terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
jalan keluar.


__ADS_3

Semua berjalan seperti biasa, zira masih pada aktivitas nya di temani oleh Nadia.


Ali juga santai menghadapi masalah Siva, yang terpenting bagi Ali adalah zira mau bersabar dan percaya pada nya bahwa itu hanya rekayasa Siva untuk menghancurkan rumah tangga nya.


Nadia memperhatikan zira yang terlihat pucat, zira Juga terlihat lemas, Nadia sendiri paham dengan masalah yang tengah mereka hadapi.


"kamu sakit Ra....?"


tanya Nadia duduk di samping zira.


"enggak tahu, pusing sama mual.... mungkin magh ku kambuh lagi!"


jawab zira lalu bersandar pada kursi, pemotretan juga tinggal beberapa sesi lagi.


"aku tahu kamu pusing memikirkan masalah siva, tapi kamu harus tetap memperhatikan kesehatan kamu Ra....!"


Zira mengangguk lalu beranjak dari duduknya saat Anita memanggil nya untuk kembali ke pemotretan.


"besok kita autdor ya Ra...!"


ujar Anita lalu mengarah kan Zira untuk mencoba beberapa gaya.


"cantik.... tapi lemas gitu, kamu hamil Zi...?"


tanya Anita membuat zira tertegun.


Anita terkekeh kecil melihat ekspresi wajah zira yang langsung terpaku.


"aku berharap seperti itu zira, semoga saja kamu hamil...!"


sambung Anita sambil senyum.


Zira baru ingat bahwa ia memang sudah beberapa hari ini telat namun ia tidak mengatakan hal itu pada Ali, apa lagi dengan situasi seperti sekarang ini.


ia dan Ali harus menyelesaikan masalah siva terlebih dahulu, dan memastikan benar kah Siva hamil anak Ali.


kalau benar dan dia juga hamil, bagaimana? apa jadinya?


sementara ia sendiri tak ingin Ali bersama orang lain.


Zira terus berpikir hingga membuat kepala nya terasa pening, ia pun segera menghempaskan tubuhnya di sofa saat merasa ruangan itu seperti berputar.


"kamu pusing Ra...?"


tanya Nadia mendekati zira yang langsung berkaca kaca.


entah kenapa rasanya rindu pada Ali, mengingat masalah yang tengah mereka hadapi membuat nya pilu hingga sendu.


"kamu sabar ya Ra...kita pulang sekarang!"


ajak Nadia lalu Anita menghampiri.


"ada masalah apa Ra?"


tanyakan Anita menghentikan gerak zira.


zira menoleh ke arah Nadia, apa kah pantas ia bercerita? tapi ia juga menganggap Anita sahabat nya.


zira kembali duduk lalu menceritakan tentang permasalahan nya dengan Siva, Anita mengangguk mencerna apa yang zira sampaikan.


"loh, Masa sih Siva hamil....? setahu aku dia itu mandul...!"


ujar Anita yang mengetahui bahwa sepupunya membatalkan rencana pernikahan nya dengan Siva setelah mengetahui bahwa Siva tidak bisa hamil.

__ADS_1


zira tertegun mendengar apa yang Anita lontar kan tentang Siva.


"sepupu ku membatalkan pernikahan nya dengan Siva karena hasil pemeriksaan mengatakan bahwa Siva mandul... sementara Rizal mau punya anak, dan dengan berat hati mereka enggak jadi nikah...!"


zira senyum lalu memeluk Anita, seakan ia mendapatkan jawaban dari doa doa nya.


"kerjain aja dia....!"


saran Anita terkekeh kecil lalu mengatakan rencananya untuk membuat Siva malu.


"bener Ra, kita kasih tahu ali secepatnya...!"


ujar Nadia lalu mereka beranjak namun yang terjadi zira merasa semua gelap dan ruangan berputar hingga ia tak sadarkan diri.


"zira.....!"


teriak Nadia saat zira tergeletak pingsan di lantai.


"cepat ayo bantu...!"


titah Nadia meminta bantuan team.


gegas Nadia menghubungi Ali untuk memberitahu bahwa zira pingsan.


