
Ali dan zira senyum memperhatikan layar yang menampilkan calon bayi mereka yang berusia tiga bulan, dan yang lebih menakjubkan adalah Tuhan memberikan dua bayi sekaligus untuk mereka berdua, tentu hal itu sangat membahagiakan dan air mata haru menetes di pipi Ali.
"Alhamdulillah....!"
ucap Ali tak henti mengucap syukur pada Tuhan atas kebahagiaan yang tak pernah berhenti tercurah untuk keluarga nya.
**
Rumi juga tidak menyangka bahwa nanti ia akan mempunyai bayi Kembar, Kahiyang memiliki dua adik sekaligus.
"Alhamdulillah ya Bu, semoga anugerah itu bisa menggantikan yang telah pergi...kita juga terus doakan Kahiyang!"
ujar Ahmad merengkuh pundak istri nya.
"ya pak, ibu mau bikin acara syukuran... sebelum nya zira tidak membuat acara syukuran apapun saat kehamilan Kahiyang, dan untuk kehamilan yang sekarang, ibu ingin membuat acara empat bulanan untuk si kembar!"
ucap Rumi semakin berantusias lalu menghubungi zira untuk membicarakan hal itu.
**
Ali keluar dari kamar mandi dan melihat zira yang tengah menerima telepon sambil senyum senyum sendiri, gegas Ali menghampiri lalu memeluk zira dari belakang.
"siapa yang telpon sayang?"
tanya Ali saat zira membalikkan tubuhnya menghadap Ali yang hanya menggunakan handuk di pinggang nya, wangi tubuh Ali yang selalu membuat nya candu.
zira tidak menjawab ia malah mendekap erat tubuh Ali yang basah.
Ali senyum lalu mencium kepala zira mengusap rambutnya yang tergerai panjang.
"ibu bilang mau bikin acara syukuran empat bulan untuk calon bayi kembar kita!"
ujar zira mendongak menatap wajah Ali yang sedikit basah.
"ide yang bagus, Abang juga setuju karena sebelumnya kita tidak mengadakan acara apapun saat kehamilan Kahiyang, semoga bidadari kita mau memaafkan ayah nya yang sibuk...!"
ujar Ali menyesali keadaan dulu, ia begitu sibuk hingga melewatkan beberapa momen berharga saat kehamilan Kahiyang.
"zira rasa bidadari kita paham keadaan orang tua nya, doa tak pernah terhenti untuk Kahiyang yang sudah bahagia di sana!"
Keduanya berpelukan mengingat buah cinta yang sudah berpulang lebih dulu.
***
selain Rumi yang berencana mengadakan acara syukuran Minggu ini indah juga akan menggelar acara syukuran tujuh bulanan kehamilan nya, tentu Ali akan lebih dulu memiliki adik dan hasil USG mengatakan bahwa bayi Wijaya berjenis kelamin laki-laki.
semua keluarga juga sudah mengetahui hal itu termasuk Rumi namun ia tidak bisa datang karena Ahmad tengah memiliki pekerjaan di kampung dan tidak Bisa di tinggalkan.
zira menyiapkan sarapan pagi untuk Ali yang sejak tadi berkutat dengan laptop nya, siang ini ia akan pergi ke luar kota bersama Toni.
"mau bawa bekal enggak bang?"
tanya zira menghampiri Ali di ruang kerjanya.
__ADS_1
"boleh kalau tidak merepotkan, Abang enggak mau kamu kelelahan..."
jawab Ali menarik tubuh zira ke dalam pangkuan nya.
"enggak, bibi kan udah masak..."
balas zira senyum lalu mengecup bibir suaminya itu, Ali senyum lalu meraup bibir zira dengan lembut.
"Abang akan pulang Malam, kamu baik-baik ya di rumah"
ujar Ali merapikan rambut zira yang terurai.
"ya, Abang juga hati hati ya....zira menunggu Abang di rumah..."
jawab zira dan di tanggapi dengan dekapan hangat suaminya itu, rasa nya enggan melepaskan namun Ali harus berangkat kerja.
*
*
aku tak pernah bisa mengganti dirimu
dengan cinta lain
sungguh hanya hati mu hati yang ku cari
yang paling aku sayangi
tak kan berhenti
tuk selalu bahagia kan dirimu
rasa cinta ini tak kan pernah berakhir
tak kan terhapus kan waktu
rasa cinta ini hanya untuk mu
hanya satu dirimu satu
cinta dalam hidup ku
sungguh hanya hati mu( hanya hati mu)
hati yang ku cari
yang paling ku sayangi
(rasa cinta ini)
Gea Indrawari.
**
__ADS_1
Ali melepaskan pelukannya lalu mencium pipi zira, dengan berat hati ia beranjak dari duduknya untuk pergi bekerja.
"Abang pasti rindu sama kamu...."
Zira terkekeh kecil lalu kembali memeluk Ali.
"Zira juga akan merindukan Abang"
jawab zira lalu keduanya melangkah bersama ke bawah, Zira menghampiri pembantu untuk menyiapkan bekal untuk Ali.
"bawa untuk Toni juga de, dia jarang bawa bekal, paham lah Alena sibuk..."
ujar Ali dan di anggukan oleh zira lalu menghampiri Ali dengan dua kotak makan untuk Ali dan juga Toni.
"Abang berangkat ya...."
ujar Ali lalu membungkuk mencium perut zira yang sedikit buncit.
"baik baik ya kembar...."
tambah Ali senyum lalu pamit pada zira karena Toni sudah datang menjemput nya.
Ali melambaikan tangan nya pada zira setelah berada di dalam mobil, begitu juga dengan Toni, mobil melaju meninggalkan rumah itu.
Tamat.
terimakasih yang masih setia dengan novel ini, author sangat berterima kasih.
Jangan lupa like and komentar ya😍😍😍
ayo mampir ke Novel yang baru.
menceritakan tentang seorang Adnan yang begitu mencintai Andin namun dirinya tidak bisa terlepas dari Gita yang berada di masa lalu nya, hal itu membuat nya tak bisa memiliki Andin juga Gita karena kesalahannya sendiri..
ini tuh sebenernya bukan Hiatus ya, Author belum bisa lanjut karena harus menunggu arahan dari editor terlebih dahulu,,
"derita istri yang menikah dengan musuhnya.."
menceritakan tentang bagaimana menderita nya Jihan yang menikah dengan Zaki, pria yang menaruh dendam pada nya.
ayo mampir ya, nanti author akan lanjutkan.
Novel ini kelanjutan dari novel author yang pertama, Zahira is my wife.
novel ini menceritakan tentang kisah cinta maira yang terjebak dalam hubungan terlarang karena status kedua nya yang tidak sendiri namun maira tak bisa memalingkan hati nya dari kian yang juga mencintai nya...
semoga terhibur..
__ADS_1
dukung aku yak,,,, terima kasih...