terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
kembali...


__ADS_3

Sore itu Zira berjalan bersama Nadia menuju parkiran karyawan biasa, Nindy menghentikan laju mobilnya di hadapan keduanya.


zira dan Nadia tertegun saat melihat Nindy turun dari mobil mewah nya itu.


"hai OB Sok kecakepan...gue kasih tahu ya kalau masih mau kerja di sini jangan suka sok tebar pesona, gue bisa aja ya bikin Lo di pecat hari ini juga. jangan ganggu Toni..Lo tahu kan Toni siapa, enggak selevel sama Lo yang cuma OB...."


Nadia hendak menjawab penuturan sekretaris cantik itu namun di tahan oleh zira.


karena tak ada jawaban apa apa Nindy langsung pergi meninggalkan Nadia dan zira yang mematung.


"kenapa sih Ra enggak di jawab..."


tanya Nadia menatap wajah zira yang tampak sendu.


"udah lah anggap angin lalu, mau melawan tapi besok kita udah enggak kerja di sini...aku enggak mau kamu kena imbasnya Nad..."


jawab Zira kembali berjalan di ikuti Nadia yang menghentak kaki nya.


"kita enggak punya kuasa seperti mereka, aku mulai merasa enggak Betah kerja di sini.. weekend nanti aku mau cari kerjaan baru nad"


Nadia terdiam mendengar penuturan zira.


"kamu sabar ya, orang enggak punya memang banyak di hina namun hal itu tak membuat kita hina di hadapan tuhan...Aku paham jadi kamu Ra"


Zira mengangguk lalu mencium cincin pertunangan nya dengan Ali.


"ingin sekali rasanya aku memutar waktu....aku rindu kamu bang."


gumam zira berulang kali menciumi cincin tersebut.


Nadia mengusap punggung zira lalu mengajak nya naik ke motor.


pagi itu Ali sampai di Jakarta,


Sri dan Wijaya menyambut kedatangan putra sulungnya, Alena juga ikut menyambut kedatangan kakak nya itu.


"assalamualaikum....."


Wisnu dan Ali masuk ke dalam rumah besar itu, hampir satu tahun ia tidak menginjak kan kaki di rumah itu.


"sayang, mommy senang Kamu sudah kembali...."


sri langsung memeluk Ali yang mematung menatap seorang perempuan cantik berambut panjang berdiri di samping Alena yang tersenyum.


"selamat datang sayang"


Wijaya bergantian memeluk.


"Ali sayang, ini Siva... cantik kan, dia ini anak teman mommy. Siva kerja di hotel milik keluarga nya..."


Siva tersenyum, panjang lebar Sri mengenalkan Siva pada Ali.


"ali lelah dan ingin sekali tidur...."


Sri tertegun melihat tanggapan Ali yang justru tampak tak peduli.


"ya sudah, biarkan Ali istirahat dulu...."


ujar Wisnu membiarkan Ali naik ke atas tangga menuju kamar nya.

__ADS_1


Ali merebahkan tubuhnya di ranjang, cukup lama ia meninggalkan kasur empuk itu, Ali merogoh foto yang berada di dalam laci nakas nya.


"hai baby, aku rindu.... tunggu aku akan segera datang dan kita akan menikah...."


Ali tersenyum menatap potret cantik gadis penjual susu,lalu terlelap memeluk Poto tersebut.


Wisnu tertegun saat seseorang memberikan informasi tentang zira yang ternyata bekerja di perusahaan milik nya.


"baik, aku akan urus sendiri..."


Tutur Wisnu lalu menutup telponnya.


Wisnu bukan tipe orang yang terang terangan bertindak, tentu ia juga menginginkan yang terbaik untuk cucu kesayangan itu.


Wisnu akan bicara dengan zira sebelum Ali bertemu dengan gadis itu.


***


ke esokan hari nya....


Nadia menghampiri kamar zira, waktu sudah pagi namun zira belum menampakkan batang hidungnya.


"Zira........."


panggil Nadia mengetuk pintu kamar kosan tersebut.


"nad......"


Zira menyembul keluar dari kamar nya masih dalam keadaan berantakan.


