terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
lemah.


__ADS_3

beberapa bulan berlalu, Zira menjalani aktivitas sebagai seorang model dan Ali tak pernah absen mendampingi istri nya itu.


Nadia kini ikut membantu mengurusi Kahiyang karena Rumi sendiri sudah kembali ke kampung halaman, Beberapa potret nya menghias berbagai media.


beberapa saluran TV juga pernah mengundang zira sebagai bintang tamu namun Ali yang terkesan fosesif tak jarang menolak permintaan itu, karena Ali sendiri lah yang menjadi manager istri nya.


"enggak, gue bukan cuma manager zira tapi gue juga suaminya..gue enggak mau istri gue ke capean...."


tolak Ali pada salah seorang yang meminta zira menjadi bintang tamu di salah satu acara di saluran televisi.


istri nya Itu baru saja selesai syuting iklan dan Ali tidak mau zira kelelahan.


"oh gitu ya pak, tapi kapan kapan boleh ya pak!"


"boleh, tapi nanti ya kalau zira enggak syuting atau pemotretan..."


jawab Ali lalu masuk ke dalam mobil, zira sendiri sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil sesuai instruksi dari suaminya itu.


Ali menghela nafas lalu mencium bibir zira sekilas.


"udah berhenti ya, capek....!"


ujar Ali membuat zira terkekeh lalu memeluk tubuh suaminya.


Zira sendiri tidak menyangka bahwa ia bisa berjalan sejauh ini di dunia model, bahkan ada beberapa yang menawarkan nya film namun lagi lagi Ali melarang nya karena selain melelahkan, waktu untuk keluarga juga akan tersita.


Ali hanya mengizinkan zira untuk pemotretan di bawah naungan perusahaan Arjun, untuk iklan Ali masih mengizinkan namun untuk film Tidak, zira sendiri serahkan semuanya pada Ali karena ia tidak ingin membantah suaminya itu.


Gisel semakin merasa kesal dan benci saat mendengar fopularitas zira yang semakin melonjak di bawah naungan perusahaan Arjun dengan brand ambassador nya.


"maka nya jangan suka benci apa lagi iri sama orang, kehidupan penjara itu enggak enak. dari pada di pakai untuk celakain orang mendingan di pakai sedekah...."


sindir salah seorang yang berada di tempat yang sama dengan Gisel, mantan model itu di hukum Lima tahun penjara dengan kasus rencana penganiayaan, bersyukur zira bisa melindungi diri nya.


*


tak berapa lama Zira sampai di rumah, terlihat Nadia menghampiri sambil menggendong si cantik Kahiyang.


"sayang.....bunda kangen"


ucap zira yang langsung menggendong Kahiyang karena seharian ini zira berada di lokasi syuting untuk iklan salah satu make up ternama.


Ali senyum memeluk Zira yang tengah menggendong putri mereka, Zira menoleh ke arah Ali yang langsung mencium pipi nya.


rasanya lelah dengan aktivitas luar yang menyita waktu nya dengan keluarga, pekerjaan Ali juga tertunda karena ia tidak mengizinkan zira pergi dengan orang lain.


"ayo masuk yuk...."


ajak Ali pada kedua orang yang disayangi nya itu.


Zira duduk di sofa sambil menggendong Kahiyang yang kini berusia enam bulan, zira memperhatikan lekat wajah putrinya itu, selama ini ia sibuk dan membiarkan Kahiyang dengan Tante nya.


"bang, aku enggak mau terima kerjaan lain selain pemotretan di perusahaan bang Arjun, kasihan Kahiyang Juga Abang jadi repot gara gara kesibukan zira...."

__ADS_1


ucap Zira duduk di samping Ali.


"kamu mau nya gimana?"


tanya Ali.


"aku mau lebih banyak waktu dengan keluarga, masa kembang tumbuh Kahiyang enggak akan terulang lagi dan zira tidak mau melewatkan hal itu....."


"kamu mau Risen.... atau mengurangi jadwal nya?"


tambah Ali.


"aku mau kurangi jadwal aja, tiga jam deh aku kerja, sisanya untuk kamu sama Kahiyang..."


Ali mengangguk lalu mencium kepala zira, Ali pikir istri nya itu gila popularitas tapi ternyata tidak, keluarga tetap nomor satu.


