
Sesampainya di peternakan, zira mengompres punggung pria itu dengan air hangat. Reza memperhatikan kondisi pria itu.
"aw... sakit zi...."
ucap pria itu mengaduh.
"pelan pelan bang" ujar zira. pantas beberapa waktu ia melihat pria itu sering kali menggeliat mengaduh.
perjuangan pria itu patut di acungi jempol, dia benar benar tak mengenal lelah demi untuk mendapatkan uang agar Bisa menabung demi tercapainya niat baik itu.
"bro, kamu kerja disini saja dengan Ku, nanti aku bicarakan dengan majikan ku besok, kamu juga bisa tinggal di sini dengan ku. lumayan lah dua bulan gajih bisa melamar zira." tawar Reza.
"benar za...aku mau lah kalau begitu!"
ucap pria asing itu dengan antusias.
"ya, besok kan mau ada orang kota datang, jadi nanti aku laporan dulu sama mereka..."
pria itu mengangguk.
"ini oleskan salep nya, zi... paman ke depan sebentar"
ucap Reza keluar dari rumah itu, rumah kecil itu berada jauh dari rumah besar pemilik peternakan itu, di rumah itu hanya ada reza yang letaknya tak jauh dari kandang.
sebagian ada yang tinggal di rumah besar, satu orang pembantu dan tukang kebun.
di peternakan itu ada beberapa orang yang bekerja namun mereka pulang ke rumah masing-masing setelah petang, hanya Reza yang berjaga di peternakan itu.
pria itu tertegun merasakan tangan Zira yang mengusap punggung nya dengan salep tersebut, lembut dan membuat nya tak karuan.
"sudah selesai bang, ayo pakai baju paman..."
ucap zira memberikan kaos berwarna putih dari Reza.
"terima kasih....."
ucap pria itu lalu memakai kaos yang di sodorkan oleh zira.
pria itu menahan tubuh zira yang hendak beranjak.
zira tertegun saat pria asing itu merebahkan kepalanya di pahanya.
"sebentar saja zi, semalam enggak bisa tidur karena badan ku rasanya sakit semua"
ucap pria itu memiringkan tubuhnya lalu terlelap, zira memperhatikan wajah Pria itu tampak lelah, mengusap rambut nya yang sedikit gondrong.
"bang, aku enggak menyangka kamu sampai seperti ini demi aku, mana mungkin aku berubah pikiran untuk menjadikan mu suami ku..."
ucap zira terus mengusap kepala pria itu tentu hal itu semakin membuat nya terlelap dalam belaian kekasih nya itu.
satu jam berlalu, pria itu bangun dan tak mendapati zira berada di dekat nya, bantal menjadi penopang nya tertidur.
pria itu gegas beranjak dari tempat itu melihat ke beberapa arah mencari keberadaan kekasih nya itu.
pria itu tertegun melihat zira yang tengah membersikan kandang bersama Reza.
gegas ia menghampiri...
"bang, kamu udah bangun?"
tanya zira menghampiri, terlihat peluh membasahi kening nya.
"kenapa enggak bangunkan Abang?"
"kasihan ngantuk, gimana apa masih sakit punggung nya?"
__ADS_1
tanya zira.
"enggak, langsung sembuh de, terima kasih!" ucap pria itu mencium pipi Zira, sontak hal itu membuat zira membeku.
"ada yang jomblo nih......!"
teriak Reza membuat keduanya menoleh lalu terkekeh.
"enggak boleh gitu bang"
ucap zira membuat pria itu melenguh.
"enggak sabar de, pengen peluk kamu!"
ucap pria itu dan di tanggapi pukulan pelan dari zira yang membuat nya mengaduh.
"m...masih sakit?" tanya zira mengusap punggung pria itu.
"jangan de....!"
ucap pria itu menghentikan gerak zira.
"kenapa?"
"HM, semakin frustasi..."
ucap pria itu membuat zira terkekeh.
"ya sudah, Abang tunggu saja masih sakit kan..."
ucap zira mendorong pria tampan itu untuk duduk di kursi.
"Abang mau bantuin!"
ucap zira lalu berlalu meninggalkan pria itu sendiri.
setelah selesai zira mengajak pria itu ke Padang rumput yang berada tak jauh dari kandang, di tempat itu ada pohon besar tempat para pengembala sapi berteduh.
pria itu tertegun, kepalanya terasa sakit saat sekelebat bayangan tempat itu memutar di ingatan nya.
