terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
terserah.


__ADS_3

Malam menunjukkan pukul sembilan kedua nya sampai di rumah, keadaan tampak sepi sebagian lampu juga sudah di matikan.


"hai.... Kalian baru pulang?"


tanya Alena yang turun di tangga, menghentikan langkah Ali dan zira.


"ya, Kita habis jalan jalan....."


jawab Ali.


"nah gitu dong, ibu hamil itu harus sering healing biar enggak jenuh....."


ucap Alena senyum.


"kamu mau kemana?"


tanya Ali.


"haus bang, mau ambil minum!"


jawab Alena melangkah ke dapur membiarkan Ali dan Zira naik ke tangga masuk ke dalam kamar.


"capek ya sayang.....?"


tanya Ali saat zira Duduk di sofa dekat ranjang.


"ya besok kita beresin barang barangnya ya... terima kasih untuk hari ini....."


zira senyum menggenggam Ali.


"ya sudah kita ke kamar mandi dulu ya, nanti kita langsung istirahat...."


Ali mengajak zira untuk membersihkan diri di kamar mandi.


tak berapa lama mereka keluar, Ali mengangkat tubuh zira dan merebahkannya di ranjang, Ali tahu istri nya itu lelah dan mengantuk..


"aku sekarang berat ya bang?"


tanya zira.


"ya kan berdua.... enggak apa-apa, aku masih kuat..!"


ucap Ali mencium kening istrinya itu, lalu keduanya terlelap dalam dekapan.


pagi .....


Ali keluar dari kamar dan melihat Wisnu sudah berada di rumah, entah kapan kakek nya itu kembali.


"kek....!"


Ali mencium tangan Wisnu dan berjongkok di hadapan Wisnu.


"kapan kakek kembali?"


tanya Ali.


"semalam, Alena terus menelpon meminta ku untuk pulang!


mana istri mu....?"


tanya Wisnu.


"ada di kamar, HM...kami akan pindah kek.


kemarin Ali sudah membeli rumah baru untuk kita tinggal berdua...!"


ujar Ali menjelaskan bagaimana sikap mommy nya pada zira.


"ya sudah tidak apa apa, seperti apapun sikap Sri. Kalian memang harus tinggal terpisah dan belajar mandiri.... Kakek harap kamu memahami bagaimana mommy mu, apa lagi sekarang ia sendiri tanpa Wijaya!"


ucap Wisnu prihatin namun ia juga tidak bisa ikut campur dalam rumah tangga mereka karena mereka tahu mana yang terbaik, terlebih dari itu Wisnu hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka.


"ya kek...Ali paham!"


"ya jika mommy mu seperti itu banyak lah mengalah, katakan pada zira bahwa ia harus sabar menghadapi Sri..."


"ya kek, ya sudah Ali masuk dulu ya... nanti Ali bicara dengan mommy?"


Wisnu mengangguk.


**


Zira terperanga membuka sebuah album Poto yang berisi tentang potret diri nya, Poto zira saat memakai sepeda membawa susu dan yang lain nya.

__ADS_1


krek..


suara pintu terbuka, Ali menyembul masuk ke dalam kamar.


"kamu lihat apa sayang?"


tanya Ali mendekati.


"kok banyak banget Poto aku?"


tanya zira menunjuk ke album tersebut.


"ya aku kan pengagum rahasia kamu...."


ucap Ali memeluk zira dari belakang.


"tapi kok bisa aku sampai enggak sadar ada yang Poto aku...? terus gambar nya jelas banget!"


ujar zira menoleh ke belakang.


"ya lah aku pakai kamera digital yang super canggih, bahkan saking canggih nya kamera ku bisa menembus tembok kamar mandi kamu....!"


"ih maksud nya apa? Abang ngintip ibu?"


"masa ibu?" jawab Ali terkekeh kecil lalu merebahkan zira di ranjang kemudian mengungkung nya.


"ih mesum ya kamu...!"


tanya zira terkekeh.


"ya gimana aku kan normal, abis kamu bikin aku enggak karuan terus....!"


jawab Ali lalu menciumi leher zira yang masih terdapat sisa kepemilikan nya.


"kita main ya....!"


"enggak Abang zira kan mau beresin baju kita...!"


"sebentar ya....!"


ucap Ali lalu mencumbu istri nya dengan lembut, kalau sudah seperti itu tak akan kenal waktu, pagi, siang atau malam akan menjadi masa yang indah untuk kedua nya.


