
Wijaya tertegun saat Ali mengirimkan pesan tentang Alena dan Sri, saat ini ia tengah berada di luar kota karena urusan pekerjaan dan indah menemani nya.
"ada apa yah?"
tanya indah memindai wajah suaminya tampak resah.
"Alena mau melahirkan dan keadaan Sri semakin memburuk..."
jawab Wijaya yang sudah mengetahui perihal Sri yang terkena kanker namun ia tidak terlalu memperhatikan karena mereka juga sudah bercerai dan lagi Sri selalu bersikap cuek jika Wijaya menanyakan tentang keadaan nya.
Sri selalu menjawab bahwa ia selalu baik baik saja meski tanpa nya.
"kita akan pulang sekarang?"
tanya indah, ia sendiri tidak pernah bersikap fosesif karena indah memahami keberadaan orang orang di sekitar Wijaya termasuk mantan istri nya.
"tidak sayang, besok pagi saja!"
jawab Wijaya, ia juga memikirkan keadaan indah yang tengah hamil muda.
"sekarang kita istirahat saja dan doa kan mereka dari jauh...!"
sambung Wijaya mengajak indah untuk melanjutkan ke peraduannya.
**
Ali kembali ke ruangan persalinan dimana Alena hendak melahirkan, proses pembukaan berjalan dengan cepat hingga sore itu dokter membawa Alena ke ruang persalinan.
ada zira yang menunggu di luar sementara Toni menemani Alena di dalam.
"sayang gimana....?"
tanya Ali duduk di samping zira.
"sudah di dalam.... Alena hebat, pembukaan nya cepat!"
jawab zira.
"kamu juga hebat sayang....!"
ucap Ali senyum merangkul pundak Zira untuk bersandar pada nya, zira senyum lalu mendekap Ali dengan erat.
"kita beli makan dulu Yuk...kamu kan belum makan siang tadi!"
Zira mengangguk lalu beranjak bersama.
kedua nya berjalan beriringan menuju kafe yang tak jauh dari tempat itu.
"kamu pesan apa sayang?"
tanya Ali Duduk di hadapan Zira.
"makan soto kayak nya enak bang....!"
jawab zira senyum lalu Ali memesan makanan tersebut untuk mereka berdua.
"gimana mommy bang?"
tanya zira membuka obrolan.
"mommy akan pulang kalau Alena pulang, beliau enggak mau di rawat de...!
Abang terpaksa menuruti keinginan nya..."
Tutur Ali menjelaskan keadaan Sri yang memang kecil kemungkinannya untuk sembuh.
"ya sudah, kita Tinggal di rumah besar saja untuk sementara waktu..
__ADS_1
biarkan zira yang merawat mommy!"
ucap zira senyum membuat Ali termenung sejenak.
"kamu yakin mau rawat mommy?"
tanya Ali mengingat hubungan keduanya tidak baik.
"ya kapan lagi zira berbakti sama mertua..."
zira senyum menggenggam tangan Ali.
"Kamu enggak marah sama mommy?"
Tanya Ali lagi.
"enggak, Zira coba untuk memahami bahwa apa yang terjadi semua Sudah tersusun rapi oleh tuhan...dan zira ikhlas menjalani semua itu!"
Ali senyum lalu beranjak untuk merengkuh tubuh istrinya itu.
"terima kasih ya sayang!
Abang emang enggak salah pilih....!"
kedua senyum saling memeluk.
*
di dalam ruangan persalinan Alena tengah berjuang melahirkan buah cinta mereka berdua, Toni terus memberikan semangat untuk istri nya itu, beberapa kali menawarkan untuk mengambil jalan Caesar namun Alena menolak dan tetap ingin melahirkan secara normal.
"ayo semangat dokter Alena...."
ujar dokter rena memberikan semangat agar Alena tidak menyerah.
dalam satu tarikan nafas Alena menghentakkan tubuh nya dengan kuat hingga terdengar lah suara tangisan bayi dalam ruangan tersebut.