"kamu kenapa bang?"
tanya zira menarik tubuh pria itu untuk duduk di kursi panjang.
"sakit?" tanya zira menatap pria itu tampak pucat.
"enggak, cuma sedikit pusing!"
ucap pria asing itu.
"ya sudah duduk saja dulu!"
ucap zira beranjak mendekati sapi yang hendak di masuk kan ke dalam kandang.
cantik, baik, sederhana dan membuat nya frustasi...
pria itu mengamati zira yang tengah mentertawakan domba yang justru berlari mengejar Reza.
"makanya cari pasangan, biar enggak di kejar kejar domba !"
ucap zira tertawa kecil.
"ah dasar sial, mentang-mentang aku tampan?!"
ucap Reza membuat pria asing itu terkekeh.
__ADS_1
"bang, sudah selesai.ayo kita pulang!"
ucap Zira beranjak namun pria itu menahannya.
pria asing itu mengambil salah satu rumput yang sedikit panjang lalu membentuk nya menjadi sebuah cincin.
"Mau kah menjadi teman hidup ku?"
ucap pria itu melamar zira.
gadis itu langsung tersenyum bahagia, mengangguk lalu memeluk tubuh kekar itu.
"jangan pernah berubah ya....!
tetap lah menerima ku apa adanya, aku akan berusaha merubah cincin hijau ini menjadi cincin emas atau bahkan Berlian....!"
"jangan melambung kan ku terlalu tinggi aku takut jatuh dan terluka....!" ucap zira menatap netra milik pria asing itu.
"zira malah khawatir kamu pergi meninggalkan ku setelah kamu ingat semua nya...."
"tidak, aku janji.siapa pun aku nanti, perasaan ini tidak akan pernah berubah.... aku hanya akan menginginkan kamu!"
ucap pria itu memeluk zira.
larangan itu seakan tak lagi di gubris oleh kedua insan yang terlena oleh cinta keadaan terus saja mendesak untuk merapat, keduanya memang harus segera menikah.
"ayo pulang sebentar lagi hujan!"
ucap pria asing itu.
zira mengangguk berjalan beriringan bersama pria asing itu.
sempat ragu saat Rumi mengatakan.
"bagaimana kalau pria itu sebenarnya sudah menikah bahkan punya anak, zi. mungkin kalau dia sudah ingat semua bisa saja dia pergi Meninggalkan kamu!"
ucap Rumi Saat itu.namun Ahmad terus memberikan motivasi agar zira tak berkecil hati.
"sholat dan minta petunjuk sama Allah. istikharah zi, bapak yakin Tuhan akan memberikan kamu petunjuk..."ucap Ahmad dan di anggukan oleh zira.
malam itu juga zira melaksanakan shalat istikharah meminta petunjuk, setelah nya zira bermimpi bahwa pria itu datang dengan membawa berbagai macam bunga, satu petunjuk yang membuat zira yakin untuk melangkah bersama pria asing itu.meski ia belum tahu apa yang akan terjadi nanti, tapi ia yakin bahwa pria itu sengaja Allah hadir kan untuk nya.
kasak kusuk banyak yang membicarakan tentang kedekatan zira dan pria asing itu, tentu saja hal itu membuat Rumi merasa resah.
"HM, sebaiknya pria itu tidak tinggal di rumah kita lagi, ibu capek dengar tetangga membicarakan zira dan pria itu."
ucap Rumi pada Ahmad.
"ya biarkan saja, zira kan memang mau menikah dengan pria itu....!"
"ah ibu malu, kenapa zira mau menikah dengan pria amnesia itu, tampan memang siapa saja akan terpikat termasuk anak kita, tapi tetap saja enggak jelas....!"
ucap Rumi dan terdengar oleh zira dan pria asing itu.
"maaf kan ibu ya bang...!"
pria itu hanya mengangguk, jiwanya terlanjur tangguh, hal itu tak akan membuat nya menjadi lemah atau mundur. ia akan tetap pada niat nya.
bersambung ......
ayo like ...😍🤭
ayo komentar....😍😍😍
terima kasih 😍😍
__ADS_1