
Zira dan yang lainnya berdiri saat Siva masuk ke dalam ruangan tersebut, Ali berdiri di samping zira menatap Siva dengan pakaian terbuka nya.
"ada apa Siva, seingat Ku, aku tidak ada urusan dengan mu?"
ujar Ali sedikit heran melihat tingkah laku perempuan itu semakin menjadi.
"benarkah seperti itu Ali, kamu lupa siang itu?"
tanya Siva dengan senyum mengejek ke arah zira yang langsung menoleh ke arah Ali yang mengernyit kan dahinya.
"aku hamil......!"
sambung Siva membuat mereka semakin tak mengerti.
"kenapa kamu datang pada ku?" tanya Ali tetap bersikap tenang.
"ya karena kamu yang menghamili ku..."
jawab Siva membuat mereka terperangah tidak percaya dengan apa yang Siva lontar kan.
"fitnah... apa maksud mu?" ujar Ali menghampiri Siva namun Reza dan Toni menghalaunya.
zira hanya menggeleng kan kepala nya tak percaya."jangan terhasut Ra kita tahu siapa dia....!"
ujar Nadia merangkul pundak zira.
"tenang ra, Ali tidak mungkin melakukan hal itu!"
sambung Nadia.
"aku tidak memfitnah mu, kau saja yang lupa karena waktu itu kamu mabuk Al....!"
ucap Siva memberikan foto foto syur kedua yang nya berada di kamar yang berada di dalam ruangan itu, dan Siva kembali menyunggingkan senyumnya karena ia berhasil membuat keadaan yang tenang menjadi tak nyaman, zira tampak sok.
dan hanya Sri yang tahu keadaan nya yang tak mungkin hamil karena ia sebenarnya mandul, Siva ingin sedikit memberi mereka pelajaran apa lagi Sri yang sudah menyisihkan nya begitu saja.
Zira mencoba untuk tenang, tapi melihat foto foto tersebut membuat luka perih nya kembali menganga, belum kering luka karena kehilangan Kahiyang kini muncul sesuatu yang membuat jiwa nya kembali terluka.
"bohong, aku tidak pernah melakukan apapun dengan mu....!"
seru Ali lalu pada Siva lalu mendekati zira karena mata nya mulai berkaca-kaca.
"kamu jangan percaya sama dia sayang, demi tuhan aku tidak melakukan hal itu!?"
ucap Ali namun zira diam membisu mencoba untuk percaya tapi foto itu menjadi bukti.
"aku tidak pernah melakukan apa apa dengan mu, sekarang keluar dari ruangan ku, dan aku akan membuktikan kalau kamu sedang menjebak ku...!"
__ADS_1
Siva terkekeh kecil melihat zira yang langsung menangis.
Toni meminta Security untuk menyeret Siva keluar dari ruangan itu.
"aku akan pergi tapi sebentar....!"
ucap Siva lalu mendekati zira dengan angkuh.
"aku senang karena bisa merasakan apa yang kamu rasakan bersama Ali...."
"cukup....!"
titah Ali sedikit berteriak pada Siva lalu mendorong nya keluar dari ruangan itu, security juga sudah menunggu di depan pintu.
"sayang....!"
ujar Ali mendekati zira, namun zira langsung menjauhi Ali.
"aku mau pulang, ayo Paman...!"ajak zira pada Reza yang mematung.
"dengarkan Abang, kamu lebih percaya perempuan itu? semua rekayasa untuk menghancurkan kita....!"
ujar Ali dengan tatapan sendu menatap zira yang terus menangis dalam dekapan Nadia.
"kita bicarakan masalah ini setelah dingin, biarkan zira pulang terlebih dahulu...!"
ucap Reza membuat ali mematung.
ujar Toni dengan sigap langsung bertindak membantu Ali mengungkapkan penjebakan Siva.
