terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
tuan rumah.


__ADS_3

Setelah makan siang kedua nya memesan catering untuk acara pengajian nanti sore, Ahmad sudah menghubungi kedua nya dan mengatakan bahwa satu jam lagi mereka sampai di Jakarta.


"Abang ke rumah pak RT dulu ya,


minta ibu ibu pengajian hadir sore ini di rumah kita..."


pamit Ali pada zira yang tengah membereskan baju baju nya.


"ya bang, jangan lama ya"


jawab zira.


"enggak sebentar kok, kita mau main lagi? hm?"


tanya Ali membuat zira terkekeh kecil melihat tingkah suami nya itu, selalu saja itu yang ada di pikiran nya.


"kok ketawa...?"


tanya Ali memeluk zira yang tengah merapikan pakaian nya, kebetulan Zira tengah mengantung Beberapa lingerie seksi.


"kamu tuh ingat nya itu terus?!"


ucap zira kembali terkekeh.


"ya enggak apa-apa kan sama istri sendiri dari pada aku....!"


"apa hm....?"


tanya zira membalikkan badannya menatap wajah tampan suami nya.


"enggak.....!"


jawab Ali menggelengkan kepalanya tersenyum lalu mencium pipi zira lama.


"nanti malam pakai yang warna hitam ya!"


pinta ali menunjuk pada lingerie hitam yang tergantung di lemari, Zira kembali terkekeh dan melepaskan diri dari pelukan suami nya.


"udah sana, enggak kelar kelar kalau begini...."


titah zira membuat ali cemberut.


"ya nanti malam......!"


sahut zira dengan wajah merona.


senyum langsung tersungging di bibirnya, Ali keluar dari kamar dengan sumringah.


setelah selesai merapikan pakaian, zira pergi keluar dari kamar melangkah ke arah kolam renang, air nya begitu tenang dan jernih membuat zira ingin berenang, teringat masa kecil nya saat ia mandi di sungai bersama Yuda.


Zira duduk di tepi kolam membiarkan gamis panjang nya terjuntai basah ke dalam kolam renang, mengayunkan kakinya membuat air beriak.


tadi Ahmad bilang sebentar lagi sampai tapi belum tiba juga, apa mungkin macet!


Ali yang sudah kembali memperhatikan Zira yang duduk di tepian kolam sambil tangan nya bermain air.


"sayang.....?"


Ali menghampiri zira memegang kedua pundak istri nya.


"sudah ngobrol sama pak RT nya?"


tanya Zira mendongak ke arah atas dimana Ali berdiri di belakang nya.


"sudah, sebentar lagi catering nya juga datang!"


jawab Ali duduk di samping zira.


"kenapa basah basahan sih.....?"

__ADS_1


zira terkekeh kecil mendengar pertanyaan itu.


Ali merengkuh dan mencium pipi nya.


kini zira tak perlu sungkan lagi karena ia berada di rumah sendiri, kemarin ia hanya bisa memandang air dalam kolam tanpa bisa menyentuh nya karena Sri tak memberikan nya kebebasan di rumah itu.


Ali turun ke bawah kolam renang lalu menghadap zira yang tersenyum menyatukan keningnya.


"hai utun ayah...!"


Ali mengusap perut zira yang sedikit buncit, mencium lalu menggesek kan hidung nya yang mancung ke perut zira yang langsung tertawa geli.


"geli bang...kamu pikir perut ku ini apa?"


"ya kan Abang lagi menyapa Dede baby..."


ucap Ali tersenyum lebar.


"geli.... tahu!"


zira terkekeh lalu turun ke dalam kolam.


"bumil Mau renang?"


zira mengangguk lalu matanya mendelik sambil berpikir.


"katanya enggak Bisa renang...?"


tanya Ali.


"kalau sama kamu aku bisa melakukan hal yang aku tidak bisa, tapi kalau enggak ada kamu aku tidak bisa melakukan apa yang aku bisa...."


"oh ya?"


Zira senyum menatap wajah Ali.


"ya kamu itu bukan hanya penyempurna agama ku tapi penyempurna hidup ku.... aku enggak bisa jauh dari kamu"


kedua nya asik berenang tanpa sadar Ahmad dan Rumi sudah datang, namun mereka tidak menggangu keduanya yang tengah asik bercanda di air.


saat catering datang pun Ahmad Yang membayar nya.


