
Zira menoleh kearah jam yang berdenting, waktu menunjukkan pukul setengah dua belas siang namun Ali belum kembali dari pergi nya, suaminya mengatakan bahwa ia akan pergi sebentar saja tapi hampir setengah hari ia belum kembali.
"bang Ali kok lama ya Bu?"
beberapa kali zira menoleh ke arah pintu.
"mungkin sedang ada urusan....!"
jawab Rumi, Kini di ruangan itu hanya ada zira dan Rumi.
Reza sendiri sudah kembali ke kampung halaman, dan Ahmad sedang pergi keluar bersama Yuda.
"tadi bilang nya sebentar Bu!"
terbesit kekhawatiran dalam benak zira mengingat perpisahan yang dulu terjadi di antara kedua nya.
"tunggu saja nanti juga Ali kembali...!"
ucap Rumi mencoba menenangkan putri nya itu.
**
Sri benar-benar marah karena pernikahan itu, ia bahkan langsung memecat Toni yang mencarikan penghulu untuk Ali dan zira.
keadaan perusahaan sedikit mencekam saat Sri memberikan perintah tersebut, Sri bahkan memblokir semua ATM milik Ali.
Toni langsung membereskan barang-barang nya setelah ia menghubungi Ali.
Ali sendiri tahu pasti hal ini akan terjadi namun ia sudah siap dengan semua resiko yang akan ia tanggung, namun Ali tak memusingkan hal itu ia mampu hidup tanpa harus bergantung pada keluarga nya.
*
"bawa saja zira ke kampung sampai keadaan mommy mu dingin Al, tinggallah di peternakan..."
Titah Wisnu tadi pagi meminta Ali untuk menjauh dari Sri yang masih dalam keadaan marah.
"kakek Sendiri....?"
tanya Ali.
"aku akan pergi beribadah ke Mekkah, itu satu satunya jalan yang saat ini ingin ku tempuh...
masalah mommy mu biarkan saja dulu sampai keadaan membaik, ada Dady mu.."
Wijaya sendiri langsung mengejar Sri ke dalam kamar, Wisnu cukup salut pada Wijaya yang sabar menghadapi putri nya itu.
"ya sudah Ali pamit, doa kan agar Ali dan zira cepat dapat restu dari mommy!"
pinta Ali pada pria yang selama ini banyak berjasa di hidup nya.
"ya Kakek akan berdoa untuk kebaikan kita semua....!"
ujar Wisnu lalu beranjak pergi bersama assisten nya.
*
saat ini Ali tengah bersama Toni di sebuah kafe, Ali sedikit bingung untuk sisa pembayaran rumah sakit karena Sri mengurasi habis uang tabungan nya.
"tabungan gue terkuras habis dalam waktu sepuluh menit aja....."
ujar Ali membuang nafas, mommy nya bener bener marah.
"Lo pake punya gue dulu, nanti gue antar Lo balik ke kampung. Lo harus kasih tahu zira keadaan ini.... sekarang dia istri Lo"
Toni menyodorkan satu buah ATM.
awal nya Ali berniat langsung ke rumah sakit namun saat mendengar Toni di pecat serta ia tidak bisa mengambil uang sepeserpun membuat Ali sedikit gelagapan karena biaya rumah sakit belum sepenuhnya ia bayar, dan Sri dengan cepat mengambil uang tabungan nya.
"gue takut zira jadi insecur kalau tahu soal ini, ya gue pasti cerita tapi enggak sekarang karena zira belum benar benar sembuh..
__ADS_1
gue minta maaf karena melibatkan Lo dalam masalah ini..."
"enggak apa-apa, gue bisa cari kerjaan yang lain tapi gue pikir untuk buka usaha aja kali ya...gue pengen punya kafe"
Ali tersenyum mendengar keinginan sahabat nya itu.
"gue dukung, Lo kan pebisnis hebat..."
"Lo juga....."
jawab Toni.
"ya sudah gue balik ke rumah sakit dulu"
Ali beranjak dari duduknya.
"oh ya soal pak Zaki, gue udah pecat dia sebelum gue di pecat termasuk Nina yang suka jutek sama zira..."
Toni terkekeh kecil mengingat bahwa tak berapa lama ia juga ikut keluar dari perusahaan itu.