Ali langsung beranjak dari duduknya saat membaca pesan dari Nadia.


"ada apa Al....?"


tanya Toni.


"Zira pingsan gue harus ke kantor Arjun!"


ucap Ali lalu melangkah dengan cepat.


ucap Reza mengikuti Ali yang berlari kecil ke luar sementara Toni tetap mengurus pekerjaan nya.


"Al ... tunggu...!"


ucap Siva menghentikan Ali yang tengah terburu buru.


"apa Lo....?"


tanya Ali menatap tajam ke arah Siva yang tersenyum manis, Ali sudah mengecek cctv kamar yang berada di ruangan nya, semua itu hanya rekayasa Siva saja, ia yang ternyata memberikan obat bius pada Kopi yang Ali minum sebelum Siva datang dan Nindy Lah yang membantu Siva.


"Al kamu enggak boleh kasar sama aku, aku lagi mengandung anak kamu!"


"bulsyit... Lo pikir gue bodoh apa? Dengar setelah ini Lo siap siap masuk penjara...!"


ujar Ali lalu pergi meninggalkan Siva yang mematung sendiri.


"Awas kamu Nindy....!"


ujar Siva menyangka bahwa Nindy yang membocorkan semua nya, Nindy sendiri pergi ke luar negeri untuk menghindari masalah itu.


**


zira membuka mata nya perlahan saat Anita memberikan nya minyak angin.


"kamu enggak apa-apa Ra?"


tanya Anita mengoleskan minyak angin pada pelipis zira kanan dan kiri.


"pusing banget..."

__ADS_1


jawab zira lalu menutup mulutnya saat rasa mual begitu kontras ia rasakan.


tak lama kemudian ali sampai dan masuk ke dalam ruangan tersebut.


"sayang...."


Zira menoleh ke arah sumber suara dan senyum saat Ali menghampiri nya dengan raut wajah cemas.


"kamu sakit...?"


tanya Ali memangku wajah zira yang langsung memeluk nya erat.


"aku akan baik-baik saja kalau ada kamu al!"


jawab zira senyum


pernah berpikir untuk pergi namun cinta yang begitu besar membuat nya terpaku pada sosok Ali yang juga mencintai nya.


Anita dan Nadia senyum menatap kedua insan yang saling mencintai.


"bawa zira ke rumah sakit untuk periksa, aku yakin zira hamil...!"


ujar Nadia senyum.


"jangan lupa ajak juga Siva biar tahu rasa!"


ujar Anita terkekeh membuat Ali menautkan kedua alisnya.


Anita duduk di hadapan mereka lalu menceritakan tentang Siva, Anita membongkar semua kebohongan siva pada Ali.


"bawa aja ke dokter kandungan yang pernah memeriksa nya, Biar malu....!"


sambung Anita senyum.


Ali mengangguk dan bersyukur karena Tuhan langsung memberikan jalan keluar atas permasalahan nya itu.


Ali merogoh ponselnya yang berdering, terlihat Wisnu menelpon nya, gegas Ali mengangkat nya.


"halo assalamualaikum Al...!"


ucap Wisnu di sebrang sana.


"walaikumsalam..., ya ada apa kek!"


perasaan Ali tidak menentu seakan Wisnu hendak memberikan kabar tidak baik.


"keadaan mommy mu semakin drop, datang lah ke rumah!"


titah Wisnu memberi tahu keadaan Sri yang semakin melemah.


"ya, Ali ke sana segera...!"


jawab Ali lalu mematikan telpon nya.


"ada apa bang?"


tanya zira memperhatikan wajah ali tampak cemas.


"sayang kita tunda ke rumah sakit nya ya, besok saja. yang terpenting kita tahu kalau Siva Hanya berbohong.. keadaan mommy semakin drop!"


jawab Ali dan di anggukan oleh zira, Ali membantu zira beranjak lalu mengajak Nadia dan Reza ke rumah utama, setelah itu mereka pamit pada Anita yang terus memberikan support untuk kedua nya.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2