Terjebak Pernikahan Tuan Arogan

Terjebak Pernikahan Tuan Arogan
Mr. Shadow (?)


__ADS_3

Keesokan paginya, Amey tiba di kantor lebih awal dari yang sebelum-sebelumnya. Ia mendapat informasi dari sekretarisnya bahwa jadwal bertemu klien dimajukan satu jam lebih awal dikarenakan klien tersebut akan kembali ke Kanada.


Sepuluh menit lagi pukul tujuh tepat. Amey sedari tadi menunggu klien vip-nya. Orang yang akan bertemu Amey dijuluki sebagai Mr. Shadow karena sangat misterius. Hanya orang-orang tertentulah yang bisa melihat wujud asli si Mr. Shadow itu.


"Nyonya, tamu Anda sedang menunggu di luar."


"Suruh dia masuk."


"Baik, Nyonya."


Amey menutup dokumen yang ia baca tadi. Dokumen itu berisi mengenai identitas Mr. Shadow. Karena dijuluki sebagai Tuan Bayangan, maka identitasnya pun bagai bayangan yang samar-samar tertera di lembar putih itu.


Tak lama kemudian seseorang yang berpakaian serba hitam, memasuki ruangan direktur utama. Hentakan kaki pria itu mampu membuat Amey merinding karena merasakan aura dingin yang dibawa orang yang dijuluki sebagai Tuan Bayangan.


"Selamat datang Mr. Shadow," sapa Amey.


Pria itu hanya mengangguk kemudian mendudukkan tubuhnya di sofa.


"excuse me Sir. Do you speak Indonesian?" (Permisi, Tuan. Apa kau bisa berbahasa Indonesia?)


Pria misterius itu pun mengangguk. Amey menjadi jengkel dengan sikap kliennya. Bagaimana caranya aku berkomunikasi dengannya, kalau pria aneh ini hanya mengangguk terus! Dia pikir dia unicorn apa?!


Pria itu melepas topi koboinya dan menaruh di atas meja. Kemudian disusul dengan kacamata hitam dan masker hitamnya. Akhirnya pria itu mau menunjukkan wajahnya di depan Amey.


"Halo, Nyonya Winston," sapa laki-laki itu.


Amey mengangguk dengan kaku. Suara pria itu sangat besar dan maskulin.


"Mungkin, Anda sudah mendengar siapa saya."


"Benar sekali. Bolehkah saya bertanya, Mr. Shadow?"


"Silahkan, Nyonya."


"Apa yang membuat Anda memperlihatkan wujud Anda di depan saya? Bukankah Anda dijuluki sebagai Tuan Bayangan? Apa tidak apa-apa jika saya melihat sosok asli Anda Mr. Shadow?"


Pria itu menyalakan rokoknya. Kemudian ia melekukkan bibirnya sehingga membentuk seringai senyum yang tipis. "Nyonya, ternyata kau banyak bicara juga ya? Hehe! Ini sangat menarik."


"Ya! Saya harus akrab dengan Anda karena Anda adalah klien saya. Saya tidak ingin klien saya merasakan ketidaknyamanan."


"Haha. Justru dengan sikapmu seperti ini, saya merasa tidak nyaman. Tapi tidak mengapa, karena kau adalah Nyonya Amey Winston, jadi saya harus bersikap sopan denganmu."

__ADS_1


Amey mengernyitkan keningnya. Sumpah! Laki-laki yang ada di depan Amey sangat menyebalkan. Ingin sekali Amey memakinya. Namun karena mengingat orang itu adalah kliennya, maka ia menahan diri.


"Haha! Maafkan saya Mr. Shadow. Apakah kita bisa mulai sekarang?"


"Tentu saja, Nyonya Winston," tersenyum tipis.


Kedua orang itu pun melanjutkan perbincangan bisnis mereka. Perusahaan Amey bersangkutan dengan pengelolaan dan penyediaan Lahan Yanan, atau yang dikenal dengan Real Estate. Mr. Shadow merupakan klien yang membutuhkan jasa dari perusahaan Amey untuk pengembangan perumahan elit yang dimiliki Mr. Shadow.


***


(Percakapan di telepon)


"Apa kau melihat wajahnya?"


"Tidak, Tuan. Mr. Shadow hanya menunjukkan wajah aslinya hanya pada Nyonya saja."


"Baiklah. Kau awasi terus gerak-gerik pria aneh itu. Jangan tinggalkan istriku sendiri di sana! Setengah jam lagi aku selesai rapat. Jadi aku membutuhkan bantuanmu untuk mengawasinya. Aku akan ke sana setelah rapat seleasai."


"Baik, Tuan."


Arsen mematikan sambungan teleponnya. Ia kemudian melanjutkan rapatnya dengan dewan direksi WS Group untuk mengevaluasi hasil kerja yang dicapai WS Group selama beberapa bulan.


