terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
Lombok.


__ADS_3

Hari hari berlalu namun zira masih berlarut dalam kesedihan nya, setiap hari memandangi bok tempat Kahiyang tidur, Rasa rindu dan kehilangan bercampur menjadi sebuah rasa sakit yang teramat dalam.


"nak...."


Rumi duduk di samping zira yang menatap kosong bok tersebut.


"ibu tahu kamu sedih, ibu paham bagaimana perasaan mu tapi kamu juga harus bangkit, kalau seperti ini namanya kamu tidak ikhlas.... apa kamu tidak kasihan pada Kahiyang, dia juga menangis melihat bunda nya bersedih..."


zira menyandar kan tubuh nya pada Rumi dan kembali menangis.


Ali yang baru sampai di rumah langsung terpaku mendengar tangis istri nya, bukan Ali tega meninggalkan zira tapi karena tuntunan pekerjaan ia harus Kembali ke kantor.


Ali tersenyum dalam hati mengingat rencana nya yang akan pergi ke Lombok untuk urusan pekerjaan, ali akan mengajak zira pergi bersama nya.


"assalamualaikum...."


ucap Ali masuk ke dalam ruangan tersebut.


zira beranjak dari pelukan Rumi dan menoleh ke arah Ali yang tengah menatapnya.


"walaikumsalam......"


jawab Rumi lalu beranjak meninggalkan kedua nya.


"ibu keluar Dulu....!"


Ali senyum menghampiri zira yang langsung mendekapnya erat, Ali mengelus punggung istrinya mencium kepala nya berulang kali.


"kamu Jangan sedih terus dong, Abang tahu kamu merasa kehilangan, Abang juga sama tapi Abang pikir saat ini Kahiyang sudah bahagia di surga....kita terus kirim doa ya!"


zira mengangguk dalam dekapan Ali.


keduanya duduk di sofa dekat ranjang, Ali menghapus air mata yang membasahi pipi istri nya.


"kamu mau ikut sama Abang?"


tanya Ali menatap wajah sembab zira.


"kemana?"


zira berbalik bertanya.


"kita pergi liburan yuk, Abang ada kerjaan di Lombok.... kita pergi bersama sekalian refreshing, ajak ibu sama bapak juga...Reza juga ikut sama Nadia...."


zira tertegun sejenak mendengar apa yang Ali ucapkan.


"gimana? Lombok tempat nya bagus....!"


sambung Ali lalu membuka aplikasi yang menunjukkan tempat tersebut.


zira tersenyum mengangguk tanda setuju, ia memang harus segera bangkit, kehidupan tetap berjalan.

__ADS_1


"ya sudah besok kita berangkat, kita siap siap...kemasi barang, kita kasih tahu ibu sama bapak juga!"


zira mengangguk lalu beranjak bersama Ali.


Rumi dan Ahmad memang belum kembali ke kampung, karena melihat kondisi zira yang terkadang drop jika mengingat Kahiyang.


Rumi merasa khawatir dan berpikir untuk menemani zira sampai ia benar-benar siap untuk kembali pada aktivitas nya.


Arjun dan Anita juga memberikan waktu sampai zira benar benar siap kembali ke pemotretan, sementara kondisi Sri berangsur membaik berkat pengobatan herbal yang ia jalani beberapa waktu ini.


"ya, ibu mau ikut.... udah lama enggak liburan!"


Jawab Rumi dengan antusias karena ia juga tidak ingin melihat zira terus menerus bersedih, mungkin dengan berlibur bisa sedikit mengurangi kesedihan.


"ya sudah kita berangkat besok pagi ya Bu, pak!"


Ahmad dan Rumi mengangguk sambil senyum menatap putri nya yang terlihat kurus.


ke esok kan hari nya....


sebelum pergi ali juga menghubungi Sri dan Wisnu, siapa tahu mereka juga ingin ikut namun Sri menolaknya.


ia malas bertemu dengan orang tuanya zira, Sri lebih memilih menyibukkan diri nya dengan laptop, memantau perkembangan perusahaan nya dari rumah.


kemarin Sri bertemu dengan Wijaya dan indah di rumah sakit, kedua nya baru saja keluar dari ruangan dokter kandungan.


saat itu Sri tengah melakukan cek up bersama Alena juga Toni, dan tak Sengaja Melewati ruangan tersebut, dimana saat itu indah dan Wijaya keluar.


ups....!"