"bang.... udah yuk, sebentar lagi ashar... tapi ibu sama bapak belum datang ya!"


Ali membantu zira naik kepermukaan, terlihat pakaian serta kerudung panjang nya basah.


keduanya berjalan masuk ke dalam, langkah zira terhenti saat melihat Rumi dan Ahmad Yang tengah membereskan bok nasi.


"bapak sama ibu kapan datang?"


tanya zira menghampiri mereka dengan pakaian basah nya di ikuti oleh Ali.


"dari tadi.... cuma enggak mau ganggu kalian berdua...!"


senyum tersungging di bibir Rumi menatap perut zira yang semakin terlihat.


"ibu...."


ucap zira hendak memeluk Rumi namun Rumi malah menghindar.


"basah ah....mandi sana!"


ujar Rumi membuat zira terkekeh.


"maaf ya pak Bu, kita enggak dengar ibu sama bapak masuk!"


"ya, pintu enggak di kunci, gimana kalau ada maling masuk.


yang punya rumah malah asyik berenang, ayo mandi!"

__ADS_1


titah Ahmad pada Ali dan zira.


tak berapa lama datang pak RT dan ibu ibu yang sengaja Ali undang untuk pengajian di rumah itu.


beruntunglah ada Rumi dan Ahmad karena tuan rumah masih berada di dalam kamar.


"sebentar ya saya panggil Ali sama zira dulu!"


ujar Rumi beranjak dari duduknya berjalan menuju kamar Utama.


Nadia juga sudah datang bersama Alena dan Toni yang sengaja menjemput Nadia sepulang dari kantor.


karena waktu sudah sore, Ahmad meminta acara pengajian langsung di mulai.


terlihat Ali dan zira mengikuti langkah Rumi untuk bergabung dengan mereka.


"lama bener sih di dalam nya?"


ucap Alena dan di tanggapi kekehan oleh zira.


begitu lah Ali banyak ulah nya kalau sudah berada di dalam kamar, tak menghiraukan mereka yang sudah menunggu.


dasar tuan rumah.....


Acara pengajian berlangsung lancar, setelah selesai pak RT dan yang lainnya pamit pulang, tinggal keluarga inti saja.


"weekend ini jangan lupa datang ya nad ke acara pernikahan aku sama bang Toni."


ucap Alena, kini mereka tengah makan bersama.


"ya nanti saya datang... terima kasih sudah mengundang saya!"


jawab Nadia.


"ya, nanti bapak sama ibu juga datang ya!"


ucap Alena lagi.


"ya insa Allah..."


jawab Ahmad.


"nanti berangkat bareng kita ya nad!"


ajak zira yang khawatir nanti dia tidak punya teman saat Ali sibuk dengan tamu di pesta tersebut.


mengingat ia yang belum mengenal keluarga besar Ali, justru terbersit kekhawatiran apa kah yang lain nya juga akan bersikap sama seperti Sri.


**


Ali dan zira masuk ke dalam kamar setelah Nadia dan yang lainnya pulang, Ahmad dan Rumi juga beristirahat di kamar.


"ibu tenang kamu sudah pindah rumah..."


keduanya ngobrol sambil membereskan peralatan makan yang sudah di cuci.


"ya Bu, zira juga tenang tapi besok zira mau ngajar lagi..."


"ngajar di mana?"


"di salah satu SD negeri di kawasan x...ibu sama bapak pulang nya nanti ya, kalau Alena sudah menikah!"


"HM, kamu enggak capek ngajar? emang Ali kasih izin!?"


tanya Rumi menatap wajah putri nya.


"enggak Bu, dirumah terus bosen...besok juga ada pembantu datang bantu zira urus rumah ini...bang Ali juga udah kasih izin, ya meski zira yang maksa!"


"kamu tuh kebiasaan suka maksa...!"

__ADS_1


ucap Rumi membuat zira terkekeh lalu memeluk sang ibu, di kampung Reza yang mengurus toko kelontong milik Rumi sambil bolak-balik ke peternak.


bersambung.....


__ADS_2