"Ayo cepat Mark. Aku penasaran dengan pria aneh itu. Jangan sampai dia menggoda istriku. Habis kau!" geram Arsen.


"Baik, Tuan." Mark menginjak pedal gas dengan kuat.


"Bagaimana menurutmu, Mark? Apakah ini ada sangkut-pautnya dengan Sayur Kol?"


"Aku rasa, Mr. Collin ada sangkutannya dengan Mr. Shadow."


"Ya kau benar! Aku rasa juga begitu. Apa jangan-jangan, Sayur Kol itu adalah Eyeshadow. Orang yang sama, yang melakoni dua peran sekaligus!"


"Aku tidak yakin, Tuan. Bisa jadi Mr. Shadow adalah orang suruhan Mr. Collin."


"Hmm, bisa jadi," mengepalkan tangannya. "Rupanya dia masih mengejar WS Group. Tidak kapok-kapok juga itu Sayur Kol!"


"Sifat Tuan Rion, mewarisi sifat ayahnya yang haus akan kekuasaan dan suka dipuji. Selagi keturunan Collin masih hidup, mereka tidak akan berhenti mencari cara untuk menjatuhkan WS Group," tutur Mark.


"Apa menurutmu, kita hentikan saja misi Eggie memata-matai Sayor Kol?"


"Tapi, Tuan jika kita menghentikan sekretaris Eggie dari misinya, maka kita tidak akan tau, hal licik apalagi yang akan dilakukan Mr. Collin."

__ADS_1


"Apa kau tak apa jika pada akhirnya Eggie memiliki rasa cinta pada si Sayur Kol itu?"


Mark terdiam. Ia tak menggubris pertanyaan Arsen.


"Sudahlah, jangan kau jawab."


"Tidak Tuan. Aku tidak punya hak melarang sekretaris Eggie untuk menyukai pria mana pun. Aku dan sekretaris Eggie sudah tidak memiliki hubungan spesial lagi semenjak dua belas tahun yang lalu. Hubunganku dengannya sekarang hanya sebatas pekerjaan," jelas Mark, dengan nada emosional.


"Calm down, Jodi! Aku mengerti. Aku hanya waspada jangan sampai Sayur Kol itu memanfaatkan Eggie dan membuat Eggie jatuh cinta padanya dengan real!"


"Sifat sekretaris Eggie tidak begitu, Tuan."


"Ayolah, Jodi! people change!"


Mark kembali terdiam. Ia mencerna ucapan Arsen. Dan memang benar yang dikatakan majikannya itu. Semua orang bisa berubah seiring berjalannya waktu.


"Aku percaya pada sekretaris Eggie. Dia tidak akan mengkhianatimu, Tuan."


"Jika dia berani menghianatiku, kau yang akan lebih dulu aku punahkan!"


"Baik, Tuan."


"Btw, apa Memey sudah tau kalau Eggie memata-matai Sayur Kol?"


"Sepertinya, Nyonya sudah mulai curiga. Sebaiknya Tuan, segera memberi tau Nyonya, agar tidak terjadi kesalahpahaman."


"Tumben! Saran yang bermanfaat."


Setahuku setiap saran yang aku katakan pada Tuan, semuanya bermanfaat. Batin Mark.


"Jangan berani kau macam-macam denganku, apalagi menyentuh istriku! Tak akan aku biarkan kau bahkan pun keturunanmu bisa hidup di bumi, wahai Sayur Kol!" geram Arsen, menggertakkan gigi.


Dari dulu keluarga Collin sudah memusuhi keluarga Winston. Dikarenakan merasa iri dengan pencapaian maupun kekuasaan yang telah diraih oleh keluarga Winston. Meskipun keluarga Collin selalu berada di bawahnya keluarga Winston, namun itu tidak boleh dianggap remeh. Karena bisa saja keluarga Collin sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk berperang melawan keluarga Winston.


Apalagi semenjak WS Group bekerja sama dengan Diamond Group. George, selaku direktur utama, menolak bekerja sama dengan Collin Group. Alasannya, karena George menyukai cara kerja Amey. Makanya ia lebih memilih WS Group dari pada Collin's Group.


Dari situlah, Arsen menugaskan Eggie untuk mendekati Rion Collin, Bos Mafia terbesar dan berpengaruh di dunia perbisnisan untuk menggali informasi mengenai kelicikan Rion terhadap perusahaan Arsen. Dan benar saja, Rion sudah mengetahui jika Arsen telah memiliki kelemahan.Kelemahan itu adalah Amey. Makanya ia mulai mendekati Amey dengan motif sebagai teman kuliah Amey dulu.


...To be continued ......


LIKE, KOMEN, VOTE, RATE :*

__ADS_1


__ADS_2