Terjebak Pernikahan Tuan Arogan

Terjebak Pernikahan Tuan Arogan
Sialan kau Ars!


__ADS_3

Pagi itu Kaisar baru saja tiba di Jakarta. Perjalanan bisnisnya selama tiga hari di Jepang membuat pria bule itu merindukan seseorang. Selama satu minggu Kai dan Nensi dekat, mereka tidak pernah melakukan panggilan telepon maupun video.


Media komunikasi Kai dan Nensi hanya sebatas chattingan saja. Makanya Kai semakin penasaran dengan sosok Nensi yang di pikirnya mirip artis-artis Korea. Kai dan Nensi berjanji untuk bertemu di Hotel Paradise.


Sudah satu jam Kai terjebak macet di jalan. Ia terlihat kesal saat lampu merah belum berganti warna menjadi hijau. "F*ck!" memukul kemudi.


Rasa tidak sabar Kai ingin bertemu Nensi kini sudah di ubun-ubun, ia sengaja mengajak Nensi bertemu di hotel karena ia ingin melepas rindunya, sekaligus memanjakan juniornya yang sudah tiga hari tidak memasuki gua.


Beberapa saat kemudian Kai tiba di hotel. Ia menuju kamar yang berangka tiga nol satu enam. Senyum bahagia Kai tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Selama seminggu hanya bisa chattingan kini ia bisa melihat wanita idamannya secara langsung.


"Bersabarlah sayang, kau akan mendapat jatahmu yang terlewatkan selama tiga hari," mengelus kejantanannya.


Pintu kamar itu tidak dikunci, Kai langsung memasukinya dengan mengendap-endap. Ia sengaja tidak memberitahu Nensi jika ia sudah berada di kamar hotel itu.


Seseorang telah terbaring di atas ranjang dengan balutan selimut tebal menutupi badannya. Imajinasi liar Kai sudah merajalela di benaknya. Ia menjulurkan lidahnya saat melihat seseorang yang terbalut selimut itu.


Kai mendekat dan mulai menyelipkan tangannya dibalik selimut dan mulai merabah seseorang yang terbaring itu. "Hy cantik, kau pasti sudah tidak sabar menunggu kedatanganku 'kan?" goda Kai.


Wanita di dalam selimut yang adalah Nenek Soffy itu terkekeh pelan. Ia mendapati tangan Kai yang sementara asik mengelus pahanya. Soffy menghentikan aksi nakal Kaisar.


Kenapa pahanya seperti bergelambir? Tapi tidak apa mungkin dia terlalu sering merawat pahanya sehingga semakin lembut. Batin Kai.


"Kau mau melakukannya sekarang, Cantik?" tanya Kai dengan manja.


Soffy tidak bersuara, gerakan perlahan dari dalam selimut membuat Kai sangat tergoda. Ia meraba kejantanannya yang mulai menegang. "Sayang? Bukalah selimutnya, supaya aku bisa melihat dirimu."


Soffy masih tidak bergeming.


"Jangan memancingku, Sayang. Aku tidak sabar ingin memasukannya."


Mendengar ucapan Kai, perlahan Soffy mulai membuka selimut tebal itu. Kai semakin tidak sabar. "Ya, seperti itu Sayang," tutur Kai bergairah.


Soffy membuka selimut itu sehingga dengan jelas memperlihatkan wajahnya. Ia tersenyum lebar saat mendapati wajah Kai terlihat sangat nafsu memandanginya.


Seketika Kai melonjak. Ia terkejut bukan main saat melihat makhluk yang tidak asing dalam pandangan matanya. Kai menganga tidak percaya, mulutnya bergetar tidak bisa berucap lagi.


"Lakukan sekarang Sayang! Aku juga sudah tidak sabar," ucap Soffy dengan lirih.

__ADS_1


Saking terkejutnya Kai, sampai-sampai kakinya tidak kuat menopang tubuhnya sehingga ia terjatuh di lantai dengan mulut dan mata terbuka lebar. Ia mengucek matanya, memastikan jika wanita di depannya bukanlah Soffy Nenek Rempong yang selalu menggodanya.


"Sayang? Ayo lakukan!" lirih Soffy.


"G--grandma? Ke-kenapa ...?"


"Ada apa Sayang? Apa kau sangat merindukanku? Tenang Sayang, kita akan melakukannya sekarang!"


"Di mana Nensiku yang cantik ala-ala Korea? Nenek sembunyikan di mana Nensiku Nek?" tanya Kai masih tidak percaya.


