan kirinya menggenggam erat gelas yang berisikan wine.
"Aku tidak bisa berlama-lama di sini. Istriku dan anak-anakku menunggu kepulanganku. Aku tidak ingin terjadi kesalahpahaman dengannya karena menemui tamu yang tak penting di sini!"
"Oh tamu yang tak penting ya?!" mengangguk kepala dan meletakkan gelas di atas meja. Britney menyilangkan kedua tangan di atas dadanya. "Kenapa kau buang-buang waktu kemari hanya untuk meladeni tamu yang tak penting sepertiku?"
"Karena aku ingin mengejekmu! Tak bisa diterima akal, jika Tiger Group bangkrut! Hahaha!"
Britney semakin geram dengan tingkah Arsen. Dalam dirinya telah dipenuhi kobaran api. Namun ia harus bersabar karena tujuannya menemui Arsen adalah untuk meminta bantuan.
Jika bukan karena Daddy yang sekarat, aku pasti tidak akan bertemu laki-laki b*jingan ini! Batin Britney. "Baiklah ... " menarik napasnya panjang. "Aku kemari ingin meminta bantuanmu."
"Sudah ku duga!"
"Daddy sedang di rawat di rumah sakit karena tumornya yang semakin menyebar. Daddy menyuruhku untuk meminta bantuan WS Group untuk mempebaiki statistik perusahaan kami."
Arsen mengangguk paham. Namun wajahnya masih terlihat sangat menjengkelkan di mata Britney.
"Aku sudah melupakan perbuatan bejadmu padaku dulu. Aku juga tak akan memaksamu bertunangan bahkan menikah denganku, karena kau sudah memiliki istri dan anak."
"Baguslah! Tapi bukankah waktu itu kau yang menggodaku untuk menidurimu?! Padahal kau sudah tau jika aku tipe pria yang suka bermain-main dengan wanita! Kau juga yang seenaknya menjebakku menghamilimu supaya kita dinikahkan?!"
"Jika kau membahas hal itu, apalagi sampai masuk ke telinga istriku, aku pastikan kau, Daddymu dan perusahaanmu akan musnah dari muka bumi ini!"
Deg!
Arsen berjalan meninggalkan Britney. Wanita itu tak mampu lagi berkata-kata. Ia menatap belakang punggung Arsen dengan tatapan kosong.
"Mark, kau tau harus melakukan apa!"
"Baik Tuan."
Kedua orang itu meninggalkan kamar hotel itu.
Britney adalah wanita yang hampir bertunangan dengan Arsen karena ia sempat menuduh Arsen dengan berbohong menghamilinya. Arsen adalah pria pertama yang meniduri Britney, maka dari itu wanita molek itu sampai saat ini masih mengejar lelaki arogan itu, meski ia sadar kalau hati Arsen tak akan goyah pada wanita manapun karena Arsen sangat mencintai istrinya.
Kali ini Britney lagi-lagi mengemis dengan meminta bantuan perusahaan WS Group untuk menopang Tiger Group, salah satu perusahaan yang termasuk dalam Club bergengsi di dunia yang sudah berada di ambang kehancuran.
It never occurred to me to ask a bastard like him for help! (Tidak pernah terpikir olehku untuk meminta bantuan pada bajingan seperti dia!) lirih Britney.
***
Mark melajukan kecepatan kendaraan yang ia kemudi. Ia melirik Arsen dari spion depan. Sangat-sangat bahaya jika Tuan mengamuk di sini! Aku harus mempercepat perjalanan, agar Tuan bisa bertemu dengan Nyonya. Hanya Nyonya Muda yang bisa menghentikan amukan singa ini!
__ADS_1
"Mark!"
"Ada apa Tuan?"
"Apa kau yang membuat Dusley menarik sahamnya?!"
Deg!
Mark menelan saliva dengan kasar. "Maafkan aku, Tuan. Aku sembrono."
"Bisa kau jelaskan apa alasanmu?! Jika alasannya tak masuk akal, maka kau tau apa yang akan aku lakukan padamu!"
"Mr. Dusley ... " Apa aku harus mengatakannya?! Shittt! Bakal di ledek habis-habisan aku!
"Jangan membuatku penasaran! Sebenarnya masalah ini sudah ku ketahui beberapa bulan lalu. Tapi baru sekarang aku teringat untuk menanyakan apa alasanmu. Kau tau 'kan jika Dusley sangat berpengaruh dalam pembangunan proyek di Jerman?!"
Mark mengangguk.
"Jelaskan!"
"Mr. Dusley sudah beberapa kali menggoda Sekretaris Jenifer. Dia bahkan berani menyentuh Sekretaris Jen dengan tidak sopan dan ... "
"Dan kau cemburu lalu membuat pria tua itu mengundurkan diri dari kerja sama?!" sambung Arsen.
"Be--benar Tuan."
Arsen terdiam sejenak. Ia memandangi wajah Mark yang mulai bermunculan rona merah di pipi. "Peff--bwahahahahaha!"
Benar dugaanku! Tuan pasti meledekku habis-habisan!
"Rupanya seorang Mark, mulai merasakan yang namanya jatuh cinta! Hahaha."
"Tidak Tuan. Bukan begitu. Aku hanya ... "
"Tidak usah mengelak. Besok akan ku nikahkan kau dengan Jen! Jadi bersiaplah. Ohya jika kau membutuhkan suplemen untuk siluman ularmu, maka aku akan menyuruh Nensi untuk membuatkan ramuan ajaibnya. Haha!
Deg!
Mampuslah aku! Tuan tidak pernah main-main dengan ucapannya!
Tbc ...
LIKE, KOMEN, VOTE, RATE :*
.
.
.
__ADS_1
Follow ig : @syutrikamerentek