"kamu kenapa Ra...?"


tanya Nadia menilik wajah Zora tampak pucat.


tanya zira, semalaman ia demam untung ia punya persediaan obat, beberapa waktu ini ia sering kali demam dan nyeri perut.


"oh ya udah, nanti aku izinin kamu sama Bu Nina....kamu udah sarapan belum?"


tanya Nadia, zira menggeleng kan kepalanya.


"ya sudah, aku belikan kamu bubur ya didepan!?"


ujar Nadia lalu pergi untuk membelikan zira sarapan.


tak lama Nadia kembali dengan bungkusan yang ia bawa berisi bubur ayam.


"terima kasih nad, kamu baik banget.... aku berharap kamu jadi saudara ku!"


Zira terharu dengan kebaikan sahabat nya itu, Nadia benar benar baik dan tulus.


"ya, kita saudara...kamu sarapan dulu, terus minum obat ya... istirahat saja dulu, aku berangkat kerja dulu ya!"


"ya terimakasih nad!"


Nadia mengangguk lalu pergi meninggalkan zira sendiri.


pagi itu menjadi hari pertama Ali kembali ke kantor, semua karyawan dari level atas sampai bawah antusias menyambut kedatangan CEO tampan Tersebut, hampir satu tahun Ali meninggalkan perusahaan.


Ali masuk ke dalam gedung tersebut bersama Toni dan Nindy di belakang, tampan, tinggi berkharisma dan tentu wangi.

__ADS_1


semua staf kantor menyapa Ali yang selalu bersikap ramah tak seperti Sri yang selalu bersikap angkuh.


"selamat datang di perusahaan ini, kami senang pak Ali sudah kembali di tengah tengah kami...!"


ucap salah seorang staf kantor yang cukup dekat dengan Ali.


"ya terima kasih saya juga senang bisa kembali ke perusahaan ini...."


Ali dan Toni melangkah menuju ruangan nya, di lantai paling atas.


"mana cewek yang lo suka, ton?"


tanya Ali duduk di kursi kebesaran nya.


"ada, tapi enggak tahu masuk kerja atau enggak, dia cuma seorang OB tapi cantik....."


Toni tersenyum mengingat wajah cantik gadis ob itu.


"dia udah tunangan.....!"


Toni mengedikan bahunya mengingat zira yang katanya sudah bertunangan.


"kasian Lo, jangan rusak hubungan orang... cari perempuan lain, selera Lo kok ob sih...!"


Ali terkekeh menepuk pundak sahabat nya itu.


"aneh gue juga, pertama bertemu langsung jatuh cinta....!"


Toni terkekeh mentertawakan diri nya sendiri.


"sayang........!"


Sri menyembul masuk ke dalam ruangan bersama Siva.


Ali menghela nafas, jengah melihat keduanya.


"Siva mau temenin kamu disini sampai makan siang....ya kan sayang?"


Siva mengangguk.


"bukan nya kamu kerja?"


tanya Ali dengan dingin.


"ya tapi aku lagi enggak sibuk kok...!"


Siva tersenyum menatap wajah tampan Ali, sungguh memikat hati, tapi sepertinya Siva harus sedikit kerja keras untuk mendapatkan hati pria dingin itu.


"ya udah terserah....!"


Ali duduk di kursi lalu mulai mengecek kondisi perusahaan selama ia pergi, begitu juga dengan Toni ia pergi keluar untuk mengerjakan pekerjaan yang lain nya, membiarkan Ali dan Siva berdua di ruangan itu.


**


Zira merasakan perut nya terasa mual dan perih, tubuh nya juga masih demam padahal ia sudah minum obat tapi tak ada reaksi apapun.


"bang...apa Aku menyerah saja, rasa rasa nya aku tidak bisa bertahan lama di sini, Aku juga tidak tahu harus mencari kamu kemana bang...."


zira kembali menangis mengingat pria itu, tubuh nya terasa sakit dan linu, memejamkan matanya agar tertidur. nanti sore ia akan meminta Nadia menemaninya berobat.

__ADS_1


bersambung......


jangan lupa bunganya ya😍😍😍


__ADS_2