terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
di mabuk cinta.


__ADS_3

Saat ini keduanya tinggal berdua di ruangan itu, Rumi dan Ahmad pulang ke kosan zira di antar Toni yang juga pulang.


Zira memperhatikan Ali membereskan ruangan yang sedikit berantakan setelah mereka pulang, melirik sekilas ke arah zira sambil tersenyum.


pria itu memang apik dan selalu menjaga kebersihan, dulu saja saat di peternakan Ali rajin membereskan tempat tinggal nya bersama Reza, bagaimana zira tidak terpikat pada Ali yang selalu rapi dan wangi, dengan wajah tampan Juga sikap nya baik membuat zira tak ingin kehilangan sosok pria yang menjadi idaman.


Ali tersenyum menghampiri zira, mendekat kan tubuh nya yang sedikit berkeringat.


"kamu terpesona ya lihat Abang?"


tanya Ali membuat zira terperanga.


"geer banget?"


jawab zira memalingkan wajahnya.


"masa sih Abang yang geer, bukan nya itu benar!"


Ali terkekeh lalu mencium pipi zira yang merona.


"sebentar ya Abang cuci tangan dulu!"


Ali beranjak meninggalkan zira yang termangu.


tak berselang lama Ali keluar dari kamar mandi dengan kaos santai berwarna putih.


"Alhamdulillah ya, kata dokter lusa udah boleh pulang!"


zira terus memperhatikan Ali yang kini duduk di tepi ranjang menghadap nya.


"udah enggak sakit lagi kan?"


tanya Ali perhatian.


"enggak, udah bisa jalan sendiri dan Yang lainnya....!"


zira senyum ingin sekali rasanya Ali memeluk nya.


"oh ya kata nya Abang mau bicara berdua?"


zira teringat perkataan Ali tadi sore.


"oh, ya... tapi kamu janji jangan marah ya!"


zira langsung tertegun dengan banyak pertanyaan di benak nya.


"ada apa bang....?


Mommy Marah ya sama kamu? termasuk kakek?"


tanya zira menatap Ali.


"ya, mommy marah dan mengambil semua pasilitas yang selama ini aku pakai, intinya mommy ingin aku berusaha sendiri membahagiakan kamu... kalau masalah Kakek, atau Dady enggak terlalu mempersoalkan pernikahan kita karena semua udah menjadi keputusan aku...!"


tutur Ali mendekati zira hingga jarak kedua nya begitu dekat.

__ADS_1


"jadi karena aku semua terkena masalah...."


jantung zira berdetak kencang menatap wajah tampan suami nya.


"hidup itu perlu masalah agar kita dekat dengan sang pencipta, aku mau kita sama sama berusaha meraih Restu nya mommy, aku memutuskan untuk mempercepat pernikahan kita karena aku tahu seperti apa mommy ku, aku cinta sama kamu!"


Ali menatap lekat istri nya itu.


"aku enggak mau pisah sama kamu, dan masalah harta kita bisa cari bersama. untuk saat ini yang terpenting untuk aku adalah kita Bisa bersama dalam ikatan yang kuat...!"


Zira memejamkan matanya saat Ali mengecup bibirnya.


"kamu mau kan berjuang bersama dengan ku?"


tanya Ali dengan jarak yang begitu dekat hingga hembusan nafasnya menyapu wajah cantik zira.


zira mengangguk pelan, mendongak menerima bibir Ali yang kembali mengecup nya.


zira merangkul pundak Ali hingga Ali memperdalam ciuman nya, rasa indah itu menyeruak di dada keduanya.


Zira memejamkan matanya membiarkan Ali menyentuh apa yang kini menjadi milik nya.


namun Ali tahu batasan karena zira belum sepenuhnya sembuh.


Ali melepaskan pagutan nya saat di rasa nafasnya mulai tersengal.


"Abang sayang sekali sama kamu"


Zira tersenyum membiarkan Ali kembali menciumi nya.


untuk saat ini keduanya harus menunda malam pertama mereka karena luka zira yang belum sembuh pasca operasi nya.


Sri membuka matanya menatap jam menunjukkan pukul satu malam, Wijaya belum juga kembali dari pergi nya...


