
seperti rencana yang telah di susun, mereka akan berangkat umrah lusa ini. Ahmad dan Rumi juga sudah sampai di Jakarta namun mereka langsung ke rumah Ali dan zira.
"bapak sama ibu udah ada di rumah, kita samperin mereka dulu nanti kita ajak mereka ketemu mommy!"
ujar Ali Setelah menerima telepon dari Ahmad.
zira mengangguk lalu beranjak mengikuti tangan yang menuntun nya berjalan.
"mau kemana?" tanya indah yang tengah menyiapkan makanan untuk mereka makan malam.
"Ali Sama zira mau ke rumah dulu, ada bapak dan ibunya zira tiba di kota!"
jawab Ali lalu pamit pada Sri juga Wisnu.
"ajaklah mereka kemari Al...!"
sahut Wisnu duduk di samping Sri.
"ya, betul kata Kakek mu!"
timpal Sri sambil senyum, sebenarnya saat ini keadaan nya begitu lemah bahkan Sri merasa begitu lemas namun ia tidak ingin menampakkan hal itu di depan mereka.
"ya mi, nanti Ali ajak bapak sama ibu nya zira kemari..."
jawab Ali lalu pergi meninggalkan rumah bersama zira.
dalam perjalanan beberapa kali Ali menoleh memperhatikan zira yang sejak tadi terus memperhatikan jalanan.
"sayang kamu enggak ngidam!?
mm... maksud Abang kamu enggak mau beli sesuatu gitu!"
tanya Ali mengusap kepala zira sayang.
"enggak bang, sebenarnya ada sih tapi zira juga bingung dengan keinginan itu karena besok lusa Kita akan pergi ke Makkah!"
jawab Zira sambil berpikir.
"emang kamu mau apa sih? jaman sekarang tuh serba gampang loh sayang, tinggal online atau enggak kirim melalui jasa!"
balas Ali dan di anggukan oleh zira.
"mau apa hm?"
sambung Ali memasukkan mobil nya ke halaman rumah karena mereka sudah sampai.
"zira sayang kamu mau apa?"
tanya Ali lagi.
"mau susu sapi segar tapi kamu yang peras...!"
jawab zira senyum lalu terkekeh melihat ekspresi wajah Ali.
"kamu mau aku yang peras?
enggak asik Zira itu kan sapi, lebih asik....!"
ucap Ali terkekeh saat melihat zira melotot.
__ADS_1
"kita suruh bi darmi kirim ke sini aja ya, pulang dari umrah kita ke kampung, Abang juga rindu suasana dingin kampung!"
sambung Ali lalu mengecup bibir istri nya singkat.
Rumi memperhatikan mobil yang terparkir di halaman rumah namun lama mereka berdiam di mobil.
"kenapa Bu?" tanya Ahmad.
"itu pak, zira sama Ali udah sampai tapi mereka di dalam mobil enggak keluar ke luar!"
jawab Rumi membuat Ahmad terkekeh.
"biarkan saja Bu, nanti juga mereka masuk!"
balas Ahmad lalu masuk ke dalam rumah.
benar saja kata Ahmad tak berselang lama mereka berdua keluar dari mobil.
Rumi tersenyum lalu membuka pintu untuk mereka.
"assalamu'alaikum Bu pak..!"
ujar zira langsung memeluk Rumi, zira begitu merindukan sosok wanita yang sudah membesar kan nya itu, dan Ali berpelukan dengan Ahmad.
"walaikumsalam....alhamdulilah ibu senang mendengar kabar kehamilan kamu nak!"
jawab Rumi, sebenarnya beberapa waktu Rumi juga sempat sakit karena kehilangan Kahiyang namun Rumi meminta Ahmad untuk tidak memberi tahu zira karena tidak ingin putrinya itu merasa khawatir dan menambah luka.
"ya zira juga Bu!"
jawab zira lalu mereka masuk ke dalam rumah.
ujar Ali membuat zira terkekeh sambil memeluk Rumi.
"Alhamdulillah, kebetulan ibu bawa.
sebelum berangkat Bu darmi titip susu sapi untuk kamu, beliau juga senang mendengar kamu tengah hamil lagi....!"