"terimakasih ton, Lo urus semuanya dengan baik"
Ali naik ke dalam mobil milik Toni.
tak berapa lama mereka sampai di rumah sakit, Ali segera melunasi semua biaya perawatan zira di rumah sakit itu.
"bawa makanan untuk mereka Al..."
Toni masuk ke dalam kantin rumah sakit tersebut.Tak lama keluar dengan beberapa makanan di kantong plastik.
"thanks ya ton...."
"oke, Lo terimakasih Mulu udah kayak Ama siapa aja"
mereka berjalan menuju ruangan Perawatan.
"assalamualaikum...."
Ali mendorong pintu lalu menyembul masuk.
"walaikumsalam......"
jawab zira yang langsung menoleh dan tersenyum pada suami nya itu, rasa lega menyeruak melihat Ali sudah kembali.
"maaf ya lama.... tadi ada urusan sebentar!"
Ali tertegun saat zira langsung mendekap erat tubuh nya.
Ali tersenyum lalu mengusap kepala zira dan mencium nya, Ali tahu ke khawatiran yang di rasakan oleh zira.
"zira cemas tahu enggak bang!"
Zira mendongak menatap Ali yang tersenyum.
"ya maaf ya....!"
kata Ali mengusap punggung zira.
"hm.....ada gue nih sama ibu!"
ujar Toni membuat keduanya menoleh sambil terkekeh.
"bapak sama Abang Yuda kemana!?"
tanya Ali duduk di tepi ranjang memperhatikan sekeliling ruangan itu.
"sedang keluar..... enggak tahu kemana?"
jawab zira, Ali mengangguk.
__ADS_1
"Ra, ibu Sama bapak nanti pulang ke kosan kamu ya..."
Rumi ingin memberikan waktu untuk mereka berdua sebagai pengantin baru.
"ya udah enggak apa-apa, ada bang Ali...ya kan?"
jawab zira memiringkan kepalanya menatap Ali yang langsung mengangguk.
"ya sudah.....!"
gegas Rumi menghubungi Ahmad agar cepat kembali.
"nanti kita langsung ke kampung ya, Kita tinggal di peternakan aja de!"
Ali memperhatikan ekspresi wajah zira yang langsung terpaku mendengar hal itu, istri nya tahu pasti sesuatu terjadi.
"ya sudah nanti ibu bereskan barang barang mu di kosan kalau kamu juga mau balik kampung!"
Sahut Rumi yang mendengar penuturan Ali.
"ada apa bang?"
"enggak ada apa apa sayang, kamu udah minum obat belum?"
tanya Ali.
"udah....Kamu serius enggak ada yang kamu tutupi dari ku?"
tanya zira, Toni Sendiri sibuk dengan ponselnya.
"nanti kita bicara berdua ya!"
jawab Ali dan dianggukan oleh zira yang tak lagi bertanya apa apa.
**
Sri ingin tahu bagaimana tanggapan Ali dengan semua yang ia lakukan, meski itu uang tabungan Ali namun Sri dengan mudah menguras semua uang itu dan kini Ali tak memiliki apa apa.
Sri ingin lihat sampai dimana Ali bertahan Tanpa semua pasilitas yang selama ini memenuhi kebutuhan nya.
tentang perusahaan ia bisa urus bersama Wijaya, tak perlu memikirkan mereka yang sudah ia usir dari perusahaan, termasuk Toni.
Sri kecewa karena Toni mendukung Ali menikah dengan zira, padahal Sri tahu bahwa Toni menyukai zira.
"aku keluar sebentar ya...."
pamit Wijaya dengan pakaian nya yang sudah rapi.
"kamu mau kemana?"
Tanya sri, akhir akhir ini Wijaya sering kali keluar.
dan soal Wisnu yang pergi umroh, Sri sudah mengetahui hal itu dari assisten nya.
"aku ada urusan di luar...!"
jawab Wijaya mencium pucuk kepala Sri lalu melenggang pergi.
"aku penat dengan semua ini, Sri...."
gumam Wijaya dalam benaknya lalu pergi untuk menemui seseorang yang selalu menjadi tempat melepaskan segala kepenatan.
bersambung.
....
.
terimakasih sudah mampir 😍😍😍😍
__ADS_1