Sri mengomeli Alena yang ikut menjadi saksi pernikahan Ali, namun Alena yang memang cuek tak memusingkan hal itu.


ia melakukan apa yang seharusnya ia lakukan karena Alena tahu Ali butuh dukungan nya, daripada Ali dengan Gisel atau siva yang gila kerja seperti Sri tentu Alena memilih zira yang sederhana.


Sri tertegun mengingat percakapan nya dengan Wisnu kala itu sebelum Kejadian ini.


"aku mewariskan peternakan pada ali, aku juga sudah menganti nama pemiliknya dengan nama Ali, jadi jangan menggugat apa yang sudah aku berikan pada Ali karena apa yang ada di sini jauh lebih banyak....."


ucap Wisnu membuat Sri mengepalkan tangannya, hanya itu yang tak bisa Sri miliki.. kemungkinan Ali Akan kembali ke peternakan bersama istri nya yang kampungan itu.


Sri menghela nafas panjang, rasa sepi menggelayut menghiasi malam panjang nya.


Alena termenung sendiri mengingat kejadian tadi sore di mall, Alena melihat Dady nya bersama seorang perempuan cantik berhijab. terlihat Wijaya juga menggendong anak laki laki seumuran tiga atau empat tahun.


"apa selama ini Dady punya istri selain mommy....?"


gumam Alena sendiri, keadaan Rumah semakin sepi. Wisnu pergi umrah dan Ali kini lebih memilih tinggal bersama zira sang istri.


Alena tersenyum mengingat beberapa lingerie yang ia belikan untuk zira, Alena tahu bahwa mereka akan kembali ke kampung.


ia sendiri rindu suasana peternakan yang tenang jauh dari hiruk pikuk kota.

__ADS_1


"apa aku ambil cuti ya untuk beberapa hari?"


tanya Alena sendiri lalu memejamkan mata nya yang mulai mengantuk.


pagi.....


Zira membuka mata nya dan melihat ali yang tidur di samping nya, karena ranjang cukup besar Ali naik ke ranjang tidur bersama istri nya itu.


zira menggigit bibirnya mengingat kejadian semalam, ali benar benar membuat nya merinding.


"cepat sembuh ya supaya kita.....!"


ujar Ali terkekeh kecil beberapa kali mengecup bibir istrinya itu.


"kita apa bang?"


tanya zira menggoda suami nya Itu.


Ali malah terkekeh dan kembali menciumi nya, dua insan yang tengah di mabuk cinta.


Zira meraba dada bidang Ali, menghirup aroma wangi yang membuat nya candu dan betah berlama-lama dalam dekapan hangat pria itu.


Ali membuka mata dan menahan tangan zira yang hendak beranjak karena melihat Ali terbangun.


"m........ bang, aku!"


Zira terbata menatap wajah tampan suami nya yang baru terbangun dari tidurnya.


"apa hm?"


tanya Ali langsung mengecup bibir zira singkat lalu menatap netra indah milik istri nya.


"katakan apa yang saat ini kamu rasakan?"


tanya Ali lirih di telinga zira yang sedikit menggeser karena ia meremang dengan sentuhan pria itu.


"aku bahagia dengan mu...ini semua seperti mimpi dan rasanya aku tidak ingin terbangun karena takut kehilanganmu.....aku ingin terus tertidur agar kamu tetap mendekap ku..."


ucap zira dengan nafas tersengal menggigit bibirnya saat ali menciumi leher jenjang nya dan mengigit nya pelan meninggalkan bekas merah sebagai tanda kepemilikan nya.


"ini nyata dan aku akan berusaha keras untuk membahagiakan mu, meski saat ini yang aku miliki hanya cinta suci...."


Keduanya saling menatap penuh cinta, rasa itu kian bertambah hingga keduanya sama-sama mendekap erat pinggang masing-masing,,


"bang sholat subuh dulu!"


titah zira menunjuk jam menunjukkan pukul setengah enam pagi.


Ali malas beranjak dari ranjang itu, rasanya ingin terus memeluk dan mencumbui istri nya namun Ali memaksa kan diri untuk menunaikan kewajiban nya.


"ayo Abang bantu ke kamar mandi....!"


ajak Ali mengajak zira untuk berjamaah dan dengan senang hati zira mengalungkan tangannya pada leher Ali saat Ali mengangkat tubuhnya.


bersambung....

__ADS_1


terima kasih sudah mampir 😍😍😍


aku butuh dukungan para reader, jangan lupa like dan komentar ya😍😍


__ADS_2