"ibu udah kasih tahu bu Darmi?"
tanya zira yang merasa senang saat Rumi mengambil susu tersebut dari kulkas.
"biar saya hangat kan Bu!"
ujar pembantu meminta dengan sopan.
"ya, bi terimakasih!"
Jawab Rumi lalu duduk di samping zira.
"ya ibu kasih tahu Bu darmi soal kehamilan kamu!"
"tapi zira mau susu yang di peras bang Ali...!"
sahut zira membuat Ali menggeleng cepat sementara Rumi dan Ahmad malah tertawa kecil.
"ada ada saja bumil ngidam nya, nanti ke kampung lah suruh Ali peras susu sapi!"
ujar Ahmad terkekeh kecil.
__ADS_1
Ali membicarakan tentang kondisi mommy nya, beliau ingin pergi umroh sekeluarga.
dan Ali juga mengajak Rumi juga Ahmad untuk bertemu dengan Sri, namun karena hujan tiba-tiba Turun dengan deras membuat mereka menunda hingga esok hari.
ali dan zira Juga memutuskan untuk bermalam di rumah mereka, sudah lama keduanya meniggalkan rumah.
zira masuk ke dalam kamar dan membuat pintu yang langsung mengarah ke kolam renang juga kolam ikan, dimana rintik hujan terlihat jelas dengan angin yang berhembus membuat suasana menjadi dingin.
"enak susu nya?"
tanya Ali memeluk zira dari belakang.
Zira tersenyum lalu membalikkan tubuhnya dan merangkul Kan tangan nya pada leher Ali.
"enak....!"
jawab zira singkat lalu memejamkan mata nya saat Ali mencium bibir zira dengan lembut hingga ciuman itu beralih pada ciuman yang penuh hasrat, Ali terus memperdalam ciuman nya dan membawa zira melangkah ke ranjang, Ali terus mencumbu zira hingga aktivitas tersebut berlangsung pada hal yang selalu membuat kedua nya candu.
selain tampan, Ali juga begitu lembut memperlakukan zira dalam hal apapun termasuk bercinta, bagaimana zira tidak terpikat pada suaminya itu, Ali mengerti dan memahami apa yang menjadi kebutuhan istri nya.
***
zira membuka mata nya dan melihat cuaca masih gelap karena tertutup Awan hitam, hujan juga masih Turun. waktu menunjukkan pukul lima pagi...
zira menoleh ke arah pintu yang terbuka, Ali menyembul masuk ke kamar membawa segelas susu dan makanan lainnya.
"Abang udah sholat subuh?"
tanya zira melihat Ali tampak tampan dengan Koko nya yang berwarna putih.
"udah sayang! Abang berjamaah sama bapak dan ibu...tadi mau bangunin kamu nya nyenyak banget jadi enggak tega!"
jawab Ali senyum mengecup kening zira.
"gimana kalau Zira kesiangan, Abang mau biarkan zira tidur terus!"
Ali terkekeh kecil saat zira mengerucutkan bibirnya.
"ya enggak lah, Abang juga tahu kamu kan juga pasti nya tahu waktu!"
jawab Ali senyum.
"Abang bantu ke kamar mandi yuk!"
zira mengangguk dan membiarkan Ali mengangkat tubuhnya ke kamar mandi.
zira terus memperhatikan wajah tampan suaminya, banyak hal yang sudah di lalui, dan zira begitu bersyukur karena tidak salah memperjuangkan pria seperti Ali, pria baik hati yang membuat nya terpikat dan luluh karena kasih sayang nya begitu besar untuk zira.
"biasa aja lihatin Abang nya, kamu terpesona ya lihat ketampanan Abang!"
ujar Ali senyum, zira mengangguk lalu mencium pipi Ali singkat.
"tampan juga baik hati mana mungkin aku tidak terpesona..."
gumam zira senyum sendiri.
"terima kasih Tuhan.... engkau memberikan ku suami yang begitu baik dan menyayangi ku!"
bersambung.
__ADS_1