"sayang kamu harus percaya sama aku kalau aku enggak mungkin berbuat seperti itu.."
ujar Ali menatap wajah zira yang sembab, baru kemarin air mata itu surut bahkan kelegaan masih setengah hati terasa, siva datang membawa masalah baru.
setelah itu Reza dan zira pergi dari kantor di ikuti oleh Nadia yang terus merangkul pundak zira, Nindy menatap keduanya penuh benci karena dengan sekejap mata keduanya berada di atas melebihi dirinya di perusahaan itu, dan Nindy merasa senang dengan keadaan itu. apa lagi melihat zira menangis dan tentunya Nindy tersenyum dalam hati mensyukuri penderita mereka.
"coba cek cctv kapan terakhir Siva datang ke kantor, atau mungkin Lo ingat sesuatu Al..."
tanya Toni namun Ali bungkam mengingat perempuan yang ia sayangi kembali menangis.
"gue enggak ingat, coba cek cctv aja sebulan ke belakang...."
jawan Ali dan di anggukkan oleh Toni yang langsung bertindak.
**
"kamu harus percaya sama aku de...."
__ADS_1
ujar Ali terngiang di telinga zira, mereka baru saja sampai di rumah, Nadia berinisiatif untuk menemani zira sampai Ali pulang.
"aku bisa sendiri kok, Nad... kamu boleh pulang kalau mau pulang"
ujar zira masuk ke dalam rumah.
"enggak kita temani kami sampai Ali pulang..."
jawab Nadia mengikuti langkah zira yang masuk ke ruang makan dan duduk di kursi meja makan.
"kamu percaya Ali seperti itu Ra... kalau aku enggak, aku tahu Ali seperti apa? dia itu bucin banget sama kamu, aku yakin itu cuma jebakan aja!"
ucap Nadia membuat zira tertegun, bukan tentang jebakan tapi zira merasa cemburu melihat foto foto mesra Ali dengan perempuan itu meski zira meyakini bahwa Ali dalam keadaan tidak sadar.
"tapi bagaimana kalau Siva benar benar hamil, meski itu sebuah jebakan tapi bagaimana kalau keduanya memang berbuat dan siva hamil anak Ali...!"
pertanyaan itu membuat zira sesak dan khawatir tentang bayangan buruk itu.
"ya kita akan cari tahu kebenaran nya Ra, kamu tidak perlu khawatir karena Ali tidak mungkin diam saja!"
ujar Reza Juga memberikan pendapat.
"angin yang berhembus kencang bukan untuk menumbangkan pohon nya, namun untuk menguji seberapa kuat akar nya, begitu juga ujian datang bukan untuk membuat kita lemah tapi membuat Kita semakin kuat."
nasihat reza untuk menenangkan zira bahwa semua ujian yang datang untuk menguatkan hubungan mereka.
"sekarang kita sholat ashar berjamaah, kita memohon petunjuk pada sang pencipta...!"
ajak Reza lalu beranjak dari duduknya bersama Nadia.
Toni dan Ali mengecek cctv di ruangan nya, siang itu Siva memang datang dan di situ terekam semua dengan jelas.
"kita udah punya bukti kalau dia memang mau jebak Lo Al, kita kumpulkan bukti yang lain nya untuk jebloskan ke penjara seperti Gisel dan Niko, aku dengar mereka Udah ketemu di penjara....!"
ucap Toni mengetahui kabar itu dari salah satu teman nya yang bertugas di bagian tahanan.
"ya Ton, sekarang kita kembali ke ruangan dan kita juga akan memberikan pelajaran pada seseorang yang terlibat dalam kejadian ini..gue yakin dia yang membantu Siva?"
Toni mengangguk lalu menelpon polisi untuk segera datang ke kantor, Ali yakin Nindy pasti Akan mengatakan yang sebenarnya jika Ali membawakan nya Polisi.
bersambung..
terimakasih yang masih setia Sama author.
boleh mampir ke karya author yang lain nya termasuk yang ini.
__ADS_1
novel ini menceritakan tentang seorang perempuan yang menikah dengan pria yang menjadi musuh nya di masa lalu, bagaimana ceritanya mangga mampir, semoga menghibur 😍😍😍
terimakasih...