"Akulah Nensi yang selalu chattingan denganmu Sayang. Akulah Nensi yang sering kau katakan, susah membuatmu tidur. Ohya Nensi itu nama yang diberikan menantuku untukku. Meski artinya kurang bagus, tapi nama ini membuat kau tergila-gila padaku," tutur Soffy menyeringai.


"Maksud Nenek?"


"Nenek Sihir, itulah arti dari nama Nensi. Bagaimana? Kau makin cinta 'kan sama aku, hihihi!"


Kaisar terperangah hebat. "You lie! This is not possible!" (Kau berbohong! Ini tidak mungkin) celutuk nya.


"Yayaya, aku juga merindukanmu Sayang," tutur Soffy yang tidak mengerti ucapan Kai.


Kaisar segera berdiri. Ia mengusap dadanya yang hampir terkena serangan jantung akibat dikejutkan Nensi. "Ars! Kau benar-benar sialan!" gumam Kai.


"Sayang! Kau mau ke mana. Apa kita tidak jadi wik wik wik?" teriak Soffy.


Kaisar menggeleng kepala sembari badannya menggeliang karena ngeri membayangkan jika ia benar-benar berhubungan badan dengan Nenek yang usia terpaut jauh darinya.


"Tidak! Aku masih waras! Mana bisa aku berbuat bejat sama nenek-nenek. Senafsu-nafsunya diriku, aku tidak akan mungkin menghajar nenek-nenek! Br*ngsek kau Ars!" umpat Kai jengkel.


Ia meraih ponselnya dari saku celana dan menghubungi Arsen.


(Percakapan di telepon)


"Hey, sialan kau Ars! Kau mengerjaiku 'kan? Katakan di mana dirimu berada?!" celutuk Kaisar murka.


"Ada apa denganmu?"


"Ternyata Nensi ...! Sumpah ini nggak lucu. Awas kau Ars, kembalilah dengan cepat, aku tidak sabar ingin membalasmu!"

__ADS_1


Tut ... tut ... tut


Selama satu minggu Kai dikerjai Arsen. Nensi yang dikiranya wanita cantik, body seksi, ternyata seorang wanita tua yang susunya sudah kadaluarsa.


"Aku harus menemui Jayden dan menghajarnya habis-habisan! Rupanya dia dan Arsen bekerja sama menjebakku dengan Nenek Sihir itu! Apes banget aku hari ini, baru pulang dari Jepang, berharap mendapat sentuhan panas dari wanita cantik, tapi ternyata ...? Ahhhh persetan kau Ars!"


Kaisar sangat emosi, ia segera meninggalkan hotel itu dan hendak menghampiri Jayden di kantornya. Ia tidak sabar ingin menghajar Arsen dan Jay. Untunglah Arsen sedang bulan madu di Paris, tapi Jayden? Kasihan pria itu, pasti ia akan kena imbas atas kejailan Arsen.


(Empat puluh menit kemudian)


Dengan amarah yang menggebu Kaisar berjalan menuju ruangan Jayden. Ia tidak lagi memperdulikan orang-orang yang menunduk memberi hormat padanya. Ia terus berjalan hingga tiba di depan ruangan Jay.


Sekretaris wanita yang berdiri di depan pintu ruangan Jay, menunduk memberi salam namun tidak dibalas oleh Kai. Ia menggeser wanita itu dengan tangannya sehingga tubuh wanita itu terhempas ke samping.


Kai berlari memasuki ruangan itu, mendapati Jay yang sedang bercumbu dengan seorang wanita. Tiba-tiba ,,,


Brukkkk!


Sebuah tinju mendarat di pipi Jay.


"Sialan kau Jay!"


"Hey, calm down! What's wrong Kai?" tanya Jay bingung.


"Congrats Jay! Kau berhasil membuatku emosi!"


Jayden mengerutkan kening. "Aku tidak paham, katakan apa yang terjadi?"


"Kau tahu aku hampir saja menunggangi Nensi yang ternyata adalah nenek Soffy!" celutuk Kaisar dengan napas memburu.


"BWAHAHAHA!" Jayden terbahak membuat Kaisar semakin tidak bisa mengendalikan dirinya.


"Kau minta dipukul lagi, hah!"


"Sumpah! Aku juga kena Kai. Kau pikir hanya kau saja yang dikerjai Arsen. Aku juga hampir jantungan saat mengetahui jika Nensi adalah neneknya Amey. HAHAHAHA!" Jayden tertawa terpingkal-pingkal, saking lucunya sehingga perut Jayden terasa sakit.


"F*ck! Dasar cecunguk sialan!" umpat Kai.

__ADS_1


To be continued ...


LIKE, KOMEN, VOTE, RATE 😘


__ADS_2