Toni mengucap syukur dengan berlinang air mata mencium kening istrinya yang sudah berjuang untuk melahirkan buah hati mereka.
"bayi nya laki laki...cakep...."
ujar suster menelungkup kan bayi tersebut di dada Alena.
Alena tersenyum sembari menitik kan air mata nya, pantas zira sempat depresi kehilangan Kahiyang, ternyata seperti ini kebahagiaan seorang ibu melihat buah hati tercinta.
Ali dan zira merasa senang saat mendengar suara tangisannya Bayi, itu artinya Alena sudah melahirkan.
keduanya menunggu bersama mama dan adik perempuan Toni.
tak berapa lama kemudian Toni membawa bayi mereka keluar setelah di Adzani.
"Alhamdulillah...bayi nya cakep banget"
ujar zira mendekati Toni yang memangku bayi laki-laki nya.
"ya cakep banget kan kayak bapak nya..."
jawab Toni terkekeh kecil.
"Sini sama Oma!"
ucap mama Toni meminta.
Ali senyum memperhatikan keponakan nya itu, hebat nya bayi itu lahir dengan mudah dan cepat.
mungkin tak sabar ingin melihat Oma nya yang terbaring tak berdaya.
"sini aku mau gendong!"
__ADS_1
pinta zira pada Mama nya Toni, air mata nya tiba tiba meluncur di pipi teringat Kahiyang yang sudah tiada.
Ali senyum lalu merengkuh tubuh zira dan memberikan kekuatan.
"sabar ya nanti kita juga akan memiliki lagi yang seperti ini....!"
ujar Ali dan di anggukan oleh zira.
setelah itu suster mengambil bayi tersebut dan membawa nya ke ruang bayi.
"siapa nama nya ton...?"
tanya Ali.
"Nama nya Esa Alfa Rizky...!
Bagus enggak?"
tanya Toni senyum, nama tersebut sudah mereka siapkan jauh jauh hari.
"bagus.... semoga menjadi anak yang Sholeh!"
ucap Ali mendoakan keponakan nya itu.
setelah itu Ali dan zira kembali ke ruangan dimana Sri di Rawat, ada mama nya Toni yang menemani Alena.
"sudah melahirkan?"
tanya Wisnu pada Ali yang masuk ke dalam ruangan.
"sudah Alhamdulillah laki laki kek!"
ucap Ali lalu duduk di sofa di ikuti zira.
"ya syukur lah kalau begitu...kalian menginap di sini ya, temani mommy mu. kakek akan pulang...!"
ujar Wisnu lalu beranjak dari duduknya mendekati Sri yang terbaring lemah.
"ya sudah Kek...biar Ali tunggu mommy!"
jawab Ali menoleh ke arah zira meminta persetujuan, zira senyum sambil mengangguk.
"ya sudah kakek pulang, cepat hubungi Kakek ya kalau ada apa apa!"
ucap Wisnu melangkah keluar bersama assist nya.
Ali mengangguk lalu menutup pintu, terlihat zira mendekati Sri lalu menyelimuti tubuh Sri.
"mintalah bibi Nadia kemari untuk membawa pakaian ganti, Abang Udah telpon pembantu untuk siapkan pakaian kita!"
"baik bang....!"
setelah itu zira menghubungi Nadia untuk membawa kan nya pakaian bersih.
di tempat lain, Siva uring uringan karena Ali tak menanggapi dirinya, apa mungkin Ali sudah tahu yang sebenarnya?
gegas Siva beranjak dari tempatnya saat mendapati informasi bahwa saat ini mereka tengah berada di rumah sakit, Alena melahirkan dan Sri yang sudah tidak berdaya.
Siva juga berpikir bahwa ia harus memberikan Sri pelajaran karena pernah menghina serta membuangnya begitu saja!
"sayang...Abang keluar dulu beli makanan untuk kita, kamu tunggu mommy ya!"
titah Ali dan di anggukan oleh zira.
bersambung..
terimakasih sudah mampir 😍😍
__ADS_1