Sri yang melewati kamar mereka tak sengaja mendengar celotehan zira yang tengah bercanda dengan Ali.


keduanya saling mencintai tapi perbedaan seakan begitu kental hingga membuat Sri tak bisa menerima keadaan itu.hingga ia terus berpikir bagaimana memisahkan kedua nya.


**


ujar Alena di meja makan, Toni sendiri baru sampai untuk sarapan di rumah itu bersama Alena.


weekend ini kedua nya akan menikah, setelah hari ini mereka di minta untuk mengikuti masa pingitan.


"Udah sarapan lezat kali di dalam....!"


jawab Toni sambil terkekeh kecil lalu terdiam saat Sri sampai di kursi.


"bagaimana persiapan pernikahan kalian?"


tanya Sri yang tidak mendengar percakapan kedua nya.


"sudah beres, besok udah mulai di pingit...."


"ya itu masa yang penting juga untuk kalian belajar rumah tangga...."


ucap Sri.


tak lama Ali dan zira turun dari tangga menghampiri mereka berdua.


"selamat pagi....."


"Udah siang kali bang?"


jawab Alena terkekeh.


"masa sih baru juga jam setengah delapan!"


jawab Ali lalu menarik kursi untuk zira.


namun zira langsung tertegun saat melihat Sri langsung beranjak dari duduknya.


"mom mau kemana?" tanya Ali.


"ke kantor.....!"

__ADS_1


jawab Sri singkat.


"Ali mau pamit mi...Ali mau pindah dari rumah ini....!"


ucap Ali menghentikan langkah Sri.


"terserah kamu saja karena kamu juga udah enggak menghiraukan pendapat mommy kan..."


jawab Sri sembari mendelik ke arah zira yang berdiri mematung kemudian melenggang pergi.


jawaban itu begitu menohok hati namun keduanya berusaha untuk sabar dan mengalah seperti permintaan Wisnu.


Wisnu sendiri sudah pergi keluar bersama asisten nya.


"kalian udah dapet rumah nya?"tanya Alena membuyarkan kedua nya.


"udah.....!"


Jawab Ali melupakan kejadian tadi lalu meraih pinggang Zira untuk duduk di pangkuan nya namun zira menolak karena ada Alena dan Toni.


"bang....ada mereka..."


"biarkan saja jangan hiraukan mereka!"


ujar Ali menahan pinggang zira terlihat wajah nya merona.


"HM...ayo de kita keluar ah....!"


ajak Toni membuat Alena terkekeh kecil lalu beranjak dari duduknya.


"tuh kan....."


ucap zira merasa tak enak.


"enggak apa-apa, kita udah selesai sarapan. nanti kita antar kalian pindah ke rumah yang baru ya!"


ujar Alena lalu pergi Meninggalkan mereka berdua di meja makan.


"apa mesti begini duduknya....?"


tanya zira.


"ya emang kenapa?" tanya Ali tersenyum melihat zira yang cemberut, tangannya beralih mengusap Buah hati nya.


"bang....!"


ucap Zira mengusap rambut Ali yang sedikit basah, pagi ini suami nya begitu tampan.


"Hm... apa? main lagi?"


tanya Ali terkekeh melihat zira terperanga.


"itu sih mau nya kamu....!"


"ya emang...ayo kita masuk lagi?"


ajak Ali membuat zira tercengang.


"Abang enggak ya zira lelah....!"


ucap zira lirih sambil menunduk.


"ya Abang bercanda sekarang kita sarapan dulu terus setelah itu kita lanjut beres beres ya...!"


Zira mengangguk lalu turun dari pangkuan Ali.


"Abang bikin susu dulu untuk kamu ya...!"


zira mengangguk senyum lalu Ali beranjak untuk membuat susu hamil untuk istrinya itu.


"nanti kita kasih tahu bapak kalau kita udah pindah, seharusnya Kita bikin pengajian bang!"


"ya ya de..."


jawab Ali sambil mengaduk susu kemudian membawa nya ke hadapan zira yang tengah menyantap nasi goreng seafood.


"coba telpon bapak, bisa enggak ke Jakarta hari ini sama ibu.... jadi nanti kita adakan pengajian nya sore nunggu ibu sama bapak datang de...!"


ujar Ali kemudian zira merogoh ponsel nya dan menghubungi Ahmad.


zira tersenyum senang saat Ahmad mengatakan bahwa saat itu juga ia akan ke Jakarta bersama Rumi sang istri.


"ya sudah ayo lanjut makan....!"

__ADS_1


ucap Ali menyuapi istri nya, Ali senang karena menginjak usia ke Lima bulan ini Zira tak banyak keluhan, istri nya juga makan dengan lahap.


bersambung.....


__ADS_2