terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
Telat.


__ADS_3

Zira mendorong kursi roda ke halaman rumah dimana Alena tengah memangku Esa sambil berjemur.


"Zira....!"


sahut Sri sedikit mendongak ke belakang.


"ada apa mi?"


tanya zira berjongkok di hadapan Sri yang menatap nya.


"terimakasih zira kamu sudah mau mengurus saya!"


zira tertegun mendengar apa yang Sri lontar kan.


"saya juga mau minta maaf karena saya selalu menyakiti kamu!"


sambung Sri lalu memangku wajah zira.


"kamu gadis yang baik pantas saja Ali begitu mencintai kamu!"


zira semakin terpaku.


"terima kasih sudah menjadi menantu yang sabar dan baik!"


zira mengangguk lalu senyum memeluk Sri.


"ya mi, zira sayang sekali sama bang Ali dan keluarga ini.... apapun itu zira anggap sebagai ujian....dan zira yakin bahwa Allah tidak akan membebani seseorang melebihi batas kemampuan nya....dan Zira Mau mommy sembuh, mmm... gimana kalau kita pergi umroh mi!"


tutur zira membuat Sri termenung sendiri mengingat sang ibu yang tiada di tanah suci.


"ya bener tuh Ra, kita bisa pergi sekeluarga loh termasuk bapak sama ibu kamu juga!"


seru Alena yang ikut bergabung berbincang.


"ya Alena Benar, mommy juga harus menjalin hubungan baik dengan keluarga kamu!"


balas Sri senyum, Lalu Indah menghampiri membawa buah apel yang suka di Kupas untuk Sri.


"ikut dong....!"


ucap indah senyum.


"ya ikut lah kita pergi sama sama!"


jawab Alena senyum lalu Wijaya menghampiri untuk pamit berangkat kerja.


"aku berangkat ya..."


ucap Wijaya mencium kening Sri dan indah bergantian.


keduanya sudah bisa menerima keadaan itu bahkan mereka terlihat rukun, Alena dan zira senang melihat hal itu.


siang....


zira menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka, Ali menyembul masuk sambil tersenyum.


"loh kok udah pulang?" tanya zira beranjak dari duduknya.


"emang kenapa? enggak boleh pulang jam segini?!"


tanya Ali lalu memeluk pinggang istri nya itu, tadi pagi pagi sekali ia sudah berangkat kerja.

__ADS_1


dan ketika pekerjaan itu selesai rasa rindu pada sang istri mendera dengan menggebu.


"enggak apa-apa, aku cuma heran aja karena untuk pertama kalinya kamu pulang jam segini?"


jawab zira senyum.


"mau makan siang? udah sholat belum?"


tanya zira senyum.


"aku laper... tapi pengen kamu!"


ujar Ali terkekeh lalu mengangkat tubuh Zira dan merebahkan nya di ranjang.


wajah zira seketika memerah saat Ali mencium pipinya dengan lembut, zira tahu apa mau suami nya itu.


bercinta di tengah terik nya panas matahari, namun hal itu justru menambah hasrat kedua nya untuk menyatu dalam cinta.


indah memperhatikan pintu kamar zira dan Ali yang tampak sepi, waktu menunjukkan pukul dua siang namun kedua nya belum juga keluar untuk makan siang, indah sendiri enggan untuk memanggil mereka berdua.


"ada apa ndah...?"


tanya Sri yang memperhatikan Indah tampak berpikir.


"enggak Mba, Ali sama zira belum makan siang, apa mereka tidur ya?"


tanya indah sendiri lalu terkekeh.


"biarkan saja mungkin mereka sedang istirahat atau melepas rindu, biarkan saja!"


ucap Sri yang juga tersenyum mengerti maksud Indah, tentu saja keduanya lebih berpengalaman.


zira membuka mata nya dan melihat jam di dinding menunjukkan pukul setengah tiga sore.


seperti itulah Ali yang selalu saja memikat hati nya.


"bang, aku laper!" ujar zira sembari memegang perutnya yang tertutup oleh selimut tebal berwarna biru.


"sebentar ya, Abang ke bawah ambil makanan, kamu mandi dulu ya sayang!"


Zira mengangguk lalu beranjak dari ranjang berjalan menuju kamar mandi sementara Ali keluar untuk mengambil makanan.


Ali menuruni anak tangga dan berpapasan dengan Indah yang hendak ke kamar nya.


"kalian baru keluar?"


tanya indah senyum.


"ya baru bangun tidur, Ali mau ngambil makanan mah, Zira lapar katanya!"


jawab Ali santai.


"oh gitu, ya udah mau mama bantu!"


indah kembali bertanya sambil memindai wajah Ali yang tampak senang.


"enggak usah ma, biar Ali suruh pembantu Saja!"


ucap Ali lalu turun ke bawah dengan senyum mengembang di wajah nya.


setelah selesai mandi zira keluar dari kamar mandi dan merasa sedikit pusing, gegas ia memakai pakaian karena kepala nya terasa semakin berat.

__ADS_1


Zira merasa semakin pusing dan pandangan semakin kabur hingga ia tak sadarkan diri dan tergelak di lantai.


tak berselang lama Ali mendorong pintu sembari membawa makanan yang menggunakan nampan.


"Zira....!"


Ali melebarkan matanya saat melihat istrinya tergeletak tak sadarkan diri di lantai, gegas Ali menyimpan makanan nya dan menghampiri zira.


"sayang kamu kenapa?" Ali mengangkat tubuh Zira dan merebahkan nya di ranjang.


"Zira.....!"


Ali mulai panik karena zira tetap tidak bergeming.


"ma .... tolong!"


panggil Ali pada indah, Sri sendiri tengah berada di depan bersama Wisnu.


"ada apa Al....?"


tanya indah keluar dari kamar.


"Zira pingsan....!"


jawab Ali sembari melangkah ke kamar di ikuti oleh indah.


"astaga zira ...!"


indah membuka kotak obat Lalu memberikan nya minyak angin.


"zira... sadar nak...!"


ucap indah sembari mengoleskan minyak angin pada pelipis Zira, tak lama kemudian zira sadar dan membuka mata nya perlahan.


"sayang......!"


ujar Ali duduk di samping zira yang meringis menahan kepalanya yang terasa berat.


"pusing banget bang!"


ucap zira sambil memegang kepalanya, Ali tertegun dan merasa bersalah karena kemungkinan zira seperti itu karena dirinya, seharusnya mereka sudah makan siang namun karena aktivitas tersebut membuat Keduanya hampir melewatkan makan siang.


"zira...mama perhatikan kamu sering pusing, kamu juga kadang suka mual...apa kamu telat?"


tanya indah senyum, ia juga tengah mengandung dan berpikir bahwa zira seperti nya mengalami hal yang sama.


"ya zira emang sudah telat ...! mm... kurang lebih sudah dua Minggu ini"


jawab zira senyum menoleh ke arah Ali yang langsung sumringah seketika mendengar bahwa zira sudah telat beberapa hari.


"ayo periksa....!"


ucap Sri yang masuk ke dalam kamar bersama Wisnu, keduanya menghampiri saat mendengar Ali meminta tolong.


"tapi kalau cuma telat aja gimana bang?"


tanya zira tidak ingin mereka kecewa jikalau hasil nya tidak seperti yang mereka harapkan.


"tidak apa-apa yang terpenting sekarang kalian pergi ke rumah sakit untuk memastikan semua nya...!"


Ali mengangguk lalu mengangkat tubuh zira dan membawa nya keluar..

__ADS_1


bersambung.....


terima kasih sudah mampir 😍😍😍


__ADS_2