"ya sudah nanti Abang atur sama Paman mu!"


ujar Ali, Reza juga ikut Dengan mereka dan peternakan Reza serahkan pada suami bu Darmi, pak Hasim.


**


Alena tertegun saat Wisnu memberi tahu nya tentang kondisi Sri yang semakin melemah, kanker nya sudah masuk stadium lanjut, berobat ke Jerman pun tidak ada hasil nya.


selama ini Ali dan Alena terus memantau perkembangan kondisi sang ibu lewat Wisnu, karena Ali juga memiliki kesibukan yang padat dan tak bisa ia tinggalkan.


"mommy mu tidak mau pulang...."


ucap Wisnu.


ujar Alena yang langsung mematikan telpon nya, gegas menghubungi Ali.


**


Ali menoleh pada ponsel nya yang berdering, terlihat zira tengah bercanda dengan Kahiyang.


"halo bang, kita harus segera ke Jerman karena kondisi mommy drop...."


ujar Alena di telpon langsung membuat Ali tertegun, beberapa waktu yang lalu kondisi Sri sudah jauh lebih baik setelah melakukan operasi namun entah apa yang terjadi hingg membuat keadaan Sri kini melemah.


*


"kek gimana keadaan mommy, apa Ali perlu ke Jerman...."


percakapan Ali kala itu dengan Wisnu.


"tidak usah Al, mommy mu sudah membaik, Kamu juga kan harus ngurusin perusahaan.... sekarang Kakek akan ajak mommy mu berwisata di Jerman..."


jawab Wisnu memaparkan kondisi Sri secara jelas pada Ali.


dan sekarang Alena menelpon mengatakan bahwa kondisi Sri tiba tiba melemah.


"kalau mau berangkat sekarang Lena pesan tiket untuk kalian juga, ajak zira dan Kahiyang Juga."

__ADS_1


"ya sudah pesan juga untuk aku dan zira...."


Zira langsung menoleh saat Ali menyebut nama nya.


"ada apa bang?"


tanya zira menghampiri Ali.


"kita ke Jerman besok, kondisi mommy melemah....!"


jawab Ali membuat Zira tertegun, apa ia siap kembali bertemu dengan Sri setelah beberapa waktu tak ada satupun momen yang menyenangkan saat bertemu dengan perempuan itu.


"biar Abang beresin baju baju untuk kita pergi ke Jerman, kamu harus ikut!


kita ajak Kahiyang juga"


ujar Ali kembali membuat zira tertegun.


"kita ajak Nadia sama paman juga?"


"boleh sayang.... kita ajak mereka juga!"


jawab Ali.


***


ke esok kan hari nya.....


Ali dan Zira sudah bersiap untuk pergi di ikuti oleh Nadia dan Reza yang juga ikut ke Jerman, Nadia mengendong Kahiyang yang terlelap.


ini pertama kalinya Zira melakukan perjalanan jauh setelah beberapa waktu pergi bersama Ali ke beberapa kota untuk melakukan pemotretan.


terlihat Alena dan Toni datang untuk pergi bersama ke bandara, usia kandungan Alena kini mencapai tujuh bulan.


"ayo berangkat....."


ajak ali masuk ke dalam mobil di ikuti Nadia dan Reza.


beberapa jam kemudian mereka sampai di Jerman, untunglah Kahiyang tidak rewel saat berada di pesawat karena perjalanan cukup lama.


Ali langsung mendatangi rumah dimana Wisnu dan Sri bernaung, zira menghentikan langkahnya dengan jantung nya berdetak kencang saat langkah nya semakin dekat memasuki rumah minimalis modern tersebut.


"assalamualaikum....."


Ali mengetuk pintu, menyembul seseorang dari dalam membuka pintu.


"walaikumsalam....tuan Ali, nona Alena..."


ucap pembantu rumah tersebut yang sudah mengenal Ali dan Alena yang sering melakukan video call.


"ayo masuk..... Al..."


ajak Wisnu yang menyembul dari dalam rumah sambil mendorong kursi roda berisikan Sri yang terduduk lemah.

__ADS_1


zira masuk ke dalam rumah sambil menggendong Kahiyang yang terjaga, netra keduanya bertemu saling menatap satu sama lain, Sri memperhatikan bayi cantik yang senyum manis melihat nya...


bersambung...


__ADS_2