Tutur toni yang langsung menutupi mulutnya sendiri saat Alena melotot ke arah nya.


"kita langsung pulang mom...!"


Sri mengangguk, mungkin benar apa yang di katakan oleh Toni, apa lagi indah masih muda.


pantas jika mereka punya Anak lagi, Sri tertegun mengingat percakapan nya dulu dengan Wijaya saat malam pertama mereka.


"aku mau punya banyak anak, tidak hanya satu atau dua... bagaimana kalau Lima, enam...!"


ujar Wijaya terkekeh saat melihat Sri tercengang mendengar keinginan nya itu.


"emang nya aku pencetak anak, kamu tuh gampang banget ngomong nya..."


"ya sayang, aku mau punya banyak anak.


kamu urus saja anak anak kita, biarkan aku yang bekerja!"


ujar Wijaya kala itu namun semua itu terwujud bersama orang lain, Sri tidak sadar bahwa air mata menetes dari mata nya, kini ia sendiri tanpa seseorang yang dulu selalu ada untuk nya, tapi karena kesalahannya membuat Wijaya pergi meninggalkan nya.


***

__ADS_1


siang itu mereka sampai di Lombok, Ali memesan hotel khusus untuk nya dan zira, yaitu hunian yang berada di atas air laut yang biru.


berbeda dengan Ahmad dan Rumi yang memilih hotel saja, begitu juga dengan Reza yang tidak Terlalu suka dengan angin laut.


Toni sendiri tidak ikut karena harus mengurusi urusan di kantor.


zira tersenyum menatap ke sekeliling pantai Lombok dengan pasir putih nya, Ali mengajak nya ke sebuah hunian yang berada di atas air laut.


"kita honeymoon di sini ya..."


ajak Ali masuk ke dalam rumah yang langsung mengarah ke ranjang empuk Dimana gorden rumah tersebut menghembuskan angin sejuk dari laut.


"bagus banget bang, Zira pikir kita sama ibu di hotel..."


ucap zira menatap luasnya air laut yang berwarna toska.


"mereka enggak mau ganggu kita...."


ujar Ali memeluk zira dari belakang.


"kita buka lembaran baru, Abang berharap Allah memberikan kita ganti yang lebih baik, lebih banyak, Abang enggak mau kamu terus berlarut dalam kesedihan.... kita kasih Kahiyang adik ya..."


Zira terkekeh sambil menitikkan air mata nya, membalikkan tubuhnya menatap wajah tampan Ali yang selalu memikat, suami nya ini begitu sabar menghadapi dirinya yang terpuruk, meski sebenarnya ia juga hancur namun Ali tidak pernah menunjukkan nya di hadapan zira, namun saat menengadah kan tangan nya air mata kepedihan itu selalu meluncur tak tertahankan.


"maaf kan zira kalau beberapa waktu ini zira terlalu sibuk dengan perasaan sendiri.."


Ali mengangguk lalu mengecup bibir istrinya,


zira memejamkan mata nya saat Ali memperdalam ciuman nya,dan zira menurut saat Ali membawa nya ke ranjang.


kedua saling menatap penuh cinta, berharap Tuhan kembali memberikan anugerah nya.


Ali kembali mencumbui istrinya saat zira mengangguk tanda setuju Untuk memulai percintaan mereka berdua.


"i love you...."


desis Ali di telinga istri nya, zira tersenyum menatap pria tampan yang kini berada di atas nya.


angin yang berhembus menjadi saksi keduanya kembali menyemai cinta kasih, berharap buah cinta kembali hadir di ruang waktu nya.


**


di lain tempat seorang perempuan cantik tengah tersenyum lebar menatap beberapa potret nya bersama Ali, Siva sudah siap untuk kembali membawa duka dalam rumah itu.


setelah perlahan duka itu mulai memudar dan kedatangan nya nanti akan kembali menciptakan duka....


"tunggu aku Ali...."


ujar Siva